detikfinance

Reformasi Birokrasi Pemerintah Pusat Rampung 2010

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Selasa, 15/12/2009 13:17 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Program reformasi birokrasi yang menjadi prioritas program pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) ditargetkan selesai diterapkan di tingkat pemerintah pusat pada akhir 2010.

Demikian disampaiKan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara E.E. Mangindaan di sela-sela laporan analisa 'Doing Business in Indonesia 2010' di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (15/12/2009).

"Sudah ada reformasi di beberapa kementerian, masih jalan dan terus Menpan lakukan dan sesuai target, di 2010 sudah bisa selesai," papar E.E. Mangindaan.

Pada tahun 2011, giliran reformasi birokrasi dilakukan di tingkat daerah. Sebagai pilot project, akan ada 5 sampai 10 kota yang menjadi prioritas untuk pembenahan  tata kelola pelayanan publik. Namun sayang, Mangindaan tidak menjelaskan rinci kota mana yang menjadi prioritas.

"Akan ada sekitar 5 - 10 kota, termasuk juga kabupaten, propinsi. Namun mana saja kotanya masih tergantung oleh Mendagri (Menteri Dalam Negeri)," ujarnya.

Lanjutnya, untuk setiap pulau yang ada di Indonesia, dapat dipastikan akan terwakili satu daerah. "Mungkin untuk Sumatera pilot project bisa dimulai di Sumatera Utara," ujarnya.

Ia melihat, reformasi birokrasi masih  terkendala karena terjadi tumpang tindih aturan. Aturan yang berlaku saat ini, antara Undang-Undang (UU) pelayanan publik, dengan UU lain justru menghambat percepatan reformasi.

"Masih ada permasalahan di tingkat bawah, namun akan dibenahi sambil jalan. Kami tidak melihat output dari penerapan birokrasi yang baru hasil reformasi, tapi outcome atau respon dari masyarakat," tambahnya.

Mangindaan mengakui, dengan belum seragamnya reformasi birokrasi di daerah, menyebabkan investasi dan pertumbuhan ekonomi pun tidak merata.

Namun Kementerian tidak bisa berbuat banyak, kecuali membantu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk mengawal aparatur negara di tiap daerah guna mengefektifkan investasi yang ada.



(wep/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?