detikfinance

BPS Kembali Lakukan Sensus Penduduk di 2010

Ramdhania El Hida - detikfinance
Senin, 07/12/2009 11:09 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali melakukan sensus penduduk (SP) pada 1-31 Mei 2010. Program yang telah dilaksanakan 5 kali sejak 1930 ini bertujuan untuk mendapatkan data dasar jumlah penduduk seluruh Indonesia.

Menurut Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Arizal Ahnaf, merupakan salah satu kewajiban BPS untuk menyediakan data dasar jumlah penduduk kepada pemerintah.

"Berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 1997, BPS wajib menyampaikan statistik dasar jumlah penduduk dengan sensus penduduk. UN (United Nation /PBB) juga meminta agar negara-negara dunia melakukan pada tahun yang bersamaan dan banyak negara yang melakukan sensus di 2010. UN juga berkepentingan untuk mengetahui berapa jumlah penduduk dunia," ujar Arizal dalam kata sambuatannya pada acara Public Expose Sensus Penduduk 2010 di Hotel Sari Pan Pacific, Jl. MH Thamrin, siang ini (7/12/2009).

Pada SP 2010 kali ini, jelas Arizal, BPS akan melaksanakan sensus ini secara de facto , atau artinya, sensus pendataan penduduk ini sesuai dengan tempat penduduk biasa tinggal.

Untuk mendata seluruh penduduk Indonesia, BPS memerlukan sekitar 700 ribu petugas yang akan menanyakan 43 variabel pertanyaan. Pertanyaan ini jauh lebih banyak dibandingkan SP tahun 2000 yang hanya 17 variabel pertanyaan.

"Sensus ini dilakukan secara aktif didatangi petugas makanya jumlah petugas banyak sekitar 700 ribu orang petugas dalam 1 bulan," ujar Arizal.

Unit pencacahan SP 2010 sebanyak 33 provinsi. Dengan 726 ribu wilayah pencacahan, 497 kabupaten/kota, 64 juta rumah tangga, 1 juta lebih RT/RW. Rencananya, hasil sensus penduduk akan disampaikan pada Agustus 2011 dengan penyampaian hasil sementara pada Agustus 2010.

BPS juga akan mencanangkan tanggal 15 Mei 2010 sebagai Hari Sensus di Indonesia. Pada hari itu pula, petugas sensus akan mendata penduduk yang tidak memiliki tempat tinggal tetap.

"15 Mei sebagai hari sensus. Tengah malam petugas BPS akan mendatangi penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap," tambah Arizal.



(nia/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.