Pemerintah Kaji Ulang BMDTP 2010
Selasa, 29/12/2009 14:25 WIB
Foto: dok depkeu
Jakarta - Pemerintah akan segera mengkaji kembali Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) dalam APBN 2010 terkait pelaksanaan Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China yang akan diberlakukan pada 1 Januari 2010.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan BMDTP ini akan dilihat kembali sesuai dengan alokasi anggaran pada APBN 2010 yang telah disetujui DPR. Sampai saat ini, tidak ada input yang memengaruhi angkanya secara signifikan kecuali pelaksanaan FTA. Namun pihaknya, masih menunggu beberapa formula dari menteri yang terkait FTA ini.
"Dalam rangka menyambut FTA, kita akan tunggu beberapa formulasi dari tim ekonomi yaitu Menperin dengan Menko Perekonomian serta menteri terkait seperti menteri sektoral lain, kalaupun ada usulan baru ya nanti kita akan proses," jelasnya.
Hal serupa juga disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu. Menurutnya, BMDTP akan dikaji ulang pada 2010.
"Yang tahun 2009 akan direview," ujar Anggito saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, siang ini (29/12/2009).
Namun, Anggito menegaskan BMDTP tetap akan ada meskipun FTA sudah diberlakukan karena masih banyak produk yang diimpor di luar negara FTA.
"Untuk industri yang memasok kebutuhan umum, jasa publik, berdampak pada masyarakat banyak, pemerintah tetap melakukan intervensi, baik melalui subsidi atau BMDTP. Artinya kalau bisa dipasok dari dalam negeri kenapa harus impor," ujar Anggito.
(nia/qom)
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan BMDTP ini akan dilihat kembali sesuai dengan alokasi anggaran pada APBN 2010 yang telah disetujui DPR. Sampai saat ini, tidak ada input yang memengaruhi angkanya secara signifikan kecuali pelaksanaan FTA. Namun pihaknya, masih menunggu beberapa formula dari menteri yang terkait FTA ini.
"Dalam rangka menyambut FTA, kita akan tunggu beberapa formulasi dari tim ekonomi yaitu Menperin dengan Menko Perekonomian serta menteri terkait seperti menteri sektoral lain, kalaupun ada usulan baru ya nanti kita akan proses," jelasnya.
Hal serupa juga disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu. Menurutnya, BMDTP akan dikaji ulang pada 2010.
"Yang tahun 2009 akan direview," ujar Anggito saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, siang ini (29/12/2009).
Namun, Anggito menegaskan BMDTP tetap akan ada meskipun FTA sudah diberlakukan karena masih banyak produk yang diimpor di luar negara FTA.
"Untuk industri yang memasok kebutuhan umum, jasa publik, berdampak pada masyarakat banyak, pemerintah tetap melakukan intervensi, baik melalui subsidi atau BMDTP. Artinya kalau bisa dipasok dari dalam negeri kenapa harus impor," ujar Anggito.
(nia/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
55 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
