Gagal Bayar Dubai World, Picu Krisis Global Jilid II
Minggu, 29/11/2009 15:35 WIB
oto : reuters
Jakarta - Gagal bayar atas surat utang obligasi Dubai World, dapat memicu krisis global jilid II. Jika tidak tertangani dengan cepat, Dubai menjadi negara kedua, setelah Amerika Serikat, yang menjadi pemicu krisis.
"Dampaknya tentu secara global. Bisa saja ini adalah awal dari krisis global jilid II. Jika jilid I dipicu oleh Amerika, maka untuk jilid II ini dari negara-negara berkembang dan dimulai dari Dubai," terang Ekonom Standart Chartered Fauzi Ichsan saat dihubungi detikFinance, Minggu (29/11/2009).
Pasar saham Indonesia tentu akan terkena dampak tersebut, lebih khusus pada pasar obligasi di dalam negeri. Untuk sementara, investor asing akan membawa dana mereka ke dollar AS, dan menunggu penanganan kasus Dubai World dalam sepekan mendatang.
"Jika tidak ada pemberitaan yang mengejutkan lagi terkait Dubai World, maka dampak negatif ini hanya bersifat temporary. Jika ternyata ada kasus terkait, bisa saja ini awal mula krisis global jilid II," tambah Ichsan.
Menurut dia, jika utang Dubai World dapat segera direstrukturisasi maka pasar saham dalam negeri dapat segera rebond. Ia berharap, jangan sampai terjadi cross default atas tunggakkan utang Dubai World. Sebab ini penting untuk menjaga stabilnya pasar saham dan obligasi korporasi di dunia.
Dalam tiga hari ke depan, Ichsan memprediksi, indeks akan terkoreksi 5-10%. Pada pembukaan perdagangan Senin (30/11/2009) mendatang, IHSG juga akan melihat kondisi pasar regional yang buka terlebih dahulu.
"Kita lihat akan seberapa dalam koreksinya. Kita juga melihat dari perdagangan bursa Jepang dan Hong Kong yang buka satu jam sebelum IDX," pungkasnya.
(wep/epi)
"Dampaknya tentu secara global. Bisa saja ini adalah awal dari krisis global jilid II. Jika jilid I dipicu oleh Amerika, maka untuk jilid II ini dari negara-negara berkembang dan dimulai dari Dubai," terang Ekonom Standart Chartered Fauzi Ichsan saat dihubungi detikFinance, Minggu (29/11/2009).
Pasar saham Indonesia tentu akan terkena dampak tersebut, lebih khusus pada pasar obligasi di dalam negeri. Untuk sementara, investor asing akan membawa dana mereka ke dollar AS, dan menunggu penanganan kasus Dubai World dalam sepekan mendatang.
"Jika tidak ada pemberitaan yang mengejutkan lagi terkait Dubai World, maka dampak negatif ini hanya bersifat temporary. Jika ternyata ada kasus terkait, bisa saja ini awal mula krisis global jilid II," tambah Ichsan.
Menurut dia, jika utang Dubai World dapat segera direstrukturisasi maka pasar saham dalam negeri dapat segera rebond. Ia berharap, jangan sampai terjadi cross default atas tunggakkan utang Dubai World. Sebab ini penting untuk menjaga stabilnya pasar saham dan obligasi korporasi di dunia.
Dalam tiga hari ke depan, Ichsan memprediksi, indeks akan terkoreksi 5-10%. Pada pembukaan perdagangan Senin (30/11/2009) mendatang, IHSG juga akan melihat kondisi pasar regional yang buka terlebih dahulu.
"Kita lihat akan seberapa dalam koreksinya. Kita juga melihat dari perdagangan bursa Jepang dan Hong Kong yang buka satu jam sebelum IDX," pungkasnya.
(wep/epi)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
