detikfinance

Berjuang Keras Jelang Tutup, IHSG Bertahan di Zona Hijau

Indro Bagus SU - detikfinance
Rabu, 23/12/2009 16:11 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil tutup di zona positif setelah bertarung keras selama dua menit terakhir bolak-balik di zona negatif dan positif. Nilai transaksi pada perdagangan sesi II melonjak cukup besar didorong oleh ramainya transaksi di pasar negosiasi.

Pergerakan IHSG hari ini berjalan cukup lambat namun masih didominasi dengan perburuan saham-saham unggulan berkapitalisasi besar. Rentang pergerakan IHSG hari ini berkisar antara titik terendah di level 2.456,213 dan titik tertinggi di level 2.476,572.

Pada menit-menit terakhir menjelang penutupan, para penjual melakukan tekanan cukup keras. Namun para pembeli berhasil melakukan perlawanan.

Pada perdagangan Rabu (23/12/2009), IHSG ditutup menguat tipis 7,246 poin (0,29%) ke level 2.474,883. Indeks LQ 45 menguat tipis 1,690 poin (0,34%) ke level 488,038.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat. Bursa Jepang sudah meliburkan diri.
  • Indeks Komposit Shanghai naik 23,26 poin (0,76%) ke level 3.073,78.
  • Indeks Hang Seng naik 236,70 poin (1,12%) ke level 21.328,74.
  • Indeks KOSPI naik 5,81 poin (0,35%) ke level 1.661,35.
  • Indeks Straits Times naik 16,69 poin (0,59%) ke level 2.840,51.


Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar sebanyak 63.662 kali dengan volume 3,263 miliar saham senilai Rp 1,902 triliun. Sebanyak 74 saham naik, 105 saham turun dan 75 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang mengalami kenaikan harga antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 1.100 ke Rp 9.800, Anker Bir (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 62.000, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 30.600, Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 13.300, Mayora Indah (MYOR) naik Rp 300 ke Rp 4.275, Lonsum (LSIP) naik Rp 150 ke Rp 8.100, Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 11.150.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang mengalami penurunan harga antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 20.000, Astra International (ASII) turun Rp 100 ke Rp 34.000, Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 9.600, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 100 ke Rp 5.550, Sampoerna Agro (SGRO) turun Rp 50 ke Rp 2.550.


(dro/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?