Izin Divestasi Newmont Belum Keluar, Pemda NTB Protes BKPM
Senin, 07/12/2009 17:19 WIB
Foto: Tambang Newmont
Mataram - Pemda NTB melayangkan protes ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyusul lambatnya izin divestasi 14% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Padahal izin itu menjadi prasyarat Pemda NTB dan mitranya Multicapital membayar saham ke PT NNT.
Izin di BKPM itu sudah mengendap lebih dari dua pekan terhitung sejak Sales Purchase Agreement (SPA) diteken 23 November. Padahal saat memproses izin divestasi 10% saham yang dilepas tahun 2006 dan 2007, BKPM hanya memerlukan waktu dua hari.
"Besok saya akan ke BKPM, dan mempertanyakan izin divestasi saham itu. Kami sudah menunggu lebih dari dua minggu. Tapi hingga kini kami belum ada kepastian," kata Andy Hadianto, Juru Bicara Pemprov NTB yang juga Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing, Senin (7/12/2009) sore. Saat dihubungi Andy baru tiba di Jakarta.
Menurut Andy, Pemda NTB dan Multicapital belum bisa membayar saham Newmont karena terkendala izin dari BKPM itu. Padahal Newmont telah meminta pada
pemerintah daerah agar pembayaran saham bisa dituntaskan Desember ini.
Izin dari BKPM itu juga akan menjadi acuan Departemen Hukum dan HAM menerbitkan surat terkait perubahan komposisi kepemilikan saham Newmont.
PT Multi Daerah Bersaing (MDB), perusahaan patungan bentukan Pemda NTB dan Multicapital yang akan mengeksekusi 14% saham Newmont, juga belum bisa menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebelum izin divestasi dari BKPM terbit.
Padahal RUPS itu adalah satu-satunya cara bagi MDB untuk menentukan wakil perusahaan yang akan duduk di jajaran direksi dan komisaris Newmont.
"Kami tidak tahu, kenapa izin untuk divestasi 14% saham ini begitu terlambat. Padahal ketika divestasi 10%, izin bisa keluar dalam waktu dua hari," kata Andy.
Setelah izin diperoleh, sesuai dengan SPA, Pemda NTB akan membayar 7% saham yang dilepas tahun 2008 lebih dulu senilai US$ 246,82 juta. Sementara sisanya untuk tujuh persen saham yang dilepas tahun 2009 akan dibayar setelah Newmont menggelar RUPS.
(dnl/dnl)
Izin di BKPM itu sudah mengendap lebih dari dua pekan terhitung sejak Sales Purchase Agreement (SPA) diteken 23 November. Padahal saat memproses izin divestasi 10% saham yang dilepas tahun 2006 dan 2007, BKPM hanya memerlukan waktu dua hari.
"Besok saya akan ke BKPM, dan mempertanyakan izin divestasi saham itu. Kami sudah menunggu lebih dari dua minggu. Tapi hingga kini kami belum ada kepastian," kata Andy Hadianto, Juru Bicara Pemprov NTB yang juga Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing, Senin (7/12/2009) sore. Saat dihubungi Andy baru tiba di Jakarta.
Menurut Andy, Pemda NTB dan Multicapital belum bisa membayar saham Newmont karena terkendala izin dari BKPM itu. Padahal Newmont telah meminta pada
pemerintah daerah agar pembayaran saham bisa dituntaskan Desember ini.
Izin dari BKPM itu juga akan menjadi acuan Departemen Hukum dan HAM menerbitkan surat terkait perubahan komposisi kepemilikan saham Newmont.
PT Multi Daerah Bersaing (MDB), perusahaan patungan bentukan Pemda NTB dan Multicapital yang akan mengeksekusi 14% saham Newmont, juga belum bisa menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebelum izin divestasi dari BKPM terbit.
Padahal RUPS itu adalah satu-satunya cara bagi MDB untuk menentukan wakil perusahaan yang akan duduk di jajaran direksi dan komisaris Newmont.
"Kami tidak tahu, kenapa izin untuk divestasi 14% saham ini begitu terlambat. Padahal ketika divestasi 10%, izin bisa keluar dalam waktu dua hari," kata Andy.
Setelah izin diperoleh, sesuai dengan SPA, Pemda NTB akan membayar 7% saham yang dilepas tahun 2008 lebih dulu senilai US$ 246,82 juta. Sementara sisanya untuk tujuh persen saham yang dilepas tahun 2009 akan dibayar setelah Newmont menggelar RUPS.
(dnl/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 14:58 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:55 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:50 WIB
Orang Terkaya Hong Kong Bantah Menyuap Demi Bangun Kasino di Macau
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
