detikfinance

Emisi IPO 2009 Anjlok 84,45%

Indro Bagus SU - detikfinance
Senin, 07/12/2009 11:30 WIB
Emisi IPO 2009 Anjlok 84,45%
Jakarta -Nilai emisi pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2009 hanya mencapai Rp 3,792 triliun, anjlok 84,45% dari tahun lalu sebesar Rp 24,39 triliun.

Hingga saat ini, sudah 8 perusahaan telah mencatatkan saham perdananya dengan total nilai emisi sebesar Rp 1,43 triliun.

Berikut daftar 8 emiten tersebut:
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 135,554 miliar.
  • PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) Rp 101,25 miliar.
  • PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) Rp 49,5 miliar.
  • PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) Rp 40 miliar.
  • PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) Rp 210,996 miliar.
  • PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) Rp 199,5 miliar.
  • PT Katarina Utama Tbk (RINA) Rp 33,6 miliar.
  • PT BW Plantation Tbk (BWPT) Rp 666,05 miliar.

Saat ini, 4 calon emiten baru telah memasukkan rencana IPO ke BEI, yaitu PT Dian Swastatika Sentosa, PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa), PT Bank Tabungan Negara (BTN) dan PT Gunawan Dianjaya Steel.

Dian Swastatika yang merupakan perusahaan terafiliasi grup Sinarmas ini akan mencatatkan 100 juta saham baru (12,98%) ke publik pada 10 Desember 2009. Harga IPO dipatok sebesar Rp 1.500 per saham, sehingga dana yang akan diperoleh sebesar Rp 150 miliar.

Latinusa merupakan anak usaha BUMN pertama yang bakal tercatat di BEI tahun ini. Anak usaha PT Krakatau Steel ini akan mencatatkan 504.670.000 saham baru (20%) di harga Rp 325 per saham pada 14 Desember 2009. Dana yang akan diperoleh sebesar Rp 164,017 miliar.

BTN bakal BUMN perdana yang bakal tercatat di BEI setelah 2 tahun terakhir banyak IPO BUMN tertunda. BTN akan mencatatkan 2.360.057.000 saham (27,08%) pada 17 Desember 2009. Harga IPO dipatok sebesar Rp 800 per saham, sehingga total dana yang akan diperoleh mencapai Rp 1,888 triliun, sekaligus menjadi yang terbesar tahun ini.

Terakhir, Gunawan Dianjaya akan melepas 1.000.000.000 saham (30%) pada 23 Desember 2009. Harga IPO sebesar Rp 160, sehingga total dana yang akan diperoleh sebesar Rp 160 miliar.

Total nilai emisi IPO 4 calon emiten BEI ini mencapai Rp 2,362 triliun. Emisi IPO tahun ini memang didominasi nilai dalam kisaran ratusan miliar rupiah. Bandingkan dengan tahun lalu yang didominasi oleh IPO bernilai triliunan rupiah dengan IPO PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah, mencapai Rp 12 triliun.

Pekan lalu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito mengatakan, keempat calon emiten di atas merupakan daftar calon tamu terakhir BEI tahun ini. Dengan demikian, total emisi IPO tahun ini hanya sebesar Rp 3,792 triliun dari 12 emiten.

Nilai tersebut lebih rendah 84,45% dari nilai emisi IPO tahun 2008 sebesar Rp 24,39 triliun.

Sebelumnya sejumlah perusahaan yang berencana melepas saham perdana dengan target dana perolehan triliunan rupiah. Sebut saja, PT Bank Jabar Banten Rp 1 triliun, PT Armadian Tritunggal Rp 1 triliun, PT Sapta Indra Sejati Rp 1 triliun dan PT Pembangunan Perumahan Rp 1,5 triliun. Sayangnya, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kelanjutan IPO mereka.

Kendati demikian, awal triwulan I-2010, BEI sudah menerima proposal 2 calon emiten baru, yakni PT Sarana Media Nusantara perusahaan terafiliasi grup Djarum dan PT Megapolitan Development, perusahaan pengembang kawasan Cinere, Jakarta Selatan.
(dro/qom)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Natuna, Daerah Kaya Sumber Daya yang Diincar China Senin, 18/07/2016 12:05 WIB
    Wawancara Tenaga Ahli Kemenko Maritim
    Natuna, Daerah Kaya Sumber Daya yang Diincar China
    Natuna adalah wilayah yang sangat penting. Bukan hanya kaya akan ikan, Natuna juga menyimpan potensi besar di sektor migas dan pariwisata.
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut