Pansus Diimbau Fokus Kejar Perampok Bank Century
Senin, 21/12/2009 13:06 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Ketua Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengharapkan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Century bisa menyelesaikan polemik kasus bank yang sekarang bernama Mutiara itu dengan fokus kepada perampoknya, bukan pengambil kebijakannya.
Menurutnya, Bank Century dan nasabahnya merupakan korban perampokan oleh mantan pemiliknya Robert Tantular.
"Jadi jangan lupa sama perampoknya. Cepat diselesaikan supaya Bank Mutiara bisa menjadi bank yang baik dan mengembalikan sebagian atau seluruh uang bailout-nya yang dulu," katanya di sela diskusi publik Membedah Bailout Bank Century di Hotel Nikko, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (21/12/2009).
Menurutnya, bank publik yang sudah diselamatkan itu masih menunggu hasil kerja Pansus supaya bisa kembali berjalan normal. Dengan berbagai polemik yang terjadi, Bank Mutiara akan sulit untuk mengembangkan diri.
"Hal ini (perampokan) sudah terjadi, maka usut sebaik mungkin agar bisa selamat melangkah ke depan. Para politisi harus melihat ini," tambahnya.
Ia mengatakan, jika diibaratkan bermain bola, jangka waktu pengusutan kasus ini sudah masuk injury time. Masyarakat terutama para pelaku pasar sudah tidak sabar menunggu skor akhir dari pertandingan bola itu, atau hasil nyata dari penyelidikan Century.
"Kalau main bola itu waktunya kan sudah hampir habis, sekarang sudah masuk injury time. Kita pelaku bisnis masih nunggu kapan ini mau selesai. Kalau teru-terusan wait and see kan jelek untuk investasi," imbuhnya.
(ang/dro)
Menurutnya, Bank Century dan nasabahnya merupakan korban perampokan oleh mantan pemiliknya Robert Tantular.
"Jadi jangan lupa sama perampoknya. Cepat diselesaikan supaya Bank Mutiara bisa menjadi bank yang baik dan mengembalikan sebagian atau seluruh uang bailout-nya yang dulu," katanya di sela diskusi publik Membedah Bailout Bank Century di Hotel Nikko, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (21/12/2009).
Menurutnya, bank publik yang sudah diselamatkan itu masih menunggu hasil kerja Pansus supaya bisa kembali berjalan normal. Dengan berbagai polemik yang terjadi, Bank Mutiara akan sulit untuk mengembangkan diri.
"Hal ini (perampokan) sudah terjadi, maka usut sebaik mungkin agar bisa selamat melangkah ke depan. Para politisi harus melihat ini," tambahnya.
Ia mengatakan, jika diibaratkan bermain bola, jangka waktu pengusutan kasus ini sudah masuk injury time. Masyarakat terutama para pelaku pasar sudah tidak sabar menunggu skor akhir dari pertandingan bola itu, atau hasil nyata dari penyelidikan Century.
"Kalau main bola itu waktunya kan sudah hampir habis, sekarang sudah masuk injury time. Kita pelaku bisnis masih nunggu kapan ini mau selesai. Kalau teru-terusan wait and see kan jelek untuk investasi," imbuhnya.
(ang/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:13 WIB
Asing Jual Saham Rp 970 Miliar, IHSG Jatuh 2%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
55 Komentar
-
54 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
