Pengakuan Mantan Pemilik Century
Senin, 28/12/2009 10:30 WIB
Rafat Ali Rizvi (Ist)
Jakarta - Mantan pemilik Bank Century Rafat A. Rizvi buka mulut seputar kasus Bank Century yang menjadi isu nasional. Menurutnya, polemik seputar suntikan bailout Rp 6,7 triliun yang disuntikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak seharusnya menjadi fokus perhatian.
Rafat mengatakan, yang harus menjadi fokus masalah yang harus diselesaikan adalah penanganan dana-dana nasabah Bank Century yang digelapkan oleh Robert Tantular.
Pria kelahiran Tahlianwala, Pakistan, 22 Oktober 1960 pun beserta mantan pemilik Bank Century lainnya yaitu Hesham Al-Warraq membantah keras dituding ikut serta dalam penggelapan dana-dana nasabah Bank Century.
Berikut petikan wawancara tertulis detikFinance kepada mantan pemilik Bank Century Rafat Ali Rizvi melalui pesan elektronik:
Bagaimana anda melihat perkembangan kasus Bank Century di Indonesia?
Saya melihat pemberitaan mengenai Bank Century terlalu fokus untuk mencari siapa yang bersalah, dalam kaitan apakah keputusan bailout itu benar atau salah. Seharusnya fokus penyelidikan lebih kepada menemukan dimana uang yang telah dicuri oleh Robert Tantular, keluarga, serta kroninya.
Terlalu banyak waktu dihabiskan untuk mencari kesalahan Presiden SBY dan Wapres Boediono. Padahal saat itu keputusan dibuat berdasarkan laporan keuangan (balance sheet) 20 November 2008, sehingga mereka (pembuat keputusan) memperhitungkan, penyelamatan Bank century merupakan opsi yang paling murah.
Boediono dan Sri Mulyani adalah korban kebohongan Robert Tantular, sama seperti Hesham Al-Warraq (Mantan Pemilik Century) dan saya. Jika saja Pak Boediono dan Sri Mulyani sudah mengetahui bahwa sejumlah uang dengan jumlah signifikan dalam neraca serta uang deposito sudah dicuri oleh Robert dan keluarganya, mungkin mereka akan membuat keputusan yang berbeda.
Sebagai mantan pemilik Bank Century, anda saat ini dituduh berperan dalam penggelapan dana nasabah. Bagaimana pendapat anda? Apakah anda mengetahui manajemen Bank Century melakukan penyalahgunaan?
Hesham dan saya benar-benar menolak dituduh terlibat dalam hal ini (pencurian/penipuan). Sebaliknya, saya dan Hesham telah menghabiskan waktu, uang, dan berbagai upaya yang tidak sedikit (dengan sepengetahuan Bank Indonesia) untuk mencari solusi yang permanen mengatasi permasalahan Bank Century, di saat Robert, keluarga, dan kroninya secara sistematis melakukan penjarahan dan mencuri uang nasabah.
Mungkin cara terbaik untuk menggambarkan ini adalah, bagaimana dua orang yang tidak bisa berbahasa Indonesia (Hesham dan Saya), tidak punya akses untuk melihat operasional bank, tidak punya otoritas untuk memindahkan uang atau aset bank, dan hanya menghabiskan beberapa hari dalam 5 tahun kepemilikan di Bank Century bisa melakukan penipuan seperti yang dilakukan Robert. Mereka (Robert dan kroninya) hanya berupaya menyalahkan kami.
Tidak akan ada orang yang akan menerima tuduhan menyedihkan ini secara serius, jika mereka mengetahui bahwa tidak ada keputusan yang dibuat tanpa sepengetahuan Robert dan kroninya terkait operasional Bank Century. Tolong diperhatikan bahwa kami sudah mengirim surat pada Kepolisian Indonesia, pada dua kali kesempatan, bahwa kami berharap dapat mendampingi mereka atau pihak berwenang lainnya, memberi mereka bantuan yang kami bisa berikan dalam kondisi tertentu, sehingga penipuan yang dilakukan Robert dan keluarganya benar-benar dapat terungkap.
Dalam pandangan anda, siapakah yang paling bertanggung jawab terhadap kolapsnya Bank Century?
Jatuhnya Bank century sepenuhnya adalah kesalahan Robert Tantular, keluarga dan kroninya dalam bank itu. Laporan polisi membuat hal ini semakin jelas.
Apakah anda sudah mengetahui lama bahwa Robert Tantular melakukan penggelapan dana serta manipulasi di Bank Century?
Sayangnya, Hesham dan saya baru menemukan penggelapan uang yang dilakukan Tantular dan kondisi Century yang sebenarnya pada 20 November 2008. Sama seperti Pak Boediono dan Sri Mulyani yang menjadi korban kebohongan Tantular, keluarga, dan kroninya. Jika Hesham dan saya mengetahui kondisi yang sebenarnya, kami tidak akan mendukung Bank Century seperti yang telah kami lakukan saat itu.
Pada beberapa media di Indonesia, anda mengatakan Robert Tantular mempunyai hubungan khusus dengan Miranda S. Goeltom saat masih menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Bisa anda jelaskan?
Mengenai hubungan antara Robert dan Miranda Goeltom. Secara langsung memang saya tidak mengetahui hubungan keduanya sampai Robert -dan beberapa kroninya-bilang begitu pada saya. Robert bahkan menggambarkan hubungannya dengan Miranda sebagai "hubungan yang kuat."
Bagaimana hubungan anda dengan Robert Tantular? Apakah anda mempercayai dia sebagai rekan bisnis?
Hesham, saya, dan investor lainnya dulu mempercayai Tantular. Kami semua adalah investor pasif dan sama sekali tidak terlibat dalam operasi harian Bank Century. Tantular mengatakan untuk percaya padanya, dan itulah yang kami lakukan, dan ia membayar kepercayaan kami dengan merampok, tidak hanya dari kami, tapi juga dari investor lainnya, seperti nasabah PT Antaboga, juga penipuan-penipuan lain. Kami tidak pernah ada kontak dengan Tantular sejak ia ditahan tahun lalu.
Apakah anda bersedia memberikan penjelasan dan klarifikasi kepada masyarakat Indonesia mengenai kasus Bank Century?
Karena saya telah membalas e-mail Anda, saya akan sangat berterimakasih jika Anda dapat menjamin dapat memberitakan ini secara keseluruhan, dan menekankan pada pentingnya investigasi menyeluruh dimana uang yang dicuri Tantular, melalui Antaboga, juga transaksi komoditas palsu itu disimpan. Penyelidikan harus dilakukan akuntabel. Secara keseluruhan kami mendapatkan anggapan bahwa Tantular telah mencuri lebih dari US$ 500 juta dari Bank Century.
(dnl/qom)
Rafat mengatakan, yang harus menjadi fokus masalah yang harus diselesaikan adalah penanganan dana-dana nasabah Bank Century yang digelapkan oleh Robert Tantular.
Pria kelahiran Tahlianwala, Pakistan, 22 Oktober 1960 pun beserta mantan pemilik Bank Century lainnya yaitu Hesham Al-Warraq membantah keras dituding ikut serta dalam penggelapan dana-dana nasabah Bank Century.
Berikut petikan wawancara tertulis detikFinance kepada mantan pemilik Bank Century Rafat Ali Rizvi melalui pesan elektronik:
Bagaimana anda melihat perkembangan kasus Bank Century di Indonesia?
Saya melihat pemberitaan mengenai Bank Century terlalu fokus untuk mencari siapa yang bersalah, dalam kaitan apakah keputusan bailout itu benar atau salah. Seharusnya fokus penyelidikan lebih kepada menemukan dimana uang yang telah dicuri oleh Robert Tantular, keluarga, serta kroninya.
Terlalu banyak waktu dihabiskan untuk mencari kesalahan Presiden SBY dan Wapres Boediono. Padahal saat itu keputusan dibuat berdasarkan laporan keuangan (balance sheet) 20 November 2008, sehingga mereka (pembuat keputusan) memperhitungkan, penyelamatan Bank century merupakan opsi yang paling murah.
Boediono dan Sri Mulyani adalah korban kebohongan Robert Tantular, sama seperti Hesham Al-Warraq (Mantan Pemilik Century) dan saya. Jika saja Pak Boediono dan Sri Mulyani sudah mengetahui bahwa sejumlah uang dengan jumlah signifikan dalam neraca serta uang deposito sudah dicuri oleh Robert dan keluarganya, mungkin mereka akan membuat keputusan yang berbeda.
Sebagai mantan pemilik Bank Century, anda saat ini dituduh berperan dalam penggelapan dana nasabah. Bagaimana pendapat anda? Apakah anda mengetahui manajemen Bank Century melakukan penyalahgunaan?
Hesham dan saya benar-benar menolak dituduh terlibat dalam hal ini (pencurian/penipuan). Sebaliknya, saya dan Hesham telah menghabiskan waktu, uang, dan berbagai upaya yang tidak sedikit (dengan sepengetahuan Bank Indonesia) untuk mencari solusi yang permanen mengatasi permasalahan Bank Century, di saat Robert, keluarga, dan kroninya secara sistematis melakukan penjarahan dan mencuri uang nasabah.
Mungkin cara terbaik untuk menggambarkan ini adalah, bagaimana dua orang yang tidak bisa berbahasa Indonesia (Hesham dan Saya), tidak punya akses untuk melihat operasional bank, tidak punya otoritas untuk memindahkan uang atau aset bank, dan hanya menghabiskan beberapa hari dalam 5 tahun kepemilikan di Bank Century bisa melakukan penipuan seperti yang dilakukan Robert. Mereka (Robert dan kroninya) hanya berupaya menyalahkan kami.
Tidak akan ada orang yang akan menerima tuduhan menyedihkan ini secara serius, jika mereka mengetahui bahwa tidak ada keputusan yang dibuat tanpa sepengetahuan Robert dan kroninya terkait operasional Bank Century. Tolong diperhatikan bahwa kami sudah mengirim surat pada Kepolisian Indonesia, pada dua kali kesempatan, bahwa kami berharap dapat mendampingi mereka atau pihak berwenang lainnya, memberi mereka bantuan yang kami bisa berikan dalam kondisi tertentu, sehingga penipuan yang dilakukan Robert dan keluarganya benar-benar dapat terungkap.
Dalam pandangan anda, siapakah yang paling bertanggung jawab terhadap kolapsnya Bank Century?
Jatuhnya Bank century sepenuhnya adalah kesalahan Robert Tantular, keluarga dan kroninya dalam bank itu. Laporan polisi membuat hal ini semakin jelas.
Apakah anda sudah mengetahui lama bahwa Robert Tantular melakukan penggelapan dana serta manipulasi di Bank Century?
Sayangnya, Hesham dan saya baru menemukan penggelapan uang yang dilakukan Tantular dan kondisi Century yang sebenarnya pada 20 November 2008. Sama seperti Pak Boediono dan Sri Mulyani yang menjadi korban kebohongan Tantular, keluarga, dan kroninya. Jika Hesham dan saya mengetahui kondisi yang sebenarnya, kami tidak akan mendukung Bank Century seperti yang telah kami lakukan saat itu.
Pada beberapa media di Indonesia, anda mengatakan Robert Tantular mempunyai hubungan khusus dengan Miranda S. Goeltom saat masih menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Bisa anda jelaskan?
Mengenai hubungan antara Robert dan Miranda Goeltom. Secara langsung memang saya tidak mengetahui hubungan keduanya sampai Robert -dan beberapa kroninya-bilang begitu pada saya. Robert bahkan menggambarkan hubungannya dengan Miranda sebagai "hubungan yang kuat."
Bagaimana hubungan anda dengan Robert Tantular? Apakah anda mempercayai dia sebagai rekan bisnis?
Hesham, saya, dan investor lainnya dulu mempercayai Tantular. Kami semua adalah investor pasif dan sama sekali tidak terlibat dalam operasi harian Bank Century. Tantular mengatakan untuk percaya padanya, dan itulah yang kami lakukan, dan ia membayar kepercayaan kami dengan merampok, tidak hanya dari kami, tapi juga dari investor lainnya, seperti nasabah PT Antaboga, juga penipuan-penipuan lain. Kami tidak pernah ada kontak dengan Tantular sejak ia ditahan tahun lalu.
Apakah anda bersedia memberikan penjelasan dan klarifikasi kepada masyarakat Indonesia mengenai kasus Bank Century?
Karena saya telah membalas e-mail Anda, saya akan sangat berterimakasih jika Anda dapat menjamin dapat memberitakan ini secara keseluruhan, dan menekankan pada pentingnya investigasi menyeluruh dimana uang yang dicuri Tantular, melalui Antaboga, juga transaksi komoditas palsu itu disimpan. Penyelidikan harus dilakukan akuntabel. Secara keseluruhan kami mendapatkan anggapan bahwa Tantular telah mencuri lebih dari US$ 500 juta dari Bank Century.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
55 Komentar
-
54 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
