Saham Bank Ambruk, IHSG Kehilangan 23 Poin
Kamis, 21/01/2010 12:07 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi pertama perdagangan hari ini di teritori negatif. Koreksi saham-saham bank dan tambang menjadi motor penggerak kejatuhan IHSG sebesar 23 poin.
Sejak awal perdagangan IHSG terus mengalami penurunan. Sepanjang perdagangan, kubu penjual terus menguasai lantai perdagangan tanpa ada perlawanan yang signifikan dari kubu pembeli.
Kejatuhan IHSG terutama dipengaruhi sentimen negatif bursa-bursa regional melanjutkan koreksi tajam bursa Wallstreet sebesar 122,28 (1,14%) ke level 10.603,15 pada perdagangan kemarin. Otoritas moneter China yang memutuskan melakukan pengetatan kredit disinyalir bisa mengganggu pemulihan ekonomi global.
Sementara, China saat ini menjadi penopang utama perekonomian di Asia. Kebijakan pengetatan kredit diperkirakan bakal berdampak negatif pada perdagangan China dengan Indonesia. Aksi jual investor disinyalir merupakan langkah antisipatif guna melihat kelanjutan dan dampak dari kebijakan China terhadap perekonomian Asia jangka pendek.
Pada perdagangan Kamis (21/1/2010) sesi I, IHSG anjlok 23,916 poin (0,89%) ke level 2.643,350. Indeks LQ 45 juga melemah 5,937 poin (1,12%) ke level 519,562.
Bursa-bursa regional hampir seluruhnya terjebak di teritori negatif, kecuali indeks Nikkei 225 yang masih bertahan di zona positif.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 35.831 kali pada volume 1,823 miliar lembar saham senilai Rp 1,582 triliun. Sebanyak 65 saham naik, 88 saham turun dan 66 saham stagnan.
Saham-saham lain yang berada di jajaran top gainer antara lain : Anker Bir (DLTA) naik Rp 7.000 ke Rp 69.000, BTPN (BTPN) naik Rp 275 (5,75%) ke Rp 5.050, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 24.700, Delta Dunia (DOID) naik Rp 60 ke Rp 1.820, XL Axiata (EXCL) naik Rp 50 ke Rp 2.500.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain : United Tractors (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 17.600, Astra International (ASII) turun Rp 500 ke Rp 35.300, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 7.900, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 ke Rp 4.700, BCA (BBCA) turun Rp 100 ke Rp 3.725, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 50 ke Rp 5.350, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 33.950, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 17.750.
(dro/qom)
Sejak awal perdagangan IHSG terus mengalami penurunan. Sepanjang perdagangan, kubu penjual terus menguasai lantai perdagangan tanpa ada perlawanan yang signifikan dari kubu pembeli.
Kejatuhan IHSG terutama dipengaruhi sentimen negatif bursa-bursa regional melanjutkan koreksi tajam bursa Wallstreet sebesar 122,28 (1,14%) ke level 10.603,15 pada perdagangan kemarin. Otoritas moneter China yang memutuskan melakukan pengetatan kredit disinyalir bisa mengganggu pemulihan ekonomi global.
Sementara, China saat ini menjadi penopang utama perekonomian di Asia. Kebijakan pengetatan kredit diperkirakan bakal berdampak negatif pada perdagangan China dengan Indonesia. Aksi jual investor disinyalir merupakan langkah antisipatif guna melihat kelanjutan dan dampak dari kebijakan China terhadap perekonomian Asia jangka pendek.
Pada perdagangan Kamis (21/1/2010) sesi I, IHSG anjlok 23,916 poin (0,89%) ke level 2.643,350. Indeks LQ 45 juga melemah 5,937 poin (1,12%) ke level 519,562.
Bursa-bursa regional hampir seluruhnya terjebak di teritori negatif, kecuali indeks Nikkei 225 yang masih bertahan di zona positif.
- Indeks Hang Seng merosot 122,91 poin (0,58%) ke level 21.163,26.
- Indeks Nikkei-225 naik 92,20 poin (0,86%) ke level 10.828,20.
- Indeks Straits Times turun 18,15 poin (0,63%) ke level 2.875,03.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 35.831 kali pada volume 1,823 miliar lembar saham senilai Rp 1,582 triliun. Sebanyak 65 saham naik, 88 saham turun dan 66 saham stagnan.
Saham-saham lain yang berada di jajaran top gainer antara lain : Anker Bir (DLTA) naik Rp 7.000 ke Rp 69.000, BTPN (BTPN) naik Rp 275 (5,75%) ke Rp 5.050, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 24.700, Delta Dunia (DOID) naik Rp 60 ke Rp 1.820, XL Axiata (EXCL) naik Rp 50 ke Rp 2.500.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain : United Tractors (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 17.600, Astra International (ASII) turun Rp 500 ke Rp 35.300, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 7.900, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 ke Rp 4.700, BCA (BBCA) turun Rp 100 ke Rp 3.725, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 50 ke Rp 5.350, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 33.950, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 17.750.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
58 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
