PLN Masih Cari Utangan Rp 11,5 Triliun
Selasa, 15/12/2009 08:40 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) masih mencari utang sekitar Rp 11,5 triliun untuk pembangunan transmisi proyek 10.000 megawatt (MW). Total kebutuhan pembangunan transmisi dalam proyek mencapai Rp 22,5 triliun.
Menurut Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara, saat ini perseroan sudah mendapat komitmen pinjaman sebesar Rp 11 triliun dari beberapa bank.
"Sisanya masih akan kita cari tahun depan. Bisa dari obligasi atau pinjaman perbankan," katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (14/12/2009) malam.
Sebelumnya, BUMN listrik itu mendapat kucuran pinjaman dari empat perbankan nasional senilai Rp 4,54 triliun untuk pembangunan transmisi baik di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa sebagai bagian dari proyek 10.000 MW tahap pertama.
Sementara mengenai pendanaan pembangkit mega proyek tersebut, Rudiantara mengatakan, seluruhnya sudah tersedia. Dengan ini, perseroan akan fokus mencari dana untuk transmisi serta proyek 10.000 MW tahap kedua di tahun 2010.
"Dengan adanya penandatanganan hari ini, semua komitmen pendanaan 10.000 MW sudah tersedia," ungkapnya.
Total kebutuhan pembangunan pembangkit di proyek itu mencapai US$ 5,65 miliar dan Rp 23,4 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak US$ 720 juta dan Rp 3,6 triliun dipenuhi dari penerbitan surat utang.
Sedangkan sisanya senilai US$ 4,6 miliar dan Rp 19,6 triliun didapat dari pinjaman perbankan, baik bank luar negeri maupun dalam negeri.
"Ini sudah lumayan cepat, semua terpenuhi praktis hanya dalam jangka waktu 2008-2009," tambahnya.
Kemarin, perusahaan plat merah itu sudah menandatangani pinjaman sebesar US$ 457,6 juta dan Rp 635 miliar atau secara total sekitar Rp 5 triliun dengan perbankan nasional dan internasional untuk pembangunan lima PLTU yang merupakan bagian dari proyek percepatan 10.000 MW tahap pertama.
Dengan ditandatanganinya pendanaan ini, maka kebutuhan untuk 10 lokasi PLTU di Jawa Bali dan 23 lokasi PLTU di Luar Jawa Bali sudah terpenuhi, sehingga PLN dapat konsentrasi memicu pembangunannya untuk mengatasi krisis listrik.
(ang/qom)
Menurut Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara, saat ini perseroan sudah mendapat komitmen pinjaman sebesar Rp 11 triliun dari beberapa bank.
"Sisanya masih akan kita cari tahun depan. Bisa dari obligasi atau pinjaman perbankan," katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (14/12/2009) malam.
Sebelumnya, BUMN listrik itu mendapat kucuran pinjaman dari empat perbankan nasional senilai Rp 4,54 triliun untuk pembangunan transmisi baik di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa sebagai bagian dari proyek 10.000 MW tahap pertama.
Sementara mengenai pendanaan pembangkit mega proyek tersebut, Rudiantara mengatakan, seluruhnya sudah tersedia. Dengan ini, perseroan akan fokus mencari dana untuk transmisi serta proyek 10.000 MW tahap kedua di tahun 2010.
"Dengan adanya penandatanganan hari ini, semua komitmen pendanaan 10.000 MW sudah tersedia," ungkapnya.
Total kebutuhan pembangunan pembangkit di proyek itu mencapai US$ 5,65 miliar dan Rp 23,4 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak US$ 720 juta dan Rp 3,6 triliun dipenuhi dari penerbitan surat utang.
Sedangkan sisanya senilai US$ 4,6 miliar dan Rp 19,6 triliun didapat dari pinjaman perbankan, baik bank luar negeri maupun dalam negeri.
"Ini sudah lumayan cepat, semua terpenuhi praktis hanya dalam jangka waktu 2008-2009," tambahnya.
Kemarin, perusahaan plat merah itu sudah menandatangani pinjaman sebesar US$ 457,6 juta dan Rp 635 miliar atau secara total sekitar Rp 5 triliun dengan perbankan nasional dan internasional untuk pembangunan lima PLTU yang merupakan bagian dari proyek percepatan 10.000 MW tahap pertama.
Dengan ditandatanganinya pendanaan ini, maka kebutuhan untuk 10 lokasi PLTU di Jawa Bali dan 23 lokasi PLTU di Luar Jawa Bali sudah terpenuhi, sehingga PLN dapat konsentrasi memicu pembangunannya untuk mengatasi krisis listrik.
(ang/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
33 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
