Dubai Investasi US$ 5 Miliar Bangun Jalur KA dan Fasilitas Industri di Kaltim
Selasa, 15/12/2009 19:05 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Indonesia dan Dubai melakukan kerjasama pembangunan jalur kereta api swasta pertama di Indonesia sepanjang 130 km dan fasilitas industri di Kalimantan Timur dengan nilai investasi sebesar US$ 5 miliar.
Kerjasama ini diumumkan dalam pertemuan antara Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Putra Mahkota dan Wakil Penguasa Ras Al Khaimah HH Sheikh Saud Bin Saqr Al Qasimi, saat kunjungan Presiden SBY ke Dubai.
"Kerja sama ini akan menciptakan beragam manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah di Kalimantan Timur. Selain itu, juga menciptakan dampak positif bagi penanaman modal dari Timur Tengah di masa depan," kata Presiden Yudhoyono seperti dikutip dari siaran pers yang diterbitkan MEC Holdings, Selasa (15/12/2009).
MEC Coal dan MEC Infra, perusahaan patungan antara Otoritas Investasi Ras Al Khaimah dan MEC Holdings telah mengajukan proposal pembangunan jalur kereta api sepanjang 130 km untuk memfasilitasi transportasi bahan mentah dan produk jadi dari dan ke Kabupaten Kutai Timur di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.
Menurut Presiden Yudhoyono, kerja sama ini akan menciptakan beragam manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah di Kalimantan Timur. Selain itu, juga menciptakan dampak positif bagi penanaman modal dari Timur Tengah di masa depan.
Pertambangan dan jalan kereta api MEC berperan sangat penting terhadap pembangunan beragam fasilitas komplek industri terpadu yang di dalamnya termasuk pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batu bara dari tambang MEC, pabrik pengolahan smelter alumunium, pabrik pupuk, dan terminal bongkar muat batubara kapasitas tinggi dengan total investasi senilai US$5 miliar.
"Jenis inisiatif proyek publik-swasta, Timur Tengah dan Indonesia ini adalah contoh luar biasa atas apa yang dapat dicapai saat seluruh aspek fundamental yang ada dapat diterima oleh seluruh pihak yang terlibat. Proyek ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat Kalimantan Timur, sementara pada saat yang sama dapat melayani kebutuhan energi kawasan negara-negara sekitar, khususnya India dan China," tutur HH Sheikh Saud.
MEC Infra akan menginvestasikan US$1 miliar untuk membangun koridor jalur kereta api sepanjang 130 kilometer yang menghubungkan lokasi pertambangan di Muara Wahau ke wilayah perairan laut Bengalon.
Terlepas dari persepsi tertentu tentang Indonesia, MEC Infra dapat membeli dan melakukan pembebasan lahan untuk keseluruhan koridor jalur kereta api sepanjang 130 km tersebut dalam beberapa bulan.
Pertambangan dan jalan kereta api MEC berperan sangat penting terhadap pembangunan beragam fasilitas komplek industri terpadu yang di dalamnya termasuk pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batubara dari tambang MEC, pabrik pengolahan smelter alumunium, pabrik pupuk, dan terminal bongkar muat batubara kapasitas tinggi dengan total investasi senilai US$5 miliar.
(dnl/dro)
Kerjasama ini diumumkan dalam pertemuan antara Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Putra Mahkota dan Wakil Penguasa Ras Al Khaimah HH Sheikh Saud Bin Saqr Al Qasimi, saat kunjungan Presiden SBY ke Dubai.
"Kerja sama ini akan menciptakan beragam manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah di Kalimantan Timur. Selain itu, juga menciptakan dampak positif bagi penanaman modal dari Timur Tengah di masa depan," kata Presiden Yudhoyono seperti dikutip dari siaran pers yang diterbitkan MEC Holdings, Selasa (15/12/2009).
MEC Coal dan MEC Infra, perusahaan patungan antara Otoritas Investasi Ras Al Khaimah dan MEC Holdings telah mengajukan proposal pembangunan jalur kereta api sepanjang 130 km untuk memfasilitasi transportasi bahan mentah dan produk jadi dari dan ke Kabupaten Kutai Timur di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.
Menurut Presiden Yudhoyono, kerja sama ini akan menciptakan beragam manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah di Kalimantan Timur. Selain itu, juga menciptakan dampak positif bagi penanaman modal dari Timur Tengah di masa depan.
Pertambangan dan jalan kereta api MEC berperan sangat penting terhadap pembangunan beragam fasilitas komplek industri terpadu yang di dalamnya termasuk pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batu bara dari tambang MEC, pabrik pengolahan smelter alumunium, pabrik pupuk, dan terminal bongkar muat batubara kapasitas tinggi dengan total investasi senilai US$5 miliar.
"Jenis inisiatif proyek publik-swasta, Timur Tengah dan Indonesia ini adalah contoh luar biasa atas apa yang dapat dicapai saat seluruh aspek fundamental yang ada dapat diterima oleh seluruh pihak yang terlibat. Proyek ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat Kalimantan Timur, sementara pada saat yang sama dapat melayani kebutuhan energi kawasan negara-negara sekitar, khususnya India dan China," tutur HH Sheikh Saud.
MEC Infra akan menginvestasikan US$1 miliar untuk membangun koridor jalur kereta api sepanjang 130 kilometer yang menghubungkan lokasi pertambangan di Muara Wahau ke wilayah perairan laut Bengalon.
Terlepas dari persepsi tertentu tentang Indonesia, MEC Infra dapat membeli dan melakukan pembebasan lahan untuk keseluruhan koridor jalur kereta api sepanjang 130 km tersebut dalam beberapa bulan.
Pertambangan dan jalan kereta api MEC berperan sangat penting terhadap pembangunan beragam fasilitas komplek industri terpadu yang di dalamnya termasuk pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batubara dari tambang MEC, pabrik pengolahan smelter alumunium, pabrik pupuk, dan terminal bongkar muat batubara kapasitas tinggi dengan total investasi senilai US$5 miliar.
(dnl/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:13 WIB
Asing Jual Saham Rp 970 Miliar, IHSG Jatuh 2%
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
