FTA ASEAN-Cina Bakal Dongkrak Sektor Pertanian RI
Selasa, 15/12/2009 10:33 WIB
(Ilustrasi Foto: Reuters)
Jakarta - Sektor pertanian Indonesia dinilai sudah siap menghadapi perdagangan bebas (FTA) dengan ASEAN dan China. Kerjasama tersebut diprediksi bakal semakin mendongkrak perdagangan komoditas pertanian keduanya.
Menurut Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, dengan adanya FTA, Indonesia akan mendapat keuntungan besar. Hal ini bisa dilihat dari nilai surplus perdagangan dengan China tahun ini mencapai US$ 2,2 miliar, padahal beberapa tahun lalu hanya US$ 500 juta.
"Kita tidak akan ajukan peraturan baru untuk batasi produk pertanian tahun depan. Dari awal kita sudah siap hadapi FTA," katanya di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Meski demikian, ia mengaku Indonesia masih mengalami tekanan dari impor produk holtikultura dari negeri panda tersebut, salah satunya adalah produk jeruk.
"Memang kita masih mengalami tekanan impor buah dari China," tambahnya.
Ia menambahkan, untuk menanggulangi tingginya impor buah tersebut, Departemen Pertanian sudah menerapkan karantina, keamanan pangan, menggunakan ambang batas pestisida, dan sebagainya.
Impor buah tersebut menurut Bayu belum terlalu mengkhawatirkan. Pasalnya, impor buah Indonesia hanya mencapai 3-4 persen dari total produksi dan konsumsi dalam negeri.
(ang/dro)
Menurut Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, dengan adanya FTA, Indonesia akan mendapat keuntungan besar. Hal ini bisa dilihat dari nilai surplus perdagangan dengan China tahun ini mencapai US$ 2,2 miliar, padahal beberapa tahun lalu hanya US$ 500 juta.
"Kita tidak akan ajukan peraturan baru untuk batasi produk pertanian tahun depan. Dari awal kita sudah siap hadapi FTA," katanya di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Meski demikian, ia mengaku Indonesia masih mengalami tekanan dari impor produk holtikultura dari negeri panda tersebut, salah satunya adalah produk jeruk.
"Memang kita masih mengalami tekanan impor buah dari China," tambahnya.
Ia menambahkan, untuk menanggulangi tingginya impor buah tersebut, Departemen Pertanian sudah menerapkan karantina, keamanan pangan, menggunakan ambang batas pestisida, dan sebagainya.
Impor buah tersebut menurut Bayu belum terlalu mengkhawatirkan. Pasalnya, impor buah Indonesia hanya mencapai 3-4 persen dari total produksi dan konsumsi dalam negeri.
(ang/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:13 WIB
Asing Jual Saham Rp 970 Miliar, IHSG Jatuh 2%
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
