PPATK Serahkan Data Aliran Dana Century 3 Lapis ke DPR
Kamis, 17/12/2009 15:55 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan (PPATK) menyerahkan data aliran dana deposan Bank Century pasca bailout hingga 3 lapis. Data tersebut disampaikan PPATK dalam amplop tertutup kepada Pansus Hak Angket Century DPR.
Di dalam amplop tersebut berisi data-data berupa nama nasabah, latar belakang (background) penyimpangan yang dilakukan dan besaran dana yang ditarik setelah bailout dilakukan.
Demikian dikatakan oleh Kepala PPATK Yunus Husein usai bertemu Pansus Hak Angket Bank Century di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/12/2009).
"Kita sampaikan kepada Pansus sama seperti yang kita sampaikan kepada BPK dan Polri. Karena Pansus memang belum mendapatkan. Aliran dana paling banyak sampai 2 layer (lapis) namun beberapa ada yang 3 lapis," ujar Yunus.
Dalam amplop tersebut dikatakan Yunus, terdapat laporan hasil analisis kepada Kapolri mengenai dugaan tindak pidana terkait Bank Century yang sudah lama kita berikan. "Ada 22 (dugaan pidana)," tutur Yunus.
Selain itu Yunus juga mengatakan terdapat 64 transaksi yang mencurigakan dalam data-data yang disampaikan kepada Pansus tersebut. Yunus menjelaskan dirinya hanya belum bisa menyampaikan data dana nasabah secara terbuka karena sesuai dengan fatwa MA.
"Sesuai dengan fatwa dari MA, harus disampaikan secara rahasia. Itu fatwa MA, jadi kalau bukan sidang tertutup ya disampaikan dalam amplop tertutup. Kali ini memang pilihannya adalah amplop tertutup, jadi sidangnya tetap terbuka," ungkap Yunus.
(dru/dnl)
Di dalam amplop tersebut berisi data-data berupa nama nasabah, latar belakang (background) penyimpangan yang dilakukan dan besaran dana yang ditarik setelah bailout dilakukan.
Demikian dikatakan oleh Kepala PPATK Yunus Husein usai bertemu Pansus Hak Angket Bank Century di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/12/2009).
"Kita sampaikan kepada Pansus sama seperti yang kita sampaikan kepada BPK dan Polri. Karena Pansus memang belum mendapatkan. Aliran dana paling banyak sampai 2 layer (lapis) namun beberapa ada yang 3 lapis," ujar Yunus.
Dalam amplop tersebut dikatakan Yunus, terdapat laporan hasil analisis kepada Kapolri mengenai dugaan tindak pidana terkait Bank Century yang sudah lama kita berikan. "Ada 22 (dugaan pidana)," tutur Yunus.
Selain itu Yunus juga mengatakan terdapat 64 transaksi yang mencurigakan dalam data-data yang disampaikan kepada Pansus tersebut. Yunus menjelaskan dirinya hanya belum bisa menyampaikan data dana nasabah secara terbuka karena sesuai dengan fatwa MA.
"Sesuai dengan fatwa dari MA, harus disampaikan secara rahasia. Itu fatwa MA, jadi kalau bukan sidang tertutup ya disampaikan dalam amplop tertutup. Kali ini memang pilihannya adalah amplop tertutup, jadi sidangnya tetap terbuka," ungkap Yunus.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:13 WIB
Asing Jual Saham Rp 970 Miliar, IHSG Jatuh 2%
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
55 Komentar
-
54 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
