Mandiri, PLN, dan BNI Terbitkan Obligasi Dolar di 2010
Kamis, 17/12/2009 11:03 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menerbitkan obligasi berdenominasi dolar AS pada tahun 2010. Dananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekspansi masing-masing perusahaan.
"Mandiri, BNI dan PLN, mereka sudah melapor akan menerbitkan obligasi dolar di 2010," ungkap Menneg BUMN Mustafa Abubakar di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD,
Jakarta, Kamis (17/12/2009).
Namun Mustafa belum bisa membeberkan angka pasti emisi obligasi dolar yang akan diterbitkan masing-masing perusahaan. Ia hanya bisa mengatakan kalau dananya
akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekspansi masing-masing perusahaan.
"Angkanya saya tidak bisa sebut. Tapi mereka sekarang sudah proses intensif dengan konsultan asing mereka. Rencananya terbit di 2010. Dananya untuk kebutuhan masing-masing, misalnya PLN untuk proyek 10 ribu MW dan sebagainya," ujarnya.
Selain obligasi dolar, Mustafa juga mengatakan kalau ketiganya juga akan menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah. "Mereka juga akan terbitkan obligasi rupiah. Sebagian ada yang sedang dalam proses terbit tahun ini, ada yang tahun depan," jelasnya.
Sebagai catatan, Mandiri akan menerbitkan obligasi subordinasi senilai Rp 3 triliun dan PLN akan menerbitkan obligasi serta sukuk senilai Rp 1,5 triliun. BNI hingga saat ini belum ada informasi akan menerbitkan obligasi rupiah.
(dro/dnl)
"Mandiri, BNI dan PLN, mereka sudah melapor akan menerbitkan obligasi dolar di 2010," ungkap Menneg BUMN Mustafa Abubakar di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD,
Jakarta, Kamis (17/12/2009).
Namun Mustafa belum bisa membeberkan angka pasti emisi obligasi dolar yang akan diterbitkan masing-masing perusahaan. Ia hanya bisa mengatakan kalau dananya
akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekspansi masing-masing perusahaan.
"Angkanya saya tidak bisa sebut. Tapi mereka sekarang sudah proses intensif dengan konsultan asing mereka. Rencananya terbit di 2010. Dananya untuk kebutuhan masing-masing, misalnya PLN untuk proyek 10 ribu MW dan sebagainya," ujarnya.
Selain obligasi dolar, Mustafa juga mengatakan kalau ketiganya juga akan menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah. "Mereka juga akan terbitkan obligasi rupiah. Sebagian ada yang sedang dalam proses terbit tahun ini, ada yang tahun depan," jelasnya.
Sebagai catatan, Mandiri akan menerbitkan obligasi subordinasi senilai Rp 3 triliun dan PLN akan menerbitkan obligasi serta sukuk senilai Rp 1,5 triliun. BNI hingga saat ini belum ada informasi akan menerbitkan obligasi rupiah.
(dro/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:13 WIB
Asing Jual Saham Rp 970 Miliar, IHSG Jatuh 2%
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
55 Komentar
-
54 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
