Aturan FTA Disiapkan, 8.000 Komoditas Bebas Bea Masuk
Rabu, 16/12/2009 18:43 WIB
Foto: dok.detikcom
Jakarta - Pemerintah terbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) H-5 sebelum pelaksanaan Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China pada 1 Januari 2010.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu di Departemen Keuangan Jalan Wahidin, Jakarta, sore ini (16/12/2009).
"Pokoknya 5 hari sebelum 1 Januari," tegas Anggito.
Anggito menyatakan PMK ini tetap akan diterbitkan sebagai perwujudan niat baik Departemen Keuangan dalam pelaksanaan program pemerintah. Pembahasan PMK ini dari sisi kepentingan nasional sudah selesai di Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian.
"Kita kan keluarkan sebagai niat baik kita sesuai dengan komitmen untuk menunjukkan good will kita. Baik komitmen di tingkat leader maupun menteri bahwa kita akan laksanakan sesuai jadwal," ujar Anggito.
Anggito menjelaskan dengan adanya FTA ini, ada sekitar 8.000 komoditas yang akan dibebaskan bea masuk antar anggota ASEAN. Sedangkan untuk China, tambahnya, bea masuk hanya sekitar 3%.
"Ada yang dari 5% ke 0%, ada yang dari 2,5% ke 0%. Itu untuk ASEAN saja. Kalau untuk China hampir 3%," paparnya.
Mengenai sisi penerimaan, Anggito menegaskan tidak ada masalah. Pemerintah telah menghitung konsekuensi terhadap penerimaan negara. "Kalau itu tidak ada masalah. Kita sudah hitung dengan konsekuensi penerimaannya," tegas Anggito.
(nia/dnl)
Hal ini disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu di Departemen Keuangan Jalan Wahidin, Jakarta, sore ini (16/12/2009).
"Pokoknya 5 hari sebelum 1 Januari," tegas Anggito.
Anggito menyatakan PMK ini tetap akan diterbitkan sebagai perwujudan niat baik Departemen Keuangan dalam pelaksanaan program pemerintah. Pembahasan PMK ini dari sisi kepentingan nasional sudah selesai di Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian.
"Kita kan keluarkan sebagai niat baik kita sesuai dengan komitmen untuk menunjukkan good will kita. Baik komitmen di tingkat leader maupun menteri bahwa kita akan laksanakan sesuai jadwal," ujar Anggito.
Anggito menjelaskan dengan adanya FTA ini, ada sekitar 8.000 komoditas yang akan dibebaskan bea masuk antar anggota ASEAN. Sedangkan untuk China, tambahnya, bea masuk hanya sekitar 3%.
"Ada yang dari 5% ke 0%, ada yang dari 2,5% ke 0%. Itu untuk ASEAN saja. Kalau untuk China hampir 3%," paparnya.
Mengenai sisi penerimaan, Anggito menegaskan tidak ada masalah. Pemerintah telah menghitung konsekuensi terhadap penerimaan negara. "Kalau itu tidak ada masalah. Kita sudah hitung dengan konsekuensi penerimaannya," tegas Anggito.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
