Rupiah Menguat Perlahan
Jumat, 11/12/2009 09:16 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak perlahan dan kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga tutup tahun. Sebagian investor sudah menutup transaksi valasnya sehingga membuat rupiah akan bergerak aman-aman saja.
Pada perdagangan Jumat (11/12/2009), rupiah dibuka menguat tipis 9.435 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.445 per dolar AS.
Pengamat ekonomi Faisal Basri menyatakan ruang penguatan nilai tukar rupiah pada tahun depan diyakini masih terbuka.
Salah satu pemicu penguatan rupiah, ujar Faisal, penguatan nilai tukar rupiah yang belum sebanding dengan pelemahannya akibat sentimen negatif dari krisis keuangan global. Faisal menyatakan penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi sekarang sebagian karena kompensasi dari pelemahan sebelumnya.
"Rupiah sempat mencapai sekitar Rp 12.000 akibat dugaan negatif perekonomian Indonesia yang akhirnya tidak terbukti," ungkap Faisal, Kamis (10/12/2009).
Melihat pelemahan yang cukup dalam ini, Faisal memprediksi rupiah akan menguat pada level Rp 9.250-9.500 terhadap dolar Amerika Serikat. Meski begitu, dia tidak melihat adanya potensi gangguan terhadap ekspor akibat penguatan ini.
"Karena penguatannya belum sebanding dengan pelemahannya," jelas Faisal.
Faisal juga mengingatkan walaupun menguat, volatilitas nilai tukar rupiah masih tetap tinggi. Faisal berharap agar penguatan nilai tukar rupiah tidak terlalu cepat.
"Sekarang kita (rupiah) menguat 13% padahal China cuma 3%," ujar Faisal.
Oleh karena itu, Faisal mengusulkan agar Bank Indonesia mempunyai instrumen yang lebih efektif untuk menjaga nilai tukar.
(nia/qom)
Pada perdagangan Jumat (11/12/2009), rupiah dibuka menguat tipis 9.435 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.445 per dolar AS.
Pengamat ekonomi Faisal Basri menyatakan ruang penguatan nilai tukar rupiah pada tahun depan diyakini masih terbuka.
Salah satu pemicu penguatan rupiah, ujar Faisal, penguatan nilai tukar rupiah yang belum sebanding dengan pelemahannya akibat sentimen negatif dari krisis keuangan global. Faisal menyatakan penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi sekarang sebagian karena kompensasi dari pelemahan sebelumnya.
"Rupiah sempat mencapai sekitar Rp 12.000 akibat dugaan negatif perekonomian Indonesia yang akhirnya tidak terbukti," ungkap Faisal, Kamis (10/12/2009).
Melihat pelemahan yang cukup dalam ini, Faisal memprediksi rupiah akan menguat pada level Rp 9.250-9.500 terhadap dolar Amerika Serikat. Meski begitu, dia tidak melihat adanya potensi gangguan terhadap ekspor akibat penguatan ini.
"Karena penguatannya belum sebanding dengan pelemahannya," jelas Faisal.
Faisal juga mengingatkan walaupun menguat, volatilitas nilai tukar rupiah masih tetap tinggi. Faisal berharap agar penguatan nilai tukar rupiah tidak terlalu cepat.
"Sekarang kita (rupiah) menguat 13% padahal China cuma 3%," ujar Faisal.
Oleh karena itu, Faisal mengusulkan agar Bank Indonesia mempunyai instrumen yang lebih efektif untuk menjaga nilai tukar.
(nia/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:13 WIB
Asing Jual Saham Rp 970 Miliar, IHSG Jatuh 2%
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 14:58 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:55 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
