detikfinance

Energi Mega Anggarkan Belanja Modal US$ 196 Juta

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Selasa, 15/12/2009 17:42 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan sebesar US$ 196 juta. Dananya akan digunakan untuk pengembangan blok migas dan modal kerja.

"Untuk 2010 kami siapkan capital expenditure dan working expenditure sebesar US$ 196 juta. Dana ini sudah final dan telah mendapat ijin dari BP Migas," ujar Direktur Utama ENRG Iman P. Agustino dalam paparan publik perseroan di hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta, Selasa (15/12/2009).

Secara rinci, Imam mengatakan kalau untuk pengembangan proyek-proyek di seluruh blok migas perseroan dianggarkan sebesar US$ 96 juta, sedangkan untuk modal kerja sebesar US$ 100 juta.

Penggunaan belanja modal, akan dimaksimalkan untuk seluruh blok yang dimiliki ENRG, diantaranya THP-Gebang, Malacca Straits PSC, THP Sungai Gelam, THP Semberah, THP Bentu, THP Korinci Baru dan Kangean PSC. Ini ditambah blok Masela yang 10% nya baru dari INPEX Masela Ltd.

Ia menambahkan, tahun 2010 perseroan juga mentargetkan perbaikan laba bersih yang optimal, berkisar US$ 10 - 15 juta. Sampai triwulan III-2009 masih negatif Rp 347 miliar. Sayang, dirinya tidak menyebut berapa proyeksi perolehan laba bersih ENRG sampai akhir Desember 2009.

"Untuk net profit after tax US$ 10 - 15 juta. Sampai akhir tahun yang jelas masih negatif. Angkanya belum bisa dipublikasikan, tapi pasti lebih baik dari triwulan terakhir," paparnya.

Ditambahkan Iman, proyeksi produksi atas minyak bumi dan gas alam pun sudah dicanangkan perseroan. Untuk full year di tahun ini, total gross production berada di level 9,57 milion barel of equivalen (mmboe) dan net produksi 6,351 mmboe. Tahun depan terjadi peningkatan gross production dan net production, masing-masing 10,103 mmboe dan 7,121 mmboe.

Pendapatan sampai akhir tahun  diprediksi mengalami penurunan 28,64% dari US$ 192 juta pada akhir tahun 2008 menjadi US$ 137 juta di akhir Desember 2009. Pun demikian halnya dengan EBITDA yang anjlok 92,13%, dari US$ 89 juta sampai akhir tahun lalu, menjadi hanya US$ 7 juta.

Sementara itu, perseroan juga berencana melakukan penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue sebanyak 26.183.297.040 lembar di harga Rp 185 per saham pada Januari 2010. Target dana perolehan sebesar Rp 4,843 triliun atau setara dengan US$ 502 juta.

Sebesar US$ 250 juta dana hasil penerbitan saham, akan digunakan untuk pembayaran utang perseroan. Sisanya US$ 111 juta untuk penambahan kas perseroan serta keperluan belanja modal, modal kerja. Perseroan memperkirakan, setelah realisasi rights issue posisi utang perseroan bakal menurun menjadi US$ 357,3 juta.



(wep/dro)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.