FTA ASEAN-China Tak Melulu Negatif
Rabu, 06/01/2010 20:38 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menegaskan Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China tidak selalu membawa dampak negatif bagi Indonesia. Jika bisa membaca peluang, FTA ini juga dapat digunakan sebagai momentum untuk menarik investor asing.
Hal ini disampaikannya saat ditemui usai serah terima jabatan Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Rabu (6/1/2010).
"FTA ASEAN-China itu juga akan membuat peluang kita untuk menarik investasi," ujarnya.
Menurut Mahendra, hasil dari investasi tersebut dapat diputar lagi untuk mengekspor barang-barang ke negara yang tidak menjadi peserta FTA ASEAN-China. "FTA ASEAN-FTA bisa meningkatkan ekspor. Itu yang sifatnya jangka panjang," tegasnya.
Mahendra menyatakan pada gilirannya pemerintah harus segera fokus memanfaatkan peluanga yang ada. Oleh karena itu, lanjutnya, perlu disiapkan langkah-langkah untuk memanfaatkan peluang tersebut. Selain komoditi, lanjut Mahendra, Indonesia juga dapat mengandalkan pada sektor elektronik.
"Jadi jangan dilihat item per item. Beberapa barang elektronik kita bahkan menembus pasar China. Tapi kalau dilihat kita itu cukup lengkap produknya, dan tetap harus diperbanyak diversifikasi produk unggulan itu," jelasnya.
(nia/dnl)
Hal ini disampaikannya saat ditemui usai serah terima jabatan Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Rabu (6/1/2010).
"FTA ASEAN-China itu juga akan membuat peluang kita untuk menarik investasi," ujarnya.
Menurut Mahendra, hasil dari investasi tersebut dapat diputar lagi untuk mengekspor barang-barang ke negara yang tidak menjadi peserta FTA ASEAN-China. "FTA ASEAN-FTA bisa meningkatkan ekspor. Itu yang sifatnya jangka panjang," tegasnya.
Mahendra menyatakan pada gilirannya pemerintah harus segera fokus memanfaatkan peluanga yang ada. Oleh karena itu, lanjutnya, perlu disiapkan langkah-langkah untuk memanfaatkan peluang tersebut. Selain komoditi, lanjut Mahendra, Indonesia juga dapat mengandalkan pada sektor elektronik.
"Jadi jangan dilihat item per item. Beberapa barang elektronik kita bahkan menembus pasar China. Tapi kalau dilihat kita itu cukup lengkap produknya, dan tetap harus diperbanyak diversifikasi produk unggulan itu," jelasnya.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:31 WIB
Garuda Bidik Load Factor Penumpang Jakarta-Taipei 80%
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
57 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
