detikfinance

Waluyo Resmi Jadi Direktur Pertamina Lagi

Angga Aliya ZRF - detikfinance
Selasa, 08/12/2009 17:03 WIB
Waluyo (dok detikcom)
Jakarta - Setelah tugasnya menjadi pejabat pelaksana tugas (Plt) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai, Waluyo kembali menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PT Pertamina (Persero).

Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (8/12/2009).

"Terhitung hari ini Waluyo sudah kembali menjabat di Pertamina. Surat pelepasan dari KPK sudah kita terima, jadi kita aktifkan kembali," katanya.

Sementara mengenai pengembalian posisi Tumpak sebagai komisaris PT Pos sebelum menjabat Plt Anggota KPK, menurutnya hal itu masih dalam proses.

"Tumpak masih nunggu dulu. Posisinya di PT Pos belum diisi lagi," ujarnya.

Sementara itu, mengenai posisi kosong lainnya di Pertamina, ia mengaku saat ini masih dalam proses pematangan. Posisi yang kosong tersebut adalah dua komisaris dan satu direksi, yaitu Direktur Hulu.

Saat ini, posisi Direktur Hulu BUMN minyak itu masih dirangkap oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.

"Kita masih bahas posisi kosong itu, termasuk juga perombakan di PLN. Semua sedang dievaluasi," katanya.


(ang/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.