Boedi Sampoerna Bantah Minta Robert Pecah Dananya di Century
Selasa, 12/01/2010 17:28 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Nasabah Bank Century Boedi Sampoerna membantah keras pernyataan mantan pemilik Bank Century Robert Tantular yang menyatakan Boedi Sampoerna berinisiatif memecah dananya di Century menjadi NCD menjadi masing-masing Rp 2 miliar.
Bantahan tersebut disampaikan Boedi Sampoerna melalui pengacaranya Eman Achmad dari Eman Achmad & CO, dalam keterangan persnya yang diterima detikFinance, Selasa (12/1/2009).
"Pernyataan Robert itu tidak sesuai dengan fakta dan data. Pak Boedi tidak pernah berinisiatif apalagi mengajukan usul untuk memecah simpanannya menjadi NCD, dan Pak Boedi pun tidak pernah menyetujui pemecahan depositonya menjadi NCD tersebut. Semua itu hanya akal-akalan Robert," katanya.
Menurut Eman, Boedi Sampoerna terakhir kali bertemu Robert Tantular pada 14 November 2009 di Kantor Robert di Jakarta. Kesepakatan pertemuan itu adalah Boedi Sampoerna bersedia simpanannya US$ 96 juta, dipindahbukukan ke rekening atas nama Boedi Sampoerna dan PT Lancar Sampoerna Bestari Surabaya, kepada rekening atas nama Boedi Sampoerna dan PT Lancar Sampoerna Bestari di Jakarta.
Eman merasa heran kenapa Robert mengaitkan Boedi Sampoerna dalam rekayasa pemecahan NCD itu. "Percuma dia melakukan itu, karena kami mempunyai bukti yang kuat untuk membantah semua pernyataannya Robert yang tidak sesuai dengan fakta dan data pada kami," katanya.
Secara logika sederhana, menurut Eman, jika memang ada niat Boedi Sampoerna menyiasati UU LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) untuk menyelamatkan dananya, kenapa Boedi Sampoerna tidak memecah semua simpanannya.
"Kalau memang itu ide Pak Boedi, semua simpanan miliknya di Bank Century tentunya akan pak Boedi pecah, kenapa mesti sebagian saja. Pak Boedi itu pengusaha yang sederhana tidak tahu seluk beluk perbankan, mana mungkin ide pembuatan NCD itu berasal dari beliau. Barangkali beliau juga tidak tahu sebelumnya NCD itu apa," katanya.
"Di sini masyarakat juga bisa lihat siapa yang sudah malang melintang di bidang seperti ini dan siapa yang sangat paham seluk beluk perbankan, Pak Boedi atau Robert?" tambahnya.
Menurut Eman, Robert Tantular sedang berusaha untuk melibatkan sebanyak mungkin orang ke dalam masalahnya seperti dengan pernyataan dia yang mengatakan heran kenapa direksi baru Bank Century bersedia mengganti dana Boedi Sampoerna sebesar US$ 18 juta.
"Pernyataan ini seolah-olah direksi Bank Century melakukkan kesalahan mengganti uang Pak Boedi, padahal dana itu diakui oleh bank karena pihak Pak Boedi bisa membuktikan tidak ada transaksi pinjam-meminjam antara pihak kami dengan Robert. Sementara Robert di depan anggota Pansus mengatakan ada perjanjian pinjam-meminjam, kalau memang ada tunjukkannya saja mana buktinya, perlihatkan dong aslinya mana," katanya.
Eman mengatakan, kesepakatan pinjam meminjam tersebut harus ada ijab kabulnya, kedua belah pihak harus sepakat, tidak bisa bertepuk sebelah tangan seperti itu. "Kalau ada surat pengakuan utang, surat pengakuan utang yang mana? Pak Boedi tidak pernah merasa menerima surat pengakuan utang dari Robert," tuturnya.
Lagipula kalau bisa seperti itu sih, bisa-bisa semua yang ambil barang tanpa hak bisa ramai-ramai bikin surat pengakuan utang sepihak seperti itu saja, biar lolos dari jeratan hukum.
Pansus juga harus tegas untuk meminta Robert untuk tunjukan dokumen aslinya mana biar sekalian ketahuan dokumen semacam apa yang Robert maksud sebagai pinjam meminjam atau surat pengakuan utang itu.
Selain itu Eman menyampaikan bahwa tidak benar jika Bank Century sudah mengganti dana milik Boedi Sampoerna sejumlah US$ 18 Juta tersebut.
"Kenyataannya malahan Pak Boedi belum bisa menarik dana miliknya sejumlah US$ 18 Juta dan dana-dana lainnya miliknya masih sulit dicarikan. Silakan cek saja dana itu masih ada di Bank Century," tegas Eman.
(dnl/qom)
Bantahan tersebut disampaikan Boedi Sampoerna melalui pengacaranya Eman Achmad dari Eman Achmad & CO, dalam keterangan persnya yang diterima detikFinance, Selasa (12/1/2009).
"Pernyataan Robert itu tidak sesuai dengan fakta dan data. Pak Boedi tidak pernah berinisiatif apalagi mengajukan usul untuk memecah simpanannya menjadi NCD, dan Pak Boedi pun tidak pernah menyetujui pemecahan depositonya menjadi NCD tersebut. Semua itu hanya akal-akalan Robert," katanya.
Menurut Eman, Boedi Sampoerna terakhir kali bertemu Robert Tantular pada 14 November 2009 di Kantor Robert di Jakarta. Kesepakatan pertemuan itu adalah Boedi Sampoerna bersedia simpanannya US$ 96 juta, dipindahbukukan ke rekening atas nama Boedi Sampoerna dan PT Lancar Sampoerna Bestari Surabaya, kepada rekening atas nama Boedi Sampoerna dan PT Lancar Sampoerna Bestari di Jakarta.
Eman merasa heran kenapa Robert mengaitkan Boedi Sampoerna dalam rekayasa pemecahan NCD itu. "Percuma dia melakukan itu, karena kami mempunyai bukti yang kuat untuk membantah semua pernyataannya Robert yang tidak sesuai dengan fakta dan data pada kami," katanya.
Secara logika sederhana, menurut Eman, jika memang ada niat Boedi Sampoerna menyiasati UU LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) untuk menyelamatkan dananya, kenapa Boedi Sampoerna tidak memecah semua simpanannya.
"Kalau memang itu ide Pak Boedi, semua simpanan miliknya di Bank Century tentunya akan pak Boedi pecah, kenapa mesti sebagian saja. Pak Boedi itu pengusaha yang sederhana tidak tahu seluk beluk perbankan, mana mungkin ide pembuatan NCD itu berasal dari beliau. Barangkali beliau juga tidak tahu sebelumnya NCD itu apa," katanya.
"Di sini masyarakat juga bisa lihat siapa yang sudah malang melintang di bidang seperti ini dan siapa yang sangat paham seluk beluk perbankan, Pak Boedi atau Robert?" tambahnya.
Menurut Eman, Robert Tantular sedang berusaha untuk melibatkan sebanyak mungkin orang ke dalam masalahnya seperti dengan pernyataan dia yang mengatakan heran kenapa direksi baru Bank Century bersedia mengganti dana Boedi Sampoerna sebesar US$ 18 juta.
"Pernyataan ini seolah-olah direksi Bank Century melakukkan kesalahan mengganti uang Pak Boedi, padahal dana itu diakui oleh bank karena pihak Pak Boedi bisa membuktikan tidak ada transaksi pinjam-meminjam antara pihak kami dengan Robert. Sementara Robert di depan anggota Pansus mengatakan ada perjanjian pinjam-meminjam, kalau memang ada tunjukkannya saja mana buktinya, perlihatkan dong aslinya mana," katanya.
Eman mengatakan, kesepakatan pinjam meminjam tersebut harus ada ijab kabulnya, kedua belah pihak harus sepakat, tidak bisa bertepuk sebelah tangan seperti itu. "Kalau ada surat pengakuan utang, surat pengakuan utang yang mana? Pak Boedi tidak pernah merasa menerima surat pengakuan utang dari Robert," tuturnya.
Lagipula kalau bisa seperti itu sih, bisa-bisa semua yang ambil barang tanpa hak bisa ramai-ramai bikin surat pengakuan utang sepihak seperti itu saja, biar lolos dari jeratan hukum.
Pansus juga harus tegas untuk meminta Robert untuk tunjukan dokumen aslinya mana biar sekalian ketahuan dokumen semacam apa yang Robert maksud sebagai pinjam meminjam atau surat pengakuan utang itu.
Selain itu Eman menyampaikan bahwa tidak benar jika Bank Century sudah mengganti dana milik Boedi Sampoerna sejumlah US$ 18 Juta tersebut.
"Kenyataannya malahan Pak Boedi belum bisa menarik dana miliknya sejumlah US$ 18 Juta dan dana-dana lainnya miliknya masih sulit dicarikan. Silakan cek saja dana itu masih ada di Bank Century," tegas Eman.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
57 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
