detikfinance

Israel Masih Dilarang Investasi di Indonesia

Ramdhania El Hida - detikfinance
Kamis, 31/12/2009 11:16 WIB
Jakarta - Israel masih terlarang untuk menanamkan investasinya ke Indonesia. Hal itu bukan karena hubungan diplomatik yang belum terjalin antara Indonesia dengan negara tersebut, melainkan lebih terhadap gejolak yang akan timbul di masyarakat jika hal tersebut terjadi.

Hal ini disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Rabu (30/12/2009).

"Kita dengan Taiwan tidak ada hubungan diplomatik. Tapi banyak investor Taiwan di sini. Itu bukan pembatasan. Tapi kalau Israel ke sini nanti Pak Tifatul (Menkominfo) marah, ramai lagi," jelas Hatta.

Hatta menambahkan sejauh ini hubungan diplomasi Indonesia dengan Israel memang belum terjalin. Bahkan paspor warga Indonesia saja tidak berlaku ke Israel.

"Paspor kita saja tertulis tidak berlaku untuk ke Israel. Itu maksudnya apa? Berarti tidak boleh," ungkap Hatta.

Mengenai sebagian saham Carrefour yang dimiliki oleh BUMN Israel, Hatta mengatakan bahwa hal itu menjadi urusan Komisi Pengawas Persaingan usaha.

"Itu kan soal persaingan usaha, itu urusan KPPU. Tapi kalau terjadi persaingan usaha tidak sehat, itu urusannya dengan KPPU," tambahnya.

Seperti diketahui, Perusahaan Israel, Koor Industries Ltd menambah kepemilikan sahamnya di Carrefour SA. Koor membayar 3% saham peritel asal Prancis itu pada harga 3,5 miliar shekel atau sekitar US$ 886 juta pada Juni lalu.

Dengan tambahan kepemilikan ini, maka Koor akan menjadi pemegang saham terbesar kedua Carrefour SA setelah Blue Capital yang kini menguasai 13,55% saham Carrefour.

Terkait Daftar Investasi Negatif (DNI) Indonesia saat ini, Hatta menyatakan sudah selesai dibahas dan bisa segera dilaporkan. Yang jelas pada DNI kali ini, pemerintah lebih memberikan kepastian pada para investor.

"Sama seperti yang dulu. Kalau yang dulu lebih banyak grey area. Sekarang menjadi lebih pasti," jelas Hatta.



(nia/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?