Renegosiasi 228 Pos Tarif untuk AC-FTA Masih Dilakukan Depdag
Jumat, 15/01/2010 15:51 WIB
Jakarta - Departemen Perdagangan hingga saat ini masih menjadi negosiator terkait renegosiasi 228 pos tarif untuk dimodifikasi dalam kerangka ASEA-China Free Trade Agreement (AC-FTA). Meskipun ada usulan negosiator diserahkan ke Menteri Perindustrian MS Hidayat.
"Itu semua sudah di tangan Depdag sebagai negosiator," tegas Anggito saat ditemui di Departemen Keuangan, siang ini (15/1/2010).
Sekjen Asean Surin Pitsuwan mengaku tidak pernah mendapat surat penagjuan renegosiasi. Namun, Surin mengakui Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengirimkan surat yang mengekspresikan beberapa kesulitan.
"Namun tidak ada poenajuan suatu perubahan ataupun renegosiasi," ujar Surin dalam wawancara dengan AFP, Jumat (15/1/2010).
Maju mundurnya renegosiasi 228 pos tarif dalam kerangka AC-FTA tersebut memunculkan usulan agar negosiasi dilakukan pihak lain. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dinilai tidak serius melakukan renegosiasi. Pihak Menperin sendiri telah menyatakan kesediaannya melakukan renegosiasi.
Terkait renegosiasi tersebut, Anggito mengatakan bahwa hal tersebut ada tahapan-tahapannya. Dari pihak Departemen Keuangan saat ini sudah melakukan berbagai hal seperti pembukaan pelayanan bea cukai 24 jam, pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) di pelabuhan, dan monitoring lonjakan impor di setiap kantor bea cukai.
(nia/qom)
"Itu semua sudah di tangan Depdag sebagai negosiator," tegas Anggito saat ditemui di Departemen Keuangan, siang ini (15/1/2010).
Sekjen Asean Surin Pitsuwan mengaku tidak pernah mendapat surat penagjuan renegosiasi. Namun, Surin mengakui Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengirimkan surat yang mengekspresikan beberapa kesulitan.
"Namun tidak ada poenajuan suatu perubahan ataupun renegosiasi," ujar Surin dalam wawancara dengan AFP, Jumat (15/1/2010).
Maju mundurnya renegosiasi 228 pos tarif dalam kerangka AC-FTA tersebut memunculkan usulan agar negosiasi dilakukan pihak lain. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dinilai tidak serius melakukan renegosiasi. Pihak Menperin sendiri telah menyatakan kesediaannya melakukan renegosiasi.
Terkait renegosiasi tersebut, Anggito mengatakan bahwa hal tersebut ada tahapan-tahapannya. Dari pihak Departemen Keuangan saat ini sudah melakukan berbagai hal seperti pembukaan pelayanan bea cukai 24 jam, pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) di pelabuhan, dan monitoring lonjakan impor di setiap kantor bea cukai.
(nia/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
