Belajar Dari Century, Pembentukan OJK Semakin Diperlukan
Senin, 21/12/2009 14:52 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Lemahnya pengawasan Bank Indonesia (BI) terhadap perbankan terlihat jelas dalam kasus Bank Century. Karena itu pembentukan lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas dan regulator perbankan menjadi mutlak diperlukan.
Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Internal DPR untuk Angket Century, Deni Daruri di Hotel Nikko, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (21/12/2009).
"Pertama, punishment supaya dikasih penjeraan segera dipindahkan pengawasan, jangan di BI lagi sesuai dengan UU BI selambat-lambatnya 2010 harus ada lembaga
pengawas perbankan yang namanya otoritas jasa keuangan (OJK)," tandasnya.
Pembentukan OJK ini menurut Deni adalah sebagai hukuman bagi BI yang lemah di sektor pengawasan perbankan.
"Jadi untuk punishment kelembagaan harus segera bentuk OJK. Sembari berjalan DPR sedang ada Pansus Century, Komisi XI segera bentuk OJK paling lambat kan Desember 2010 apalagi ada kasus Bank Century bisa dipercepat," tuturnya.
Dengan berdirinya OJK, maka tugas pengawasan perbankan yang saat ini dipegang oleh BI harus diserahkan kepada OJK. BI hanya akan fokus dalam kebijakan-kebijakan dan pengawasan di bidang moneter.
(dnl/qom)
Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Internal DPR untuk Angket Century, Deni Daruri di Hotel Nikko, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (21/12/2009).
"Pertama, punishment supaya dikasih penjeraan segera dipindahkan pengawasan, jangan di BI lagi sesuai dengan UU BI selambat-lambatnya 2010 harus ada lembaga
pengawas perbankan yang namanya otoritas jasa keuangan (OJK)," tandasnya.
Pembentukan OJK ini menurut Deni adalah sebagai hukuman bagi BI yang lemah di sektor pengawasan perbankan.
"Jadi untuk punishment kelembagaan harus segera bentuk OJK. Sembari berjalan DPR sedang ada Pansus Century, Komisi XI segera bentuk OJK paling lambat kan Desember 2010 apalagi ada kasus Bank Century bisa dipercepat," tuturnya.
Dengan berdirinya OJK, maka tugas pengawasan perbankan yang saat ini dipegang oleh BI harus diserahkan kepada OJK. BI hanya akan fokus dalam kebijakan-kebijakan dan pengawasan di bidang moneter.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
