Mencicipi Bisnis Kemitraan Minuman Segala Umur
Senin, 14/12/2009 10:24 WIB
Foto: Suhendra/detikFinance
Jakarta - Minuman kopi, teh dan ice cream tentunya sudah akrab dengan lidah masyarakat pada umumnya, bahkan bisa dibilang 3 jenis minuman ini sudah menjadi minuman segala umur.
Melihat peluang ini, Hendra pemilik Revo Indonesia mengembangkan bisnis kemitraan 3 gerai minuman Revo Coffee, Revo Tea dan Revo Ice sekaligus.
Konsepnya sederhana saja, seperti kebanyakan pola kemitraan lainnya si investor menyetorkan uang investasi sebagai modal dan tanpa harus pusing-pusing memikirkan perlengkapan dan stok bahan baku karena semuanya sudah disiapkan pihak Revo.
Hendra yang masih 31 tahun memilih usaha kemitraan minuman berawal dari pemikirannya bahwa 3 jenis minuman ini menjadi bisnis yang tak ada matinya. Semua umur menyukai minuman-minuman tersebut.
Kenekatannya ia buktikan ketika ia harus banting setir merintis bisnis minuman revo awal 2009 lalu, dengan meninggalkan jabatannya sebagai seorang Manager di perusahaan Indovision MNC Group. Ia setidaknya telah merogoh Rp 200 juta untuk memulai bisnis ini.
"Awalnya memang berat, tapi saya yakin kalau mau bisnis jangan setengah-setengah, akhirnya saya tinggalkan jabatan saya. Di perusahaan orang lain saya bisa memajukan, kenapa tidak bisa untuk perusahaan saya sendiri," katanya saat ditemui detikFinance akhir pekan lalu.
Ia menjelaskan konsep bisnisnya ini masih sebatas kemitraan (business opportunity/BO), belum menjadi waralaba. Namun ia optimis kedepannya akan meningkat sebagai waralaba.
Sekarang ini, hanya berselang setahun semenjak ia membuka bendera Revo setidaknya sudah ada 100 outlet yang telah bergabung, yaitu 83 outlet di Jakarta, 3 di Semarang,10 di Bandung dan 5 di Bogor.
"Saya melihat peluang tiga jenis minuman ini nggak ada matinya, karena kopi di sukai orang dewasa, teh disukai orang banyak dan ice cream disukai anak-anak," katanya.
Ia menjelaskan salah satu hal yang membedakan sistem kemitraan yang ia kembangkan adalah tidak adanya royalty fee bagi si mitra artinya investor tak perlu membayarkannya. Justru kata dia pihaknyalah yang akan memberikan royalty fee sebesar 20% dari pembelian bahan baku pihak lain yang telah diajak oleh si mitra. Selain itu, si mitra akan mendapat sponsor fee sebesar Rp 500.000 jika mampu mengajak mitra lainnya.
"Istilahnya ini single level lah, bukan multi level," katanya.
Hendra mengatakan bisnis semacam ini sangat cocok di lokasi-lokasi seperti mal-mal, kampus, pasar, sekolah, pusat keramaian, kolam renang dan lain-lain. Dari pengalaman bersama mitranya, ia mencontohkan ada mitranya yang berlokasi di Salemba mampu balik modal hanya 1,5 bulan dan paling lambat 6 bulan.
Bagi yang berminat, Hendra menjelaskan untuk Revo Coffee investasi yang diperlukan Rp 6,5 juta di luar dari tempat. Investor sudah mendapatkan 19 item pendukung bisnis mulai dari booth, peralatan pendukung, bahan jadi siap jual, kemasan, standing banner, peminjaman freezer dan lain-lain, termasuk training bagi penjaga toko.
Asumsi balik modal jika 2 bulan maka setidaknya dalam setiap hari harus mampu menjual 65 cup kopi per hari dengan perhitungan harga jualnya Rp 5000-6000 per cup atau dengan total omset rata-rata Rp 350.000 per hari.
Sedangkan untuk Revo Tea investasi yang diperlukan Rp 6,5 juta, perlenkapalan pendukung yang diterima investor kurang lebih sama dengan Revo Cofee. Jika estimasi balik modal 2 bulan maka setiap bulannya harus mampu menjual 110 cup teh hijau dengan omset rata-rata omset Rp 300.000 per bulan.
Untuk Revo Ice biaya investasi yang diperlukan sedikit lebih mahal yaitu Rp 7 juta, investor akan mendapatkan freezer booth ice cream, bahan jadi siap jual dengan 4 rasa, kemasan cup, standing banner, brosur dan lain-lain. Setidaknya memerlukan 175 cup (Rp 2500 per cup) harus habis dengan omset rata-rata Rp 450.000 per hari, maka balik modal akan tercapai dalam dua bulan.
Sebagai gambaran keuntungan atau margin bagi investor, pihak Revo menjual setiap harga satuan untuk kopi Rp 2200 per cup, untuk teh Rp 1500 per cup dan ice cream Rp 1100. Si investor atau mitra bebas menjual hingga batas atas yaitu Rp 5000 per cup.
Apakah ada tertarik?
Hendra
PT Revo Indonesia
Bellezza Office Tower
Jl. Letjen Soepeno 34, Arteri Permata Hijau, Jakarta 12210
Email: hendracrown@gmail.com
(hen/qom)
Melihat peluang ini, Hendra pemilik Revo Indonesia mengembangkan bisnis kemitraan 3 gerai minuman Revo Coffee, Revo Tea dan Revo Ice sekaligus.
Konsepnya sederhana saja, seperti kebanyakan pola kemitraan lainnya si investor menyetorkan uang investasi sebagai modal dan tanpa harus pusing-pusing memikirkan perlengkapan dan stok bahan baku karena semuanya sudah disiapkan pihak Revo.
Hendra yang masih 31 tahun memilih usaha kemitraan minuman berawal dari pemikirannya bahwa 3 jenis minuman ini menjadi bisnis yang tak ada matinya. Semua umur menyukai minuman-minuman tersebut.
Kenekatannya ia buktikan ketika ia harus banting setir merintis bisnis minuman revo awal 2009 lalu, dengan meninggalkan jabatannya sebagai seorang Manager di perusahaan Indovision MNC Group. Ia setidaknya telah merogoh Rp 200 juta untuk memulai bisnis ini.
"Awalnya memang berat, tapi saya yakin kalau mau bisnis jangan setengah-setengah, akhirnya saya tinggalkan jabatan saya. Di perusahaan orang lain saya bisa memajukan, kenapa tidak bisa untuk perusahaan saya sendiri," katanya saat ditemui detikFinance akhir pekan lalu.
Ia menjelaskan konsep bisnisnya ini masih sebatas kemitraan (business opportunity/BO), belum menjadi waralaba. Namun ia optimis kedepannya akan meningkat sebagai waralaba.
Sekarang ini, hanya berselang setahun semenjak ia membuka bendera Revo setidaknya sudah ada 100 outlet yang telah bergabung, yaitu 83 outlet di Jakarta, 3 di Semarang,10 di Bandung dan 5 di Bogor.
"Saya melihat peluang tiga jenis minuman ini nggak ada matinya, karena kopi di sukai orang dewasa, teh disukai orang banyak dan ice cream disukai anak-anak," katanya.
Ia menjelaskan salah satu hal yang membedakan sistem kemitraan yang ia kembangkan adalah tidak adanya royalty fee bagi si mitra artinya investor tak perlu membayarkannya. Justru kata dia pihaknyalah yang akan memberikan royalty fee sebesar 20% dari pembelian bahan baku pihak lain yang telah diajak oleh si mitra. Selain itu, si mitra akan mendapat sponsor fee sebesar Rp 500.000 jika mampu mengajak mitra lainnya.
"Istilahnya ini single level lah, bukan multi level," katanya.
Hendra mengatakan bisnis semacam ini sangat cocok di lokasi-lokasi seperti mal-mal, kampus, pasar, sekolah, pusat keramaian, kolam renang dan lain-lain. Dari pengalaman bersama mitranya, ia mencontohkan ada mitranya yang berlokasi di Salemba mampu balik modal hanya 1,5 bulan dan paling lambat 6 bulan.
Bagi yang berminat, Hendra menjelaskan untuk Revo Coffee investasi yang diperlukan Rp 6,5 juta di luar dari tempat. Investor sudah mendapatkan 19 item pendukung bisnis mulai dari booth, peralatan pendukung, bahan jadi siap jual, kemasan, standing banner, peminjaman freezer dan lain-lain, termasuk training bagi penjaga toko.
Asumsi balik modal jika 2 bulan maka setidaknya dalam setiap hari harus mampu menjual 65 cup kopi per hari dengan perhitungan harga jualnya Rp 5000-6000 per cup atau dengan total omset rata-rata Rp 350.000 per hari.
Sedangkan untuk Revo Tea investasi yang diperlukan Rp 6,5 juta, perlenkapalan pendukung yang diterima investor kurang lebih sama dengan Revo Cofee. Jika estimasi balik modal 2 bulan maka setiap bulannya harus mampu menjual 110 cup teh hijau dengan omset rata-rata omset Rp 300.000 per bulan.
Untuk Revo Ice biaya investasi yang diperlukan sedikit lebih mahal yaitu Rp 7 juta, investor akan mendapatkan freezer booth ice cream, bahan jadi siap jual dengan 4 rasa, kemasan cup, standing banner, brosur dan lain-lain. Setidaknya memerlukan 175 cup (Rp 2500 per cup) harus habis dengan omset rata-rata Rp 450.000 per hari, maka balik modal akan tercapai dalam dua bulan.
Sebagai gambaran keuntungan atau margin bagi investor, pihak Revo menjual setiap harga satuan untuk kopi Rp 2200 per cup, untuk teh Rp 1500 per cup dan ice cream Rp 1100. Si investor atau mitra bebas menjual hingga batas atas yaitu Rp 5000 per cup.
Apakah ada tertarik?
Hendra
PT Revo Indonesia
Bellezza Office Tower
Jl. Letjen Soepeno 34, Arteri Permata Hijau, Jakarta 12210
Email: hendracrown@gmail.com
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:13 WIB
Asing Jual Saham Rp 970 Miliar, IHSG Jatuh 2%
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
