Produksi Pupuk Urea Naik Tipis 7,35% di 2010
Selasa, 08/12/2009 10:45 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Produksi pupuk urea diperkirakan mencapai 7,3 juta ton pada tahun 2010 atau meningkat 7,35 persen, dibanding tahun 2009 yaitu 6,8 juta ton.
Sementara untuk produksi pupuk jenis non urea untuk tahun depan seperti NPK juga mengalami peningkatan dari 1,5 juta ton di tahun ini menjadi 2,2 juta ton. Produksi NPK tersebut 2 juta tonnya berasal dari PT Petrokimia Gresik dan 100 ribu ton masing-masing dari PT Pupuk Kaltim dan PT Pupuk Kudjang Cikampek.
"Untuk tahun depan, produksi ZA diproyeksikan sekitar 900 ribu ton, SP 36 sebesar 1,0 juta ton," ujar Direktur Utama PT Pupuk Sriwijaya Holding (Induk perusahaan BUMN pupuk) Dadang Kodri saat berbincang dengan detikFinance , Selasa (7/12/2009).
Total produksi pupuk tersebut berasal dari Pusri, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Pupuk Kudjang Cikampek.
Menurut Dadang, rencana kenaikan produksi tersebut seiring dengan peningkatan konsumsi pupuk dalam negeri. Misalnya untuk kebutuhan pupuk urea bersubsidi tahun depan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian meningkat dari 5,5 juta ton menjadi 6 juta ton.
"Konsumsi naik semua terutama urea dan NKP," ungkap dia.
(epi/dnl)
Sementara untuk produksi pupuk jenis non urea untuk tahun depan seperti NPK juga mengalami peningkatan dari 1,5 juta ton di tahun ini menjadi 2,2 juta ton. Produksi NPK tersebut 2 juta tonnya berasal dari PT Petrokimia Gresik dan 100 ribu ton masing-masing dari PT Pupuk Kaltim dan PT Pupuk Kudjang Cikampek.
"Untuk tahun depan, produksi ZA diproyeksikan sekitar 900 ribu ton, SP 36 sebesar 1,0 juta ton," ujar Direktur Utama PT Pupuk Sriwijaya Holding (Induk perusahaan BUMN pupuk) Dadang Kodri saat berbincang dengan detikFinance , Selasa (7/12/2009).
Total produksi pupuk tersebut berasal dari Pusri, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Pupuk Kudjang Cikampek.
Menurut Dadang, rencana kenaikan produksi tersebut seiring dengan peningkatan konsumsi pupuk dalam negeri. Misalnya untuk kebutuhan pupuk urea bersubsidi tahun depan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian meningkat dari 5,5 juta ton menjadi 6 juta ton.
"Konsumsi naik semua terutama urea dan NKP," ungkap dia.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
33 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
