detikfinance

Utang RI Tambah Rp 16 Triliun Dalam Sebulan

Wahyu Daniel - detikfinance
Sabtu, 09/01/2010 10:07 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Utang pemerintah pusat Indonesia hingga November 2009 tercatat sebesar US$ 170,73 miliar atau setara dengan Rp 1.618,54 triliun. Jumlah ini bertambah sekitar Rp 16 triliun dalam 1 bulan, karena jumlah utang RI posisi Oktober 2009 adalah US$ 167,86 miliar atau Rp 1.602,86 triliun.

Utang itu terdiri dari pinjaman US$ 65,65 miliar dan surat berharga US$ 102,2 miliar. Dengan menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 5.401 triliun, maka rasio utang Indonesia tercatat sebesar 30%.

Demikian data yang dirilis Ditjen Pengelolaan Utang Depkeu yang dikutip detikFinance , Sabtu (9/1/2010).

Hingga November 2009 terjadi kenaikan penerbitan surat uang pemerintah pusat menjadi US$ 103,54 miliar, dari US$ 82,78 miliar di akhir 2008.

Dalam mata uang rupiah, nilai utang pemerintah mengalami penurunan dari Rp 1.636,74 triliun pada akhir 2008, menjadi Rp 1.618,54 triliun pada November 2008.

Namun jika dilihat dalam mata uang dolar AS, utang Indonesia mengalami kenaikan. Pada akhir 2008, dalam denominasi dolar, total utang RI mencapai US$149,47 miliar. Sementara sampai akhir November 2009 menjadi US$ 170,73 miliar.

Ini disebabkan nilai tukar yang menguat, dari Rp 10.950/dolar AS di 2008, menjadi Rp 9.480/dolar AS di November 2009.

Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir Oktober 2009 adalah:

  • Bilateral : US$ 44,06 miliar
  • Multilateral: US$ 20,84 miliar
  • Komersial : US$ 2,21 miliar
  • Supplier : US$ 70 juta.
Secara jumlah utang Indonesia memang meningkat dari tahun ke tahun, namun rasio utang terhadap PDB memang menunjukkan penurunan. Hal itu sejalan dengan terus meningkatnya PDB Indonesia.

Berikut catatan utang pemerintah pusat sejak tahun 2000 berikut rasio utangnya terhadap PDB:

  • Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
  • Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
  • Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
  • Tahun 2003: Rp 1.232,04 triliun (61%)
  • Tahun 2004: Rp 1.299,50 triliun (57%)
  • Tahun 2005: Rp 1.313,29 triliun (47%)
  • Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
  • Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
  • Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
  • September 2009: Rp 1.604,69 triliun (30%)
  • Oktober 2009: Rp 1602,19 triliun (30%)
  • November 2009: Rp 1.618,54 triliun (30%)


(dnl/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.