SAT, Pejabat BI Paling Bertanggung Jawab Soal Bank Century
Senin, 21/12/2009 13:15 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Siapakah pejabat Bank Indonesia (BI) yang paling bertanggung jawab terhadap lemahnya pengawasan kepada Bank Century, serta memiliki peran penting terhadap kelahiran Bank Century hasil merger 3 bank?
Mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah buka suara. Menurutnya yang bertanggung jawab terhadap lemahnya pengawasan BI kepada Bank Century adalah Direktur Pengawasan Bank 1 BI berinisial SAT.
"Kalau soal Century, yang bertanggung jawab SAT tadi. Bahkan sampai saya jadi Gubernur pun, ada pelanggaran-pelanggaran lain yang dilakukannya (SAT) sesuai laporan BPK," tuturnya dalam rapat Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/12/2009).
Burhanuddin bercerita, dirinya kenal dengan SAT sebagai adik kelasnya di BI. "Saya angkatan keempat, dia angkatan kelima. Jabatan sebagai Direktur Pengawasan merupakan jabatan tertinggi dia. Dia itu di mata saya pintar dalam pekerjaan, sepanjang yang saya ketahui, dia itu baik," kisahnya.
Dirinya baru mengetahui SAT banyak melakukan manipulasi terkait Bank Century saat diwawancarai oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bulan November 2009.
"Saya baru mengetahui manipulasi yang dilakukannya pada waktu saya diwawancarai BPK, November 2009 kemarin. Menurut saya dia (SAT) melakukan hal yang tidak benar dan tidak patut dilakukan. Kalau teledor satu kali tidak apa-apa, tapi kalau berkali-kali saya sulit menerimanya," tuturnya.
Seperti diketahui, dalam laporan hasil audit investigasi BPK soal Century ditemukan, dalam keterangan dan Surat Gubernur BI (BA/Burhanuddin Abdullah) kepada Pjs Gubernur BI tanggal 2 November.
BA menyatakan dirinya tidak pernah memberikan disposisi yang menyatakan merger mutlak diperlukan dan BA juga menyatakan telah terjadi manipulasi oleh Direktur Direktorat Pengawasan Bank 1/DPwB1 (SAT) dalam catatan yang disampaikan kepada Deputi Gubernur Senior (AN/Anwar Nasution) dan Deputi Gubernur (AP/Aulia Pohan).
Dalam audit tersebut dikatakan, pada 6 Desember 2004 BI memberikan persetujuan merger kepada 3 bank tersebut. Pemberian persetujuan merger tersebut dipermudah berdasarkan catatan DPwB1 yang berinisial SAT kepada Deputi Gubernur (AP) dan Deputi Gubernur Senior (AN) pada 22 Juli 2004.
(dnl/qom)
Mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah buka suara. Menurutnya yang bertanggung jawab terhadap lemahnya pengawasan BI kepada Bank Century adalah Direktur Pengawasan Bank 1 BI berinisial SAT.
"Kalau soal Century, yang bertanggung jawab SAT tadi. Bahkan sampai saya jadi Gubernur pun, ada pelanggaran-pelanggaran lain yang dilakukannya (SAT) sesuai laporan BPK," tuturnya dalam rapat Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/12/2009).
Burhanuddin bercerita, dirinya kenal dengan SAT sebagai adik kelasnya di BI. "Saya angkatan keempat, dia angkatan kelima. Jabatan sebagai Direktur Pengawasan merupakan jabatan tertinggi dia. Dia itu di mata saya pintar dalam pekerjaan, sepanjang yang saya ketahui, dia itu baik," kisahnya.
Dirinya baru mengetahui SAT banyak melakukan manipulasi terkait Bank Century saat diwawancarai oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bulan November 2009.
"Saya baru mengetahui manipulasi yang dilakukannya pada waktu saya diwawancarai BPK, November 2009 kemarin. Menurut saya dia (SAT) melakukan hal yang tidak benar dan tidak patut dilakukan. Kalau teledor satu kali tidak apa-apa, tapi kalau berkali-kali saya sulit menerimanya," tuturnya.
Seperti diketahui, dalam laporan hasil audit investigasi BPK soal Century ditemukan, dalam keterangan dan Surat Gubernur BI (BA/Burhanuddin Abdullah) kepada Pjs Gubernur BI tanggal 2 November.
BA menyatakan dirinya tidak pernah memberikan disposisi yang menyatakan merger mutlak diperlukan dan BA juga menyatakan telah terjadi manipulasi oleh Direktur Direktorat Pengawasan Bank 1/DPwB1 (SAT) dalam catatan yang disampaikan kepada Deputi Gubernur Senior (AN/Anwar Nasution) dan Deputi Gubernur (AP/Aulia Pohan).
Dalam audit tersebut dikatakan, pada 6 Desember 2004 BI memberikan persetujuan merger kepada 3 bank tersebut. Pemberian persetujuan merger tersebut dipermudah berdasarkan catatan DPwB1 yang berinisial SAT kepada Deputi Gubernur (AP) dan Deputi Gubernur Senior (AN) pada 22 Juli 2004.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:13 WIB
Asing Jual Saham Rp 970 Miliar, IHSG Jatuh 2%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
55 Komentar
-
54 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
