Persiapan FTA ASEAN-China
Importir Tekstil China Sudah Patok Tempat di Tanah Abang dan Pasar Turi
Kamis, 03/12/2009 13:08 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Sungguh ironis, di tengah ketidaksiapan beberapa industri dalam negeri termasuk industri tekstil menghadapi Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China. Diam-diam para importir (produsen) produk tekstil asal China justru telah mengincar dua pasar di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya.
Ini merupakan langkah cerdik para pengusaha China menyongsong persiapan perdagangan bebas atau ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA) pada 1 Januari 2010 nanti. Bahkan tak tanggung-tanggung dari kabar yang beredar para importir itu akan membeli satu lantai di sentra pasar tekstil Tanah Abang, Jakarta.
"Saya mendengar kabar dari para pedagang di Tanah Abang, produsen China sudah mau membeli satu lantai di Tanah abang, untuk memasarkan produk-produk dia," kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudradjat saat ditemui di acara Rapimnas Kadin, Hotel Sultan, Kamis (3/12/2009).
Bahkan kata Ade, para produsen (importir) tekstil China tersebut telah merancang strategi, dengan memberikan dukungan dana atau pembiayaan bagi para pedagang yang bersedia menjual produk-produk tekstil asal China di kawasan Tanah Abang. Jika ini terjadi, maka membanjirnya produk China di Tanah Abang sebagai salah satu sentra pasar tekstil terbesar di Indonesia tak dapat terhindari.
"Mereka ini nantinya bertindak sebagai importir, grosir dan distributor. Ini (produk tekstil) yang dulu dihantam, setelah itu garmen," katanya.
Dikatakan Ade, sebagai tahap awal para importir China akan mengincar pasar tekstil di Jakarta (Tanah Abang) dan Surabaya (Pasar Turi). Sedangkan yang menyedihkan lagi, sampai saat ini para produsen tekstil Indonesia masih belum melakukan apa-apa, termasuk melakukan penjajakan agresif di pasar China.
"Mereka akan membuat basis di dua kota itu, kalau di Surabaya mungkin di Pasar Turi," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif API Ernovian G. Ismy mengatakan sentra tekstil Tanah Abang banyak didominasi produk tekstil impor dimana produk impor menguasai 75% di pasar yang berlokasi di Jakarta Pusat itu, sedangkan produk lokal hanya 30%. Dari total produk impor sebanyak 80% umumnya berasal dari China.
"Komposisi produk tekstil dan produk tekstil di Tanah Abang produk impor sangat dominan. Produk-produk tekstil China dijual kiloan," kata Ade.
(hen/epi)
Ini merupakan langkah cerdik para pengusaha China menyongsong persiapan perdagangan bebas atau ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA) pada 1 Januari 2010 nanti. Bahkan tak tanggung-tanggung dari kabar yang beredar para importir itu akan membeli satu lantai di sentra pasar tekstil Tanah Abang, Jakarta.
"Saya mendengar kabar dari para pedagang di Tanah Abang, produsen China sudah mau membeli satu lantai di Tanah abang, untuk memasarkan produk-produk dia," kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudradjat saat ditemui di acara Rapimnas Kadin, Hotel Sultan, Kamis (3/12/2009).
Bahkan kata Ade, para produsen (importir) tekstil China tersebut telah merancang strategi, dengan memberikan dukungan dana atau pembiayaan bagi para pedagang yang bersedia menjual produk-produk tekstil asal China di kawasan Tanah Abang. Jika ini terjadi, maka membanjirnya produk China di Tanah Abang sebagai salah satu sentra pasar tekstil terbesar di Indonesia tak dapat terhindari.
"Mereka ini nantinya bertindak sebagai importir, grosir dan distributor. Ini (produk tekstil) yang dulu dihantam, setelah itu garmen," katanya.
Dikatakan Ade, sebagai tahap awal para importir China akan mengincar pasar tekstil di Jakarta (Tanah Abang) dan Surabaya (Pasar Turi). Sedangkan yang menyedihkan lagi, sampai saat ini para produsen tekstil Indonesia masih belum melakukan apa-apa, termasuk melakukan penjajakan agresif di pasar China.
"Mereka akan membuat basis di dua kota itu, kalau di Surabaya mungkin di Pasar Turi," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif API Ernovian G. Ismy mengatakan sentra tekstil Tanah Abang banyak didominasi produk tekstil impor dimana produk impor menguasai 75% di pasar yang berlokasi di Jakarta Pusat itu, sedangkan produk lokal hanya 30%. Dari total produk impor sebanyak 80% umumnya berasal dari China.
"Komposisi produk tekstil dan produk tekstil di Tanah Abang produk impor sangat dominan. Produk-produk tekstil China dijual kiloan," kata Ade.
(hen/epi)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 14:58 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:55 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:50 WIB
Orang Terkaya Hong Kong Bantah Menyuap Demi Bangun Kasino di Macau
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
