2/3 Investor Pasar Modal Berbendera Asing
Selasa, 22/12/2009 14:20 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Sebanyak 2/3 dari total investor pasar modal saat ini merupakan investor berbendera asing. Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah investor domestik bisa mencapai 1% dari jumlah penduduk.
"Saat ini jumlah investor lokal baru 300 ribu, sedangkan asing sudah mencapai 2/3 dari total investor. Harapannya porsi ini akan berubah tahun depan," ujar Direktur Pengawasan dan Pengaturan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wan Wei Yong dalam seminar pasar modal di hotel Ritz Calton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (22/12/2009).
Menurut Wei, BEI tengah melakukan berbagai upaya agar jumlah investor domestik bisa meningkat cepat dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu caranya adalah dengan mendorong fasilitas perdagangan secara online (online trading).
"Kami terus lakukan edukasi, dan melakukan sosialisasi STP (Straight Trough Processing), single ID, bahwa investasi di pasar modal terjamin dalam hal proteksi, juga dengan mendorong online trading," katanya.
BEI, menargetkan jumlah investor domestik yang bermain di pasar modal diharapkan akan meningkat menjadi 1% dari jumlah penduduk Indonesia. Itu berarti sekitar 2 - 2,5 juta penduduk yang menjadi investor.
"Ini berguna agar pasar modal mempunyai posisi tawar (bergining power) yang kuat, dan tidak rentan terkena dampak finansial global," ujarnya.
Wei mengatakan, pihak sekuritas atau broker juga siap mendukung peningkatan jumlah investor lokal yang ada di pasar modal. Langkah yang telah dilakukan adalah pelayanan investasi melalui online trading.
Saat ini, tren perubahan pelayanan investasi pasar modal berbasis IT sudah dilakukan beberapa sekuritas. Dan pola ini akan terus diikuti oleh sekuritas lain, karena terbukti berhasil menjaring investor baru, walaupun didominasi oleh riteler atau perseorangan.
"Saat ini investasi juga lebih mudah. Dengan strategi broker, yaitu uang Rp 5 juta sudah bisa melakukan perdagangan. Online trading jadi strategi yang tepat, maka pertumbuhan investor lokal akan terjadi," ujar pengamat pasar modal Haryajid Ramelan.
Ia mencontohkan, jumlah investor sebuah investor meningkat dari 3.000 menjadi 25 ribu investor setelah penerapan online trading. Dengan sistem online, terbukti bahwa menjadi investor bisa dilakukan dengan mudah dan murah.
(dro/dro)
"Saat ini jumlah investor lokal baru 300 ribu, sedangkan asing sudah mencapai 2/3 dari total investor. Harapannya porsi ini akan berubah tahun depan," ujar Direktur Pengawasan dan Pengaturan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wan Wei Yong dalam seminar pasar modal di hotel Ritz Calton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (22/12/2009).
Menurut Wei, BEI tengah melakukan berbagai upaya agar jumlah investor domestik bisa meningkat cepat dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu caranya adalah dengan mendorong fasilitas perdagangan secara online (online trading).
"Kami terus lakukan edukasi, dan melakukan sosialisasi STP (Straight Trough Processing), single ID, bahwa investasi di pasar modal terjamin dalam hal proteksi, juga dengan mendorong online trading," katanya.
BEI, menargetkan jumlah investor domestik yang bermain di pasar modal diharapkan akan meningkat menjadi 1% dari jumlah penduduk Indonesia. Itu berarti sekitar 2 - 2,5 juta penduduk yang menjadi investor.
"Ini berguna agar pasar modal mempunyai posisi tawar (bergining power) yang kuat, dan tidak rentan terkena dampak finansial global," ujarnya.
Wei mengatakan, pihak sekuritas atau broker juga siap mendukung peningkatan jumlah investor lokal yang ada di pasar modal. Langkah yang telah dilakukan adalah pelayanan investasi melalui online trading.
Saat ini, tren perubahan pelayanan investasi pasar modal berbasis IT sudah dilakukan beberapa sekuritas. Dan pola ini akan terus diikuti oleh sekuritas lain, karena terbukti berhasil menjaring investor baru, walaupun didominasi oleh riteler atau perseorangan.
"Saat ini investasi juga lebih mudah. Dengan strategi broker, yaitu uang Rp 5 juta sudah bisa melakukan perdagangan. Online trading jadi strategi yang tepat, maka pertumbuhan investor lokal akan terjadi," ujar pengamat pasar modal Haryajid Ramelan.
Ia mencontohkan, jumlah investor sebuah investor meningkat dari 3.000 menjadi 25 ribu investor setelah penerapan online trading. Dengan sistem online, terbukti bahwa menjadi investor bisa dilakukan dengan mudah dan murah.
(dro/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
