Pemerintah RI Deadline Emaar Hingga Maret
Rabu, 20/01/2010 14:37 WIB
Salah satu proyek Emaar (Ist)
Mataram - Pemerintah Indonesia memberi tenggat waktu hingga Maret pada Emaar Properties untuk memulai proyek investasi Rp 7 triliun di Lombok Tengah, NTB.
Jika Maret belum memulai investasinya, pemerintah akan mengandeng investor lain. Awal Februari ini, akan dikirim tim ke Dubai, untuk menagih komitmen investasi Emaar.
"Pemerintah menuntut pada bulan Maret itu, Emaar telah memulai ground breaking (perataan tanah) di lokasi proyek. Kalau tidak, maka pemerintah akan menggandeng investor lain. Sudah ada investor potensial yang siap," kata Gubernur NTB M Zainul Majdi di Mataram, Kamis (20/1/2009).
Deadline pada Emaar itu telah diputuskan pemerintah dalam rapat pekan lalu di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta. Gubernur Zainul Majdi hadir mewakili pemerintah daerah dalam rapat itu bersama Bupati Lombok Tengah, Lalu Wiratmaja.
Gubernur mengatakan, BKPM sudah menerima pernyataan sejumlah investor potensial yang siap menggantikan Emaar mengggarap potensi pariwisata di kawasan Lombok Tengah bagian selatan.
"Perusahaan-perusahaan ini masih dari kawasan Arab juga," kata Gubernur.
Awal Februari ini, akan ada tim dari berbagai pihak yang akan berangkat ke Dubai, untuk menagih komitmen investasi Emaar. Tim akan dipimpin Kepala BKPM Gita Wirjawan dan juga Utusan Khusus Presiden untuk Kawasan Timur Tengah, Alwi Shihab.
"Saya juga diminta untuk ikut dalam tim itu sebagai wakil pemerintah daerah. Kita lihat perkembangan nanti. Di sana kan disampaikan, apakah Emaar akan terus atau nggak," kata Gubernur.
Prioritas pemerintah kata dia tetap memberi ruang pada Emaar untuk melanjutkan rencana investasinya. Namun jika Emaar tak sanggup, maka pemerintah siap menggandeng investor lain.
Selain soal komitmen investasi, pemerintah juga akan membicarakan komposisi kepemilikan saham dalam perusahaan patungan (joint venture) PT Emaar Lombok. Sebelumnya, dalam perusahaan patungan ini, pemerintah Indonesia memiliki 15 persen saham sebagai kompensasi penggunaan lahan seluas 1.250 hektare. Dari komposisi 15 persen saham itu, Pemprov NTB berhak atas kepemilikan 35 persen. Sisanya milik pemerintah pusat.
"Belum kita pastikan, pilihannya. Apakah komposisi 15 persen yang ditambah, atau komposisi 35 persen. Kita belum sampai pada kesimpulan," kata Gubernur.
Emaar sendiri sejauh ini memang belum memberi pernyataan resmi apakah akan meneruskan investasinya atau tidak. Semula sempat ada kekhawatiran, investasi Emaar di Lombok akan mendapat kendala baru, menyusul pengumuman Pemerintah Dubai yang mengumumkan gagal bayar atas sebagian obligasi Dubai World yang jatuh tempo.
Dubai World tercatat memiliki kewajiban hingga US$ 59 miliar, atau menguasai sebagian besar dari total utang Dubai yang mencapai US$ 80 miliar.
Tadinya, setelah pembentukan PT Emaar Lombok pada September lalu, Emaar merencanakan kegiatan ground breaking di lokasi proyek pada Oktober. Namun hingga kini, tak ada kejelasan soal ground breaking itu. PT Emaar Lombok merupakan perusahaan patungan Emaar Properties dengan PT Bali Tourism Develompment Corporation, yang mewakili pemerintah Indonesia.
Emaar berencana membangun resort dan kawasan wisata terpadu di Pantai Aan, Lombok Tengah. Total Emaar akan menanamkan investasinya US$ 600 juta atau mendekati angka Rp 7 triliun. Jika investasi ini sudah beroperasi, Emaar merencanakan akan mendatangkan dua juta wisatawan asing tiap tahun ke Lombok.
(qom/qom)
Jika Maret belum memulai investasinya, pemerintah akan mengandeng investor lain. Awal Februari ini, akan dikirim tim ke Dubai, untuk menagih komitmen investasi Emaar.
"Pemerintah menuntut pada bulan Maret itu, Emaar telah memulai ground breaking (perataan tanah) di lokasi proyek. Kalau tidak, maka pemerintah akan menggandeng investor lain. Sudah ada investor potensial yang siap," kata Gubernur NTB M Zainul Majdi di Mataram, Kamis (20/1/2009).
Deadline pada Emaar itu telah diputuskan pemerintah dalam rapat pekan lalu di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta. Gubernur Zainul Majdi hadir mewakili pemerintah daerah dalam rapat itu bersama Bupati Lombok Tengah, Lalu Wiratmaja.
Gubernur mengatakan, BKPM sudah menerima pernyataan sejumlah investor potensial yang siap menggantikan Emaar mengggarap potensi pariwisata di kawasan Lombok Tengah bagian selatan.
"Perusahaan-perusahaan ini masih dari kawasan Arab juga," kata Gubernur.
Awal Februari ini, akan ada tim dari berbagai pihak yang akan berangkat ke Dubai, untuk menagih komitmen investasi Emaar. Tim akan dipimpin Kepala BKPM Gita Wirjawan dan juga Utusan Khusus Presiden untuk Kawasan Timur Tengah, Alwi Shihab.
"Saya juga diminta untuk ikut dalam tim itu sebagai wakil pemerintah daerah. Kita lihat perkembangan nanti. Di sana kan disampaikan, apakah Emaar akan terus atau nggak," kata Gubernur.
Prioritas pemerintah kata dia tetap memberi ruang pada Emaar untuk melanjutkan rencana investasinya. Namun jika Emaar tak sanggup, maka pemerintah siap menggandeng investor lain.
Selain soal komitmen investasi, pemerintah juga akan membicarakan komposisi kepemilikan saham dalam perusahaan patungan (joint venture) PT Emaar Lombok. Sebelumnya, dalam perusahaan patungan ini, pemerintah Indonesia memiliki 15 persen saham sebagai kompensasi penggunaan lahan seluas 1.250 hektare. Dari komposisi 15 persen saham itu, Pemprov NTB berhak atas kepemilikan 35 persen. Sisanya milik pemerintah pusat.
"Belum kita pastikan, pilihannya. Apakah komposisi 15 persen yang ditambah, atau komposisi 35 persen. Kita belum sampai pada kesimpulan," kata Gubernur.
Emaar sendiri sejauh ini memang belum memberi pernyataan resmi apakah akan meneruskan investasinya atau tidak. Semula sempat ada kekhawatiran, investasi Emaar di Lombok akan mendapat kendala baru, menyusul pengumuman Pemerintah Dubai yang mengumumkan gagal bayar atas sebagian obligasi Dubai World yang jatuh tempo.
Dubai World tercatat memiliki kewajiban hingga US$ 59 miliar, atau menguasai sebagian besar dari total utang Dubai yang mencapai US$ 80 miliar.
Tadinya, setelah pembentukan PT Emaar Lombok pada September lalu, Emaar merencanakan kegiatan ground breaking di lokasi proyek pada Oktober. Namun hingga kini, tak ada kejelasan soal ground breaking itu. PT Emaar Lombok merupakan perusahaan patungan Emaar Properties dengan PT Bali Tourism Develompment Corporation, yang mewakili pemerintah Indonesia.
Emaar berencana membangun resort dan kawasan wisata terpadu di Pantai Aan, Lombok Tengah. Total Emaar akan menanamkan investasinya US$ 600 juta atau mendekati angka Rp 7 triliun. Jika investasi ini sudah beroperasi, Emaar merencanakan akan mendatangkan dua juta wisatawan asing tiap tahun ke Lombok.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:33 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
58 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
