Pakai Produk Lokal, Direksi BUMN Bakal Dapat Skor Tambahan
Rabu, 16/12/2009 09:19 WIB
Mustafa Abubakar (Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana memasukan indikator penggunaan barang dalam negeri dalam kegiatan operasional plat merah pada key performance indicator jajaran direksi.
Menurut Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemakaian barang produksi dalam negeri dan menggerakan sektor riil.
"Nanti kita berikan guidance kepada mereka (direksi BUMN) ada satu indikator baru. Semakin banyak menggunakan produk dalam negeri, makin mendapat skor lebih tinggi," ujarnya di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Ia mengatakan, saat ini sudah banyak perusahaan plat merah yang memakai produk dalam negeri dalam kegiatan operasionalnya. Dengan adanya indikator baru ini, diharapkan penggunaannya akan maksimal.
Mustafa menambahkan, penggunaan produk dalam negeri salah satunya bisa terlihat dalam program revitalisasi pabrik gula.
"Itu sudah kita putuskan dengan Menperin, kita bertekad semaksimal mungkin, yang bisa tersedia di dalam negeri diutamakan. Yang tidak bisa digunakan dari dalam negeri kita usahakan dari luar," imbuhnya.
Menurutnya, penggunaan barang dalam negeri ini tidak hanya berlaku di satu sektor, tetapi di sektor industri lain seperti sektor pangan, perdagangan, sektor industri dasar dan sebagainya.
(ang/qom)
Menurut Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemakaian barang produksi dalam negeri dan menggerakan sektor riil.
"Nanti kita berikan guidance kepada mereka (direksi BUMN) ada satu indikator baru. Semakin banyak menggunakan produk dalam negeri, makin mendapat skor lebih tinggi," ujarnya di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Ia mengatakan, saat ini sudah banyak perusahaan plat merah yang memakai produk dalam negeri dalam kegiatan operasionalnya. Dengan adanya indikator baru ini, diharapkan penggunaannya akan maksimal.
Mustafa menambahkan, penggunaan produk dalam negeri salah satunya bisa terlihat dalam program revitalisasi pabrik gula.
"Itu sudah kita putuskan dengan Menperin, kita bertekad semaksimal mungkin, yang bisa tersedia di dalam negeri diutamakan. Yang tidak bisa digunakan dari dalam negeri kita usahakan dari luar," imbuhnya.
Menurutnya, penggunaan barang dalam negeri ini tidak hanya berlaku di satu sektor, tetapi di sektor industri lain seperti sektor pangan, perdagangan, sektor industri dasar dan sebagainya.
(ang/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:13 WIB
Asing Jual Saham Rp 970 Miliar, IHSG Jatuh 2%
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
