Asing Naikkan Target Harga BUMI ke Rp 3.000
Selasa, 15/12/2009 15:30 WIB
(foto: dok BUMI)
Jakarta - Macquarie Research baru saja melakukan revisi atas target harga akhir tahun PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi sebesar Rp 3.000 per saham. Hal itu dilakukan seiring dengan masuknya Newmont dan kontrak pemasaran batubara dengan PT Berau Coal.
Dalam riset Macquarie per 15 Desember 2009 yang diterima detikFinance , Selasa (15/12/2009), Macquarie menjelaskan sejumlah alasan mengapa broker asing itu mulai menunjukkan sikap optimistis terhadap saham BUMI.
Pertama, Macquarie melihat harga batubara dunia di pasar spot akan mengalami peningkatan antara 13% hingga 21% dalam periode 2010-2012. Menurut Macquarie, hal itu seiring dengan meningkatnya permintaan batubara dari Cina dan India.
Kedua, Macquarie melihat akuisisi 17% saham Newmont yang sudah dilakukan BUMI (masih tersisa 7% lagi) akan membawa dampak yang sangat positif pada kinerja BUMI. Dan akuisisi itu menunjukkan konsistensi BUMI dalam melakukan diversifikasi produk-produknya. Sebagai catatan, Newmont merupakan tambang emas dan tembaga.
Ketiga, Macquarie juga melihat bahwa secara valuasi berbanding aset, nilai BUMI kini bertengger di harga Rp 3.000 per saham. Angka tersebut diperoleh dari komposisi aset-aset utama yang dimiliki BUMI.
BUMI memiliki PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar 44% senilai US$ 95 juta, PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia sebesar 70% senilai US$ 4,414 miliar, Herald Resources sebesar 100% senilai US$ 175 juta, Newmont sebesar 17% senilai US$ 785 juta serta yang paling anyar kontrak pemasaran dengan PT Berau Coal senilai US$ 434 juta.
Totalnya senilai US$ 5,903 miliar. Dengan jumlah saham BUMI sebanyak 19,404 miliar saham, Macquarie melihat bahwa harga saham BUMI setara dengan Rp 3.000 per saham.
Senada dengan penilaian tersebut, JP Morgan juga memberikan penilaian yang sama kepada BUMI. JP Morgan bahkan masih mempertahankan target harga akhir tahun saham BUMI di level Rp 3.750 per lembar, sebagaimana disebutkan dalam risetnya pada 14 Desember 2009.
(dro/dnl)
Dalam riset Macquarie per 15 Desember 2009 yang diterima detikFinance , Selasa (15/12/2009), Macquarie menjelaskan sejumlah alasan mengapa broker asing itu mulai menunjukkan sikap optimistis terhadap saham BUMI.
Pertama, Macquarie melihat harga batubara dunia di pasar spot akan mengalami peningkatan antara 13% hingga 21% dalam periode 2010-2012. Menurut Macquarie, hal itu seiring dengan meningkatnya permintaan batubara dari Cina dan India.
Kedua, Macquarie melihat akuisisi 17% saham Newmont yang sudah dilakukan BUMI (masih tersisa 7% lagi) akan membawa dampak yang sangat positif pada kinerja BUMI. Dan akuisisi itu menunjukkan konsistensi BUMI dalam melakukan diversifikasi produk-produknya. Sebagai catatan, Newmont merupakan tambang emas dan tembaga.
Ketiga, Macquarie juga melihat bahwa secara valuasi berbanding aset, nilai BUMI kini bertengger di harga Rp 3.000 per saham. Angka tersebut diperoleh dari komposisi aset-aset utama yang dimiliki BUMI.
BUMI memiliki PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar 44% senilai US$ 95 juta, PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia sebesar 70% senilai US$ 4,414 miliar, Herald Resources sebesar 100% senilai US$ 175 juta, Newmont sebesar 17% senilai US$ 785 juta serta yang paling anyar kontrak pemasaran dengan PT Berau Coal senilai US$ 434 juta.
Totalnya senilai US$ 5,903 miliar. Dengan jumlah saham BUMI sebanyak 19,404 miliar saham, Macquarie melihat bahwa harga saham BUMI setara dengan Rp 3.000 per saham.
Senada dengan penilaian tersebut, JP Morgan juga memberikan penilaian yang sama kepada BUMI. JP Morgan bahkan masih mempertahankan target harga akhir tahun saham BUMI di level Rp 3.750 per lembar, sebagaimana disebutkan dalam risetnya pada 14 Desember 2009.
(dro/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:13 WIB
Asing Jual Saham Rp 970 Miliar, IHSG Jatuh 2%
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
