BUMI Kuasai 100% Saham Herald
Selasa, 15/12/2009 17:59 WIB
(foto: dok BUMI)
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah menuntaskan akuisisi 100% saham Herald Resources Ltd. Penghapusan saham (delisting ) Herald dari Australian Securities Exchange (ASX) sedang dalam proses.
Menurut sumber detikFinance , BUMI saat ini tengah mempersiapkan delisting saham perusahaan berkode HER tersebut. Proses delisting diperkirakan bakal memakan waktu sekitar 1 bulan atau sekitar Januari 2010. Namun saat dikonfirmasi, SVP Investor Relations BUMI Dileep Srivastava belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
BUMI melalui Calipso saat memiliki 205.912.956 saham atau setara dengan 98,39% saham Herald melalui penawaran tender terakhir yang ditutup pada 20 Oktober 2009 pada harga AUD 0,93 per saham.
Berdasarkan peraturan Australian Stock Exchange (ASX) yang tertera dalam Corporations Act 2001, suatu perusahaan yang menguasai sedikitnya 91% saham emiten di ASX, wajib membeli saham yang belum dimiliki jika di antara pemegang saham ada yang hendak menjualnya.
Oleh karena Calipso memiliki 98,39% saham Herald, maka Calipso wajib melakukan pembelian jika sisa pemegang saham Herald memutuskan melepaskan kepemilikan sahamnya kepada Calipso. BUMI pun sejak 12 November 2009 membuka penawaran terhadap sisa 1,61% saham Herald di harga AUD 0,93 per saham. Saham Herald pun dihentikan sementara (suspensi) hingga saat ini.
Sebelumnya Dileep memang pernah mengatakan kalau BUMI berencana melakukan delisting saham Herald begitu 100% sahamnya dikuasai oleh Callipso. Kini, setelah 100% saham dikuasai, BUMI memulai proses delisting Herald dari ASX.
Herald merupakan pemilik 80% saham di proyek Dairi. Sisanya sebesar 20% dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Proyek Dairi memiliki tambang dengan kandungan seng (zinc ) dan timbal (lead ) terbesar di dunia yang berlokasi di Sumatera Utara. Namun hingga saat ini, proyek Dairi belum dapat dioperasikan lantaran belum mendapat izin dari Departemen Kehutanan. Manajemen BUMI memprediksi izin operasi akan keluar sekitar triwulan I-2010.
BUMI pun telah menyiapkan dana sebesar US$ 211 juta untuk eksplorasi dan pengembangan yang diperkirakan membutuhkan waktu 20 bulan. BUMI memperkirakan proyek ini beroperasi di 2011.
Dengan investasi sebesar US$ 211 juta, BUMI memproyeksikan peningkatan EBITDA sebesar US$ 150 juta per tahun dari proyek Dairi.
(dro/dnl)
Menurut sumber detikFinance , BUMI saat ini tengah mempersiapkan delisting saham perusahaan berkode HER tersebut. Proses delisting diperkirakan bakal memakan waktu sekitar 1 bulan atau sekitar Januari 2010. Namun saat dikonfirmasi, SVP Investor Relations BUMI Dileep Srivastava belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
BUMI melalui Calipso saat memiliki 205.912.956 saham atau setara dengan 98,39% saham Herald melalui penawaran tender terakhir yang ditutup pada 20 Oktober 2009 pada harga AUD 0,93 per saham.
Berdasarkan peraturan Australian Stock Exchange (ASX) yang tertera dalam Corporations Act 2001, suatu perusahaan yang menguasai sedikitnya 91% saham emiten di ASX, wajib membeli saham yang belum dimiliki jika di antara pemegang saham ada yang hendak menjualnya.
Oleh karena Calipso memiliki 98,39% saham Herald, maka Calipso wajib melakukan pembelian jika sisa pemegang saham Herald memutuskan melepaskan kepemilikan sahamnya kepada Calipso. BUMI pun sejak 12 November 2009 membuka penawaran terhadap sisa 1,61% saham Herald di harga AUD 0,93 per saham. Saham Herald pun dihentikan sementara (suspensi) hingga saat ini.
Sebelumnya Dileep memang pernah mengatakan kalau BUMI berencana melakukan delisting saham Herald begitu 100% sahamnya dikuasai oleh Callipso. Kini, setelah 100% saham dikuasai, BUMI memulai proses delisting Herald dari ASX.
Herald merupakan pemilik 80% saham di proyek Dairi. Sisanya sebesar 20% dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Proyek Dairi memiliki tambang dengan kandungan seng (zinc ) dan timbal (lead ) terbesar di dunia yang berlokasi di Sumatera Utara. Namun hingga saat ini, proyek Dairi belum dapat dioperasikan lantaran belum mendapat izin dari Departemen Kehutanan. Manajemen BUMI memprediksi izin operasi akan keluar sekitar triwulan I-2010.
BUMI pun telah menyiapkan dana sebesar US$ 211 juta untuk eksplorasi dan pengembangan yang diperkirakan membutuhkan waktu 20 bulan. BUMI memperkirakan proyek ini beroperasi di 2011.
Dengan investasi sebesar US$ 211 juta, BUMI memproyeksikan peningkatan EBITDA sebesar US$ 150 juta per tahun dari proyek Dairi.
(dro/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
