Pengusaha Minta BPOM Siaga Satu Hadapi FTA ASEAN-China
Kamis, 17/12/2009 18:27 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pengusaha sektor kosmetik dan jamu dalam negeri saat ini hanya mengandalkan kemampuan Badan Pangawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menyaring limpahan produk-produk China akibat dari Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China tahun depan. Pengusaha meminta agar BPOM siaga satu, bisakah?
"Sekarang ini memang impor (kosmetik) tidak deras masuk. Kalau adanya FTA maka akan deras, apakah aparat BPOM cukup untuk menangani itu. Apakah secepat itu langsung rekrut 10.000 orang," kata Ketua Bidang Industri Perdagangan GP Jamu dan Ketua Perkosmi Putri K. Wardani saat ditemui di kantor APINDO, Jakarta, Kamis (17/12/2009).
Putri menjelaskan pelaksanaan pelaksanaan perdagangan bebas memungkinkan produk-produk non standar dari China dan negara-negara ASEAN lainnya bisa masuk deras. Hal ini hanya bisa diatasi dengan penanganan razia di lapangan oleh BPOM termasuk untuk produk kosmetik, jamu, makanan, dan lain-lain.
"Jadi cuma satu harus periksa di lapangan sesuai standar keamanan di Indonesia," jelasnya.
Ia juga mengatakan peluang industri besar untuk menghadapi persaingan dengan produk-produk China relatif lebih kuat. Namun yang ia khawatirkan adalah industri-industri kecil dan menengah. "Yang saya khawatirkan adalah UMKM yang akan mati," katanya.
Putri menambahkan saat ini sebelum adanya FTA, pasar domestik untuk produk kosmetik sudah cukup banyak diserbu produk impor termasuk dari China bahkan banyak yang tidak berstandar. "Pasar kosmetik domestik Rp 30 triliun per tahun itu yang resmi, kalau yang tidak resmi itu samalah," katanya.
(hen/dnl)
"Sekarang ini memang impor (kosmetik) tidak deras masuk. Kalau adanya FTA maka akan deras, apakah aparat BPOM cukup untuk menangani itu. Apakah secepat itu langsung rekrut 10.000 orang," kata Ketua Bidang Industri Perdagangan GP Jamu dan Ketua Perkosmi Putri K. Wardani saat ditemui di kantor APINDO, Jakarta, Kamis (17/12/2009).
Putri menjelaskan pelaksanaan pelaksanaan perdagangan bebas memungkinkan produk-produk non standar dari China dan negara-negara ASEAN lainnya bisa masuk deras. Hal ini hanya bisa diatasi dengan penanganan razia di lapangan oleh BPOM termasuk untuk produk kosmetik, jamu, makanan, dan lain-lain.
"Jadi cuma satu harus periksa di lapangan sesuai standar keamanan di Indonesia," jelasnya.
Ia juga mengatakan peluang industri besar untuk menghadapi persaingan dengan produk-produk China relatif lebih kuat. Namun yang ia khawatirkan adalah industri-industri kecil dan menengah. "Yang saya khawatirkan adalah UMKM yang akan mati," katanya.
Putri menambahkan saat ini sebelum adanya FTA, pasar domestik untuk produk kosmetik sudah cukup banyak diserbu produk impor termasuk dari China bahkan banyak yang tidak berstandar. "Pasar kosmetik domestik Rp 30 triliun per tahun itu yang resmi, kalau yang tidak resmi itu samalah," katanya.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
