detikfinance

Pekan Pertama 2010, Penerimaan Bea Masuk Impor Turun 48,32%

Ramdhania El Hida - detikfinance
Jumat, 08/01/2010 13:09 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Penerimaan bea masuk pada minggu pertama tahun ini menurun sekitar 48,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun ini kesepakatan ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA) dijalankan, banyak tarif bea masuk barang impor dari China atau ASEAN ke Indonesia yang dihapus.

Demiian perhitungan kasar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang disampaikan Kepala Biro Humas DJBC Evy Suhartantyo kepada detikfinance , Jumat (8/1/2010).

Evy menyatakan penerimaan bea masuk hingga minggu pertama 2010 sebesar Rp 136,65 miliar. Angka ini menurun sekitar 48,32% dari penerimaan bea masuk periode tahun lalu yang sebesar Rp 264,42 miliar,

"Tapi ini belum perhitungan semua kantor, jadi harus kita hitung secara rinci dulu," ujarnya.

Evy menambahkan target penerimaan bea masuk tahun ini 2010 sebesar Rp 16,569 miliar dan belum termasuk bea masuk ditanggung pemerintah (BM DTP) Rp 3 triliun tahun ini

Target penerimaan cukai pada tahun 2010 sebesar Rp 57,2 triliun, sedangkan bea keluar sebesar Rp 7 triliun.

Evy juga menyampaikan realisasi penerimaan bea cukai sampai tanggal 4 Januari 2010 untuk bea masuk Rp 71,253 miliar, cukai Rp322,764 miliar dan bea keluar sebesar Rp1,694 miliar.



(nia/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.