Burhanuddin: Saya Baru Kenal Robert Tantular di Tahanan
Senin, 21/12/2009 12:53 WIB
Foto: Herdaru/detikFinance
Jakarta - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah mengaku baru mengenal mantan pemilik Bank Century yaitu Robert Tantular saat di tahanan. Burhanuddin tidak mengenal Robert Tantular saat dirinya menjabat sebagai Gubernur BI.
"Seperti yang saya katakan, saya tidak kenal Robert Tantular dan tidak pernah ketemu. Saya ketemu Robert Tantular waktu ditahan di Mabes Polri. Waktu itu saya dikenalkan. Oh ini Robert Tantular. Nah saya baru kenal di situ," tuturnya saat rapat dengan Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, jakarta, Senin (21/12/2009).
Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin menjelaskan dalam proses merger 3 bank yaitu Bank CIC, Bank Danpac, dan Bank Pikko yang menghasilkan Bank Century, dirinya hanya menandatangani laporan merger tersebut.
"Kan persiapan dan persetujuan merger sudah diambil dalam Rapat Dewan Gubernur BI tahun 2001. Saya menerima laporan dengan semua catatan-catatan, ini sudah siap, itu sudah siap, dan saya bisa langsung menandatangani laporan merger tersebut. Yang melaporkan ke saya itu Ibu Siti Fadjrijah," paparnya.
Burhanuddin mengatakan, persetujuan merger 3 bank menjadi Bank Century ini adalah hasil Rapat Dewan Gubernur BI, dan bukan hasil keputusan salah satu dewan gubernur.
"Waktu itu Deputi Gubernur bidang sistem pembayaran Maulana Ibrahim mengatakan, nanti jika sudah dimerger akan lebih memudahkan sistem pembayaran," imbuhnya.
(dnl/qom)
"Seperti yang saya katakan, saya tidak kenal Robert Tantular dan tidak pernah ketemu. Saya ketemu Robert Tantular waktu ditahan di Mabes Polri. Waktu itu saya dikenalkan. Oh ini Robert Tantular. Nah saya baru kenal di situ," tuturnya saat rapat dengan Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, jakarta, Senin (21/12/2009).
Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin menjelaskan dalam proses merger 3 bank yaitu Bank CIC, Bank Danpac, dan Bank Pikko yang menghasilkan Bank Century, dirinya hanya menandatangani laporan merger tersebut.
"Kan persiapan dan persetujuan merger sudah diambil dalam Rapat Dewan Gubernur BI tahun 2001. Saya menerima laporan dengan semua catatan-catatan, ini sudah siap, itu sudah siap, dan saya bisa langsung menandatangani laporan merger tersebut. Yang melaporkan ke saya itu Ibu Siti Fadjrijah," paparnya.
Burhanuddin mengatakan, persetujuan merger 3 bank menjadi Bank Century ini adalah hasil Rapat Dewan Gubernur BI, dan bukan hasil keputusan salah satu dewan gubernur.
"Waktu itu Deputi Gubernur bidang sistem pembayaran Maulana Ibrahim mengatakan, nanti jika sudah dimerger akan lebih memudahkan sistem pembayaran," imbuhnya.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:13 WIB
Asing Jual Saham Rp 970 Miliar, IHSG Jatuh 2%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
55 Komentar
-
54 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
