Kehilangan 28 Poin, Koreksi IHSG Terburuk di 2010
Kamis, 21/01/2010 16:08 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini dengan koreksi sebesar 28 poin. Dorongan beli baru muncul menjelang penutupan pasar seiring dengan sentimen positif bursa-bursa Eropa.
IHSG terpuruk di zona negatif sejak awal perdagangan. Tekanan jual menguasai perdagangan hari ini tanpa ada daya beli yang memadai untuk membuat level IHSG terangkat melewati level pembukaan di 2.664,659. Rentang pergerakan IHSG hari ini berada dalam kisaran 2.621,360 hingga 2.664,659.
Koreksi besar saham-saham bank dan saham-saham tambang menjadi penyebab utama kejatuhan IHSG hari ini. Penopang utama IHSG dari kejatuhan hanya berasal dari saham-saham sektor perkebunan, meskipun menjelang penutupan sibuk bolak-balik antara zona negatif dan zona positif.
Indeks saham sektor keuangan anjlok 6,124 poin (1,91%) ke level 313,196. Indeks saham tambang turun 28,176 poin (1,19%) ke level 2.330,757. Indeks saham perkebunan naik 9,304 poin (0,48%) ke level 1.914,378.
Di tingkat regional, sebagian besar bursa-bursa di kawasan Asia mengalami koreksi cukup besar dipimpin oleh koreksi Indeks Hang Seng. Tekanan jual di kawasan Asia disinyalir berkaitan dengan kebijakan otoritas moneter China yang menerapkan pengetatan kredit.
Kebijakan tersebut bakal membuat likuiditas uang di kawasan Asia menyusut. Padahal, China saat ini menjadi penopang utama perekonomian di Asia. Kebijakan pengetatan kredit diperkirakan bakal berdampak negatif pada perdagangan China dengan Indonesia. Aksi jual investor disinyalir merupakan langkah antifsipatif guna melihat kelanjutan dan dampak dari kebijakan China terhadap perekonomian Asia jangka pendek.
Aktivitas transaksi investor asing juga didominasi aksi jual. Transaksi jual asing tercatat sebesar Rp 1,293 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 835 miliar. Nilai transaksi jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 458 miliar.
Menjelang penutupan pasar, terlihat ada daya beli yang mampu meredam koreksi IHSG dari titik terdalam. Dorongan beli muncul seiring adanya harapan yang datang dari bursa-bursa Eropa yang seluruhnya dibuka di zona positif pada sekitar pukul 15.00 WIB.
Pada perdagangan Kamis (21/1/2010), IHSG anjlok 28,884 poin (1,08%) ke level 2.638,382. Indeks LQ 45 juga melemah 7,086 poin (1,34%) ke level 518,413.
Bursa-bursa regional bergerak variatif meskipun didominasi koreksi tajam dipimpin bursa Hong Kong dan Bombay.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 77.439 kali pada volume 3,841 miliar lembar saham senilai Rp 3,739 triliun. Sebanyak 65 saham naik, 113 saham turun dan 82 saham stagnan.
Saham-saham lain yang berada di jajaran top gainer antara lain : Anker Bir (DLTA) naik Rp 7.000 ke Rp 89.000, BTPN naik Rp 625 ke Rp 5.400, Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 24.750, BTN (BBTN) naik Rp 80 ke Rp 1.020, XL Axiata (EXCL) naik Rp 50 ke Rp 2.500, Adira Finance (ADMF) naik Rp 50 ke Rp 7.750.
Sedangkan saham-saham yang berada di jajaran top loser antara lain : Merck (MERK) turun Rp 8.000 ke Rp 72.000, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 33.400, United Tractors (UNTR) turun Rp 650 ke Rp 17.700, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 17.700, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 7.900, BCA (BBCA) turun Rp 175 ke Rp 4.825, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 ke Rp 4.700.
(dro/qom)
IHSG terpuruk di zona negatif sejak awal perdagangan. Tekanan jual menguasai perdagangan hari ini tanpa ada daya beli yang memadai untuk membuat level IHSG terangkat melewati level pembukaan di 2.664,659. Rentang pergerakan IHSG hari ini berada dalam kisaran 2.621,360 hingga 2.664,659.
Koreksi besar saham-saham bank dan saham-saham tambang menjadi penyebab utama kejatuhan IHSG hari ini. Penopang utama IHSG dari kejatuhan hanya berasal dari saham-saham sektor perkebunan, meskipun menjelang penutupan sibuk bolak-balik antara zona negatif dan zona positif.
Indeks saham sektor keuangan anjlok 6,124 poin (1,91%) ke level 313,196. Indeks saham tambang turun 28,176 poin (1,19%) ke level 2.330,757. Indeks saham perkebunan naik 9,304 poin (0,48%) ke level 1.914,378.
Di tingkat regional, sebagian besar bursa-bursa di kawasan Asia mengalami koreksi cukup besar dipimpin oleh koreksi Indeks Hang Seng. Tekanan jual di kawasan Asia disinyalir berkaitan dengan kebijakan otoritas moneter China yang menerapkan pengetatan kredit.
Kebijakan tersebut bakal membuat likuiditas uang di kawasan Asia menyusut. Padahal, China saat ini menjadi penopang utama perekonomian di Asia. Kebijakan pengetatan kredit diperkirakan bakal berdampak negatif pada perdagangan China dengan Indonesia. Aksi jual investor disinyalir merupakan langkah antifsipatif guna melihat kelanjutan dan dampak dari kebijakan China terhadap perekonomian Asia jangka pendek.
Aktivitas transaksi investor asing juga didominasi aksi jual. Transaksi jual asing tercatat sebesar Rp 1,293 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 835 miliar. Nilai transaksi jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 458 miliar.
Menjelang penutupan pasar, terlihat ada daya beli yang mampu meredam koreksi IHSG dari titik terdalam. Dorongan beli muncul seiring adanya harapan yang datang dari bursa-bursa Eropa yang seluruhnya dibuka di zona positif pada sekitar pukul 15.00 WIB.
Pada perdagangan Kamis (21/1/2010), IHSG anjlok 28,884 poin (1,08%) ke level 2.638,382. Indeks LQ 45 juga melemah 7,086 poin (1,34%) ke level 518,413.
Bursa-bursa regional bergerak variatif meskipun didominasi koreksi tajam dipimpin bursa Hong Kong dan Bombay.
- Indeks Shanghai naik 7,01 poin (0,22%) ke level .
- Indeks Hang Seng merosot 423,50 poin (1,99%) ke level 20.862,67.
- Indeks Nikkei-225 naik 130,89 poin (1,22%) ke level 10.868,41.
- Indeks Straits Times turun 39,48 poin (1,36%) ke level 2.853,65.
- Indeks Bombay turun 337,33 poin (1,93%) ke level 17.136,13.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 77.439 kali pada volume 3,841 miliar lembar saham senilai Rp 3,739 triliun. Sebanyak 65 saham naik, 113 saham turun dan 82 saham stagnan.
Saham-saham lain yang berada di jajaran top gainer antara lain : Anker Bir (DLTA) naik Rp 7.000 ke Rp 89.000, BTPN naik Rp 625 ke Rp 5.400, Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 24.750, BTN (BBTN) naik Rp 80 ke Rp 1.020, XL Axiata (EXCL) naik Rp 50 ke Rp 2.500, Adira Finance (ADMF) naik Rp 50 ke Rp 7.750.
Sedangkan saham-saham yang berada di jajaran top loser antara lain : Merck (MERK) turun Rp 8.000 ke Rp 72.000, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 33.400, United Tractors (UNTR) turun Rp 650 ke Rp 17.700, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 17.700, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 7.900, BCA (BBCA) turun Rp 175 ke Rp 4.825, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 ke Rp 4.700.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
58 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
