Politisasi Skandal Bank Century Bisa Menggangu Kredit Perbankan
Selasa, 22/12/2009 17:45 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Para profesional perbankan Indonesia berharap bahwa polemik Bank Century (sekarang Bank Mutiara) dapat segera diselesaikan melalui jalur hukum agar tidak berlarut-larut tanpa kejelasan. Politisasi kasus ini bisa menggangu kredit perbankan.
Menurut Vice President Investor Relation & Senior Economist PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Ryan Kiryanto, jika investor menarik dana mereka, maka tidak ada lagi masyarakat yang ingin mengambil kredit. Akibatnya, perbankan hanya jadi kasir saja karena uangnya masuk ke SBI (suku bunga Bank Indonesia).
"Jika penyelesaian lewat jalur politis, maka investasi tidak bergerak. Sedangkan perbankan mengikuti gerak laju dari inbestasi. Kalau investasi gerak, perbankan juga ikut gerak," kata Ryan dalam diskusi tentang prospek pasar modal tahun 2010 di Hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Selasa (22/12/2009).
Menurut Ryan, hanya ada dua aspek yang paling diperhatikan investor dalam menanamkan investasinya, yaitu kepastian hukum dan stabilitas politik.
Ia menuturkan, saat ini likuiditas perbankan Indonesia sangat prima. Ini dibuktikan dengan dana likuiditas yang mencapai Rp 1.850 triliun. Sementara kredit dan pembiayaan yang disalurkan masih Rp 1.360 triliun. Sisanya, Rp 490 triliun masih tersimpan di dalam bank.
"Jika digunakan, tentu harus sejalan dengan apa yang ditargetkan oleh pemerintah. Misalkan manufaktur atau infrastruktur, terserah saja. Bank akan mengikuti gerak ke sana. Namun pembiayaan yang saat ini diperlukan sebenarnya infrastruktur," jelasnya.
Para investor luar negeri, seperti yang diceritakan Ryan saat kunjungannya beberapa waktu lalu, belum banyak mengetahui dan bertanya soal kisruh Century. Hingga investasi di Indonesia masih dianggap aman.
Namun satu bulan kebelakang, investor sudah mulai mengambil sikap dalam berinvestasi. Seiring berlarutnya penyelesaian kisruh bailout Century Rp 6,8 triliun.
"Ini sangat berbahaya jika investor menahan diri untuk tidak berinvestasi," terang Ryan
Namun tetap saja, para profesional perbankan tetap menatap optimisme tinggi atas pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan. Penyebabnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di urutan ketiga setelah Cina dan India. Hingga triwulan II-2009, ekonomi Cina tumbuh 7,9 %, India tumbuh 6,1%. Sedangkan ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 4 %.
Dia menambahkan, pertumbuhan kredit pada 2010 bisa mencapai 15 %. Hal ini dikarenakan besaran angka tersebut sudah berada dalam genggaman. Sedangkan jika infrastruktur semakin membaik, perbankan berharap kredit bisa tumbuh 20 %.
Namun perlu diwaspadai dengan masuknya bank asing masuk ke Indonesia. "Mereka dapat saja membuka gerai dengan menawarkan bunga kredit yang lebih rendah dan bagi para nasabah," imbuhnya.
(wep/dro)
Menurut Vice President Investor Relation & Senior Economist PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Ryan Kiryanto, jika investor menarik dana mereka, maka tidak ada lagi masyarakat yang ingin mengambil kredit. Akibatnya, perbankan hanya jadi kasir saja karena uangnya masuk ke SBI (suku bunga Bank Indonesia).
"Jika penyelesaian lewat jalur politis, maka investasi tidak bergerak. Sedangkan perbankan mengikuti gerak laju dari inbestasi. Kalau investasi gerak, perbankan juga ikut gerak," kata Ryan dalam diskusi tentang prospek pasar modal tahun 2010 di Hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Selasa (22/12/2009).
Menurut Ryan, hanya ada dua aspek yang paling diperhatikan investor dalam menanamkan investasinya, yaitu kepastian hukum dan stabilitas politik.
Ia menuturkan, saat ini likuiditas perbankan Indonesia sangat prima. Ini dibuktikan dengan dana likuiditas yang mencapai Rp 1.850 triliun. Sementara kredit dan pembiayaan yang disalurkan masih Rp 1.360 triliun. Sisanya, Rp 490 triliun masih tersimpan di dalam bank.
"Jika digunakan, tentu harus sejalan dengan apa yang ditargetkan oleh pemerintah. Misalkan manufaktur atau infrastruktur, terserah saja. Bank akan mengikuti gerak ke sana. Namun pembiayaan yang saat ini diperlukan sebenarnya infrastruktur," jelasnya.
Para investor luar negeri, seperti yang diceritakan Ryan saat kunjungannya beberapa waktu lalu, belum banyak mengetahui dan bertanya soal kisruh Century. Hingga investasi di Indonesia masih dianggap aman.
Namun satu bulan kebelakang, investor sudah mulai mengambil sikap dalam berinvestasi. Seiring berlarutnya penyelesaian kisruh bailout Century Rp 6,8 triliun.
"Ini sangat berbahaya jika investor menahan diri untuk tidak berinvestasi," terang Ryan
Namun tetap saja, para profesional perbankan tetap menatap optimisme tinggi atas pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan. Penyebabnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di urutan ketiga setelah Cina dan India. Hingga triwulan II-2009, ekonomi Cina tumbuh 7,9 %, India tumbuh 6,1%. Sedangkan ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 4 %.
Dia menambahkan, pertumbuhan kredit pada 2010 bisa mencapai 15 %. Hal ini dikarenakan besaran angka tersebut sudah berada dalam genggaman. Sedangkan jika infrastruktur semakin membaik, perbankan berharap kredit bisa tumbuh 20 %.
Namun perlu diwaspadai dengan masuknya bank asing masuk ke Indonesia. "Mereka dapat saja membuka gerai dengan menawarkan bunga kredit yang lebih rendah dan bagi para nasabah," imbuhnya.
(wep/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clark pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
55 Komentar
-
54 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
