Penerimaan Bea dan Cukai 2009 Tidak Lebih Baik Dari 2008
Selasa, 29/12/2009 15:29 WIB
Foto: dok. detikFinance
Jakarta - Walaupun penerimaan Ditjen Bea Cukai (DJBC) telah melebihi target, tetapi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi menyatakan penerimaan tahun lalu lebih baik dibandingkan tahun ini. Hal tersebut disebabkan perekonomian Indonesia pada awal tahun 2008 belum terkena imbas krisis ekonomi.
"Tahun 2008 ekonominya kan lebih baik ya," ujar Anwar di Kantor Menko Perekonomian, Jalan lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (29/12/2009).
Penerimaan DJBC per 23 Desember 2009 telah surplus sebesar 2,38% atau sebesar Rp 1,714 triliun dari jumlah penerimaan sebesar Rp 73,782 triliun. Target penerimaan DJBC dalam APBN-P 2009 sebesar Rp 72,068 triliun.
Untuk bea masuk sudah mencapai 110,16% yaitu surplus Rp 1,638 triliun (10,16%). Target dalam APBN-P hanya sejumlah Rp 16,123 triliun sedangkan realisasinya Rp 17,762 triliun.
Penerimaan cukai surplus 1,68% atau sebesar Rp 916,145 miliar. Dengan target penerimaan sebesar Rp 54,545 trilun dan realisasinya yang mencapai Rp 55,461 triliun.
Namun, Anwar menyayangkan penerimaan bea keluar yang masih minus 60,02% atau kurang Rp 840,050 miliar. Hal ini karena ekspor tahun ini sedikit terganggu. Target penerimaan bea keluar pada APBN-P 2009 sebesar Rp 1,399 triliun sedangkan realisasinya hanya Rp 559,549 triliun atau 39,98%.
Tetapi angka ini, jelas Anwar sudah cukup baik dibandingkan tahun lalu. "Kalau penerimaan cukai bagusnya tahun 2009 ini dibanding tahun lalu," ujar Anwar.
(nia/ang)
"Tahun 2008 ekonominya kan lebih baik ya," ujar Anwar di Kantor Menko Perekonomian, Jalan lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (29/12/2009).
Penerimaan DJBC per 23 Desember 2009 telah surplus sebesar 2,38% atau sebesar Rp 1,714 triliun dari jumlah penerimaan sebesar Rp 73,782 triliun. Target penerimaan DJBC dalam APBN-P 2009 sebesar Rp 72,068 triliun.
Untuk bea masuk sudah mencapai 110,16% yaitu surplus Rp 1,638 triliun (10,16%). Target dalam APBN-P hanya sejumlah Rp 16,123 triliun sedangkan realisasinya Rp 17,762 triliun.
Penerimaan cukai surplus 1,68% atau sebesar Rp 916,145 miliar. Dengan target penerimaan sebesar Rp 54,545 trilun dan realisasinya yang mencapai Rp 55,461 triliun.
Namun, Anwar menyayangkan penerimaan bea keluar yang masih minus 60,02% atau kurang Rp 840,050 miliar. Hal ini karena ekspor tahun ini sedikit terganggu. Target penerimaan bea keluar pada APBN-P 2009 sebesar Rp 1,399 triliun sedangkan realisasinya hanya Rp 559,549 triliun atau 39,98%.
Tetapi angka ini, jelas Anwar sudah cukup baik dibandingkan tahun lalu. "Kalau penerimaan cukai bagusnya tahun 2009 ini dibanding tahun lalu," ujar Anwar.
(nia/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
55 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
