DPR Beri 6 Bulan Kepada Pemerintah Bereskan Renegosiasi AC-FTA
Rabu, 20/01/2010 19:11 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - DPR-RI melalui komisi VI memberikan waktu kepada pemerintah untuk menyelesaikan proses renegosiasi hingga 6 bulan ke depan dalam rangka renegosiasi ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA).
Jika selama 6 bulan pemerintah belum menunjukan tanda-tanda yang positif maka DPR melalui Komisi VI akan membentuk panitia kerja (Panja) untuk mengawal proses renegosiasi dan kerangka umum AC-FTA secara keseluruhan.
"Pemerintah harus berhasil selama 6 bulan itu, 6 bulan waktunya untuk pemerintah," kata Ketua Komisi VI Airlangga Hartarto saat ditemui usai acara raker pemerintah dengan komisi VI, Jakarta, Rabu (20/1/2010).
Ia menjelaskan Panja jangan dilihat sebagai sesuatu yang menakutkan, karena itu merupakan proses pengawasan DPR terhadap apa yang dilakukan pemerintah. Apalagi Panja sudah sering dibentuk untuk mencari jalan keluar terhadap masalah-masalah yang dihadapi.
Sementara itu anggota komisi VI lainnya Aria Bima mengatakan pembentukan Panja bukan berati terbentuk setelah 6 bulan berlangsung. Namun bisa saja dibentuk lebih cepat dari batas waktu 6 bulan.
"Kita kasih kesempatan 6 bulan, bukan berarti setelah itu, Panja itu bisa 6 bulan bisa 4 bulan (dibentuk)," kata Aria.
Ia menjelaskan rencana pembentukan Panja ini, sebagai cara untuk mencari titik temu permasalahan dan mencari solusi terhadap masalah AC-FTA terutama yang terkait ketidaksiapan pelaku usaha dalam negeri.
"Dari rapat tadi saya melihat perindustrian dan perdagangan belum melihat hal subtansial yang sama. Panja harus melihat subtansial bersama, termasuk jalan keluarnya," katanya.
Sementara itu Mendag Mari Elka Pangestu mengatakan sampai saat ini pihaknya selaku negosiator belum bisa memastikan kapan proses negosiasi selesai dan menghasilkan hasil yang diinginkan Indonesia.
"Lihat saja perundingan WTO, 8 tahun tidak selesai-selesai, tapi itu kan skala besar. Yang jelas prosesnya dinamis, tidak bisa mengatakan berapa lama. Kita bekerja secara maksimal supaya tidak lama," katanya.
(hen/dnl)
Jika selama 6 bulan pemerintah belum menunjukan tanda-tanda yang positif maka DPR melalui Komisi VI akan membentuk panitia kerja (Panja) untuk mengawal proses renegosiasi dan kerangka umum AC-FTA secara keseluruhan.
"Pemerintah harus berhasil selama 6 bulan itu, 6 bulan waktunya untuk pemerintah," kata Ketua Komisi VI Airlangga Hartarto saat ditemui usai acara raker pemerintah dengan komisi VI, Jakarta, Rabu (20/1/2010).
Ia menjelaskan Panja jangan dilihat sebagai sesuatu yang menakutkan, karena itu merupakan proses pengawasan DPR terhadap apa yang dilakukan pemerintah. Apalagi Panja sudah sering dibentuk untuk mencari jalan keluar terhadap masalah-masalah yang dihadapi.
Sementara itu anggota komisi VI lainnya Aria Bima mengatakan pembentukan Panja bukan berati terbentuk setelah 6 bulan berlangsung. Namun bisa saja dibentuk lebih cepat dari batas waktu 6 bulan.
"Kita kasih kesempatan 6 bulan, bukan berarti setelah itu, Panja itu bisa 6 bulan bisa 4 bulan (dibentuk)," kata Aria.
Ia menjelaskan rencana pembentukan Panja ini, sebagai cara untuk mencari titik temu permasalahan dan mencari solusi terhadap masalah AC-FTA terutama yang terkait ketidaksiapan pelaku usaha dalam negeri.
"Dari rapat tadi saya melihat perindustrian dan perdagangan belum melihat hal subtansial yang sama. Panja harus melihat subtansial bersama, termasuk jalan keluarnya," katanya.
Sementara itu Mendag Mari Elka Pangestu mengatakan sampai saat ini pihaknya selaku negosiator belum bisa memastikan kapan proses negosiasi selesai dan menghasilkan hasil yang diinginkan Indonesia.
"Lihat saja perundingan WTO, 8 tahun tidak selesai-selesai, tapi itu kan skala besar. Yang jelas prosesnya dinamis, tidak bisa mengatakan berapa lama. Kita bekerja secara maksimal supaya tidak lama," katanya.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
58 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
