Pemerintah Hanya Akan Tunda FTA ASEAN-China Untuk 303 Produk
Selasa, 15/12/2009 15:45 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pemerintah masih menunda 303 produk terkait penerapan Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China.
Hal ini disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Menurut Edy, dari sekitar 2.500 sektor usaha di Indonesia, terdapat 303 sektor yang belum siap untuk turut serta dalam FTA. "Ada 303 sektor yang masih minta pengentasan. Itu masih ditunda dari total 2.500-an," ujar Edy.
Namun, tambahnya, penundaan pada sektor tersebut tidak mengakibatkan penundaan program FTA karena pemerintah telah menjalankannya terhadap beberapa negara pada tahun ini. Bahkan, untuk FTA dengan China telah dimulai sejak 2002.
"Tidak akan ada penundaan untuk FTA, kita harus jalan," tegas Edy.
Edy menjelaskan pemerintah akan segera mengirimkan surat pemberitahuan penundaan kepada negara-negara yang terkait dengan ke-303 sektor ini dalam FTA.
Selain itu, akan segera dicari modifikasi dan kompensasi sebagai pengganti sektor yang ditunda itu. Namun Edy tidak menjelaskan sektor apa saja yang ditunda.
"Jadi yang 303 itu minggu ini akan dikirim surat untuk minta penundaan. Jadi kita minta modifikasi, sekarang mereka sedang mencarikan kompensasinya untuk komoditi lain. Tergantung inisiatif principalnya," jelas Edy.
(nia/dnl)
Hal ini disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Menurut Edy, dari sekitar 2.500 sektor usaha di Indonesia, terdapat 303 sektor yang belum siap untuk turut serta dalam FTA. "Ada 303 sektor yang masih minta pengentasan. Itu masih ditunda dari total 2.500-an," ujar Edy.
Namun, tambahnya, penundaan pada sektor tersebut tidak mengakibatkan penundaan program FTA karena pemerintah telah menjalankannya terhadap beberapa negara pada tahun ini. Bahkan, untuk FTA dengan China telah dimulai sejak 2002.
"Tidak akan ada penundaan untuk FTA, kita harus jalan," tegas Edy.
Edy menjelaskan pemerintah akan segera mengirimkan surat pemberitahuan penundaan kepada negara-negara yang terkait dengan ke-303 sektor ini dalam FTA.
Selain itu, akan segera dicari modifikasi dan kompensasi sebagai pengganti sektor yang ditunda itu. Namun Edy tidak menjelaskan sektor apa saja yang ditunda.
"Jadi yang 303 itu minggu ini akan dikirim surat untuk minta penundaan. Jadi kita minta modifikasi, sekarang mereka sedang mencarikan kompensasinya untuk komoditi lain. Tergantung inisiatif principalnya," jelas Edy.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
33 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
