detikfinance

Pensiun dari BC, Anwar Suprijadi Mau Nyuci Demi Garis Tangan

Ramdhania El Hida - detikfinance
Jumat, 01/01/2010 09:40 WIB
Anwar Suprijadi (dok detikFinance)
Jakarta - Anwar Suprijadi akhirnya melepaskan jabatannya sebagai Dirjen Bea Cukai setelah sempat diperpanjang selama setahun. Selesai mengemban jabatan, Anwar Suprijadi mengaku selanjutnya ingin menikmati hidup. Termasuk ingin bantu-bantu mencuci baju di rumah untuk mengubah garis tangan.

Pekerjaan ini rupanya juga sering ia lakukan jika ada waktu luang di sela-sela kesibukannya menjaga perbatasan negara dari penyelundupan dan memungut bea dan cukai dari para eksportir dan importir.

"Saya selesai tugas ini di rumah saja, bantu-bantu bersih-bersih rumah, nyuci-nyuci, sudah biasa juga kok di rumah nyuci-nyuci, kan supaya garis tangan berubah," celetuk Anwar saat ditemui seusai serah terima jabatan dengan Dirjen Bea dan Cukai yang baru Thomas Sugijata, di Graha Sawala Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis malam (31/12/2009).

Selain itu, Anwar menyatakan belum memiliki rencana apa-apa usai pensiunnya dari Ditjen Bea Cukai. Ia hanya ingin menikmati hidup bersama keluarga dan khusnul khatimah (akhir yang baik).

"Saya belum ada rencana, menikmati hidup dulu bersama anak-cucu kecuali nanti dipanggil lagi untuk tugas negara ya harus siap. Selain itu, keinginan saya husnul khatimah," ungkap Anwar.

Menurut Anwar, keinginannya untuk berkumpul bersama keluarga ini sudah lama didambakannya karena belum bisa tercapai. Hal ini disebabkan kesibukan Anwar mengabdi kepada negara selama 37 tahun dalam berbagai jabatan yang pernah diembannya pada pemerintahan.

"Saya 37 tahun mengabdi kepada negara, saya kaget-kaget saja tiba-tiba anak-anak sudah kawin, sudah punya anak," ujarnya.

Anwar mengungkapkan dari berbagai jabatan di pemerintahan yang pernah dipegannya, yang paling berkesan adalah menjadi Dirjen Bea dan Cukai karena begitu rumit dan bergelut dengan berbagai kepentingan. Namun, Anwar menyanggah jika jabatan Dirjen Bea Cukai merupakan "lahan basah" untuk dirinya karena dia tidak pernah memanfaatkan jabatan itu untuk mencari keuntungan.

"Kalau disebut Bea Cukai sumbernya duit, basah, saya tidak pernah kebanjiran kok... Kuncinya adalah leadership dan keberanian. Bisa memberi contoh. Pemimpin kalau tidak bisa melakukan hal itu, ya sulit lah," jelasnya.

Walaupun Anwar telah masuk masa pensiun, tetapi dirinya tidak akan serta merta menghentikan aktivitasnya. Dirinya akan mencari kesibukan lain di luar tugas-tugasnya dalam pemerintahan.

"Istirahat? Enggak lha. Orang yang biasa sibuk, tidak bisa istirahat," tegas Anwar.


(nia/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?