Pelaku UMKM Minta Pemerintah Segera Tunda FTA ASEAN-China
Selasa, 15/12/2009 12:18 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pelaku usaha di sektor UMKM meminta pemerintah segera memutuskan penundaan kesepakatan FTA (Free Trade Area ) ASEAN-China dari jadwal semula 1 Januari 2010, seperti yang telah dijanjikan Menteri Perekonomian Bidang Ekonomi Hatta Radjasa.
Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sandiaga S. Uno, para pengusaha sektor UMKM meminta segera diputuskan penundaan FTA ASEAN-China tahun depan. Masa penundaan, idealnya enam bulan sampai satu tahun, di samping Kadin terus mengkaji sektor UMKM mana yang mempunyai daya saing tinggi.
"Meskipun sudah ada tanggapan dari Pak Hatta yang dikemukakan kemarin, namun harus segera diputuskan dong. Tentunya sebelum diberlakukan (1 Januari 2010). Idealnya penundaan enam bulan sampai satu tahun," ujar Sandiaga dalam peluncuran hasil survei 'Doing Business in Indonesia 2010', di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Menurutnya, 70% pengusaha UMKM khawatir terhadap kesepakatan pembebasan bea masuk impor dari produk-produk China. Sisanya mendukung, karena pengusaha tersebut memang berorientasi ekspor.
Tambahnya, jangan sampai penerapan kesepakatan pembebasan bea impor justru akan memperlemah posisi UMKM sebagai tulang punggung industri di Indonesia, terlebih di pasar dalam negeri sendiri.
"Internal Kadin sendiri juga terjadi perdebatan, antara yang setuju dan tidak. Namun memang masih didominasi oleh yang sepakat meminta penundaan," papar Sandiaga.
Kekhawatiran lebih banyak dipicu dari produk-produk China yang masuk secara ilegal dan efek dari penerapan ekonomi dumping dari negara tirai bambu ini.
Namun Kadin tetap melihat, FTA dengan China tetap mempunyai celah bisnis baru. Khususnya untuk produk dengan daya saing tinggi di pasar ekspor, seperti industri kreatif.
"Kadin sudah secara bulat memutuskan, meminta penundaan FTA dengan China. Namun kami masih terus mengkaji, bahwa tetap ada competitiveness dari produk UMKM misal tidak ada jalan lain (penerapan FTA terjadi)," katanya.
Lanjutnya, industri kreatif dan industri lain yang memiliki daya saing kuat menjadi pionir dalam celah bisnis baru di pasar ekspor.
(wep/dnl)
Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sandiaga S. Uno, para pengusaha sektor UMKM meminta segera diputuskan penundaan FTA ASEAN-China tahun depan. Masa penundaan, idealnya enam bulan sampai satu tahun, di samping Kadin terus mengkaji sektor UMKM mana yang mempunyai daya saing tinggi.
"Meskipun sudah ada tanggapan dari Pak Hatta yang dikemukakan kemarin, namun harus segera diputuskan dong. Tentunya sebelum diberlakukan (1 Januari 2010). Idealnya penundaan enam bulan sampai satu tahun," ujar Sandiaga dalam peluncuran hasil survei 'Doing Business in Indonesia 2010', di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Menurutnya, 70% pengusaha UMKM khawatir terhadap kesepakatan pembebasan bea masuk impor dari produk-produk China. Sisanya mendukung, karena pengusaha tersebut memang berorientasi ekspor.
Tambahnya, jangan sampai penerapan kesepakatan pembebasan bea impor justru akan memperlemah posisi UMKM sebagai tulang punggung industri di Indonesia, terlebih di pasar dalam negeri sendiri.
"Internal Kadin sendiri juga terjadi perdebatan, antara yang setuju dan tidak. Namun memang masih didominasi oleh yang sepakat meminta penundaan," papar Sandiaga.
Kekhawatiran lebih banyak dipicu dari produk-produk China yang masuk secara ilegal dan efek dari penerapan ekonomi dumping dari negara tirai bambu ini.
Namun Kadin tetap melihat, FTA dengan China tetap mempunyai celah bisnis baru. Khususnya untuk produk dengan daya saing tinggi di pasar ekspor, seperti industri kreatif.
"Kadin sudah secara bulat memutuskan, meminta penundaan FTA dengan China. Namun kami masih terus mengkaji, bahwa tetap ada competitiveness dari produk UMKM misal tidak ada jalan lain (penerapan FTA terjadi)," katanya.
Lanjutnya, industri kreatif dan industri lain yang memiliki daya saing kuat menjadi pionir dalam celah bisnis baru di pasar ekspor.
(wep/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:13 WIB
Asing Jual Saham Rp 970 Miliar, IHSG Jatuh 2%
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
