detikfinance

IHSG Siap-siap Meluncur Lagi

Nurul Qomariyah - detikfinance
Jumat, 22/01/2010 08:15 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin mencatat kemerosotan hingga hampir 1%, mengikuti bursa regional yang juga merosot merespons negatif rencana China membatasi pengucuran kreditnya. Kemerosotan saham bank memberi kontribusi besar bagi anjloknya IHSG.

Pada perdagangan Kamis (21/1/2010), IHSG anjlok 28,884 poin (1,08%) ke level 2.638,382. Indeks LQ 45 juga melemah 7,086 poin (1,34%) ke level 518,413.

Sentimen negatif kembali menaungi pergerakan IHSG pada Jumat (22/1/2010) akhir pekan ini. IHSG diprediksi akan kembali menghadapi tekanan akibat sentimen negatif anjloknya bursa-bursa utama dunia.

Bursa Wall Street kemarin kembali merosot setelah Presiden Barack Obama bernit membatasi langkah perbankan. Hal itu dikhawatirkan bisa menggerus laba perbankan.

Obama menyatakan, bank-bank bakal tidak diperbolehkan lagi memiliki, mensponsori ataupun menginvestasinya dananya di hedge fund guna meraup laba. Padahal linis bisnis itu menjadi salah satu mesin peraup laba bagi sebagian besar.

Pada perdagangan Kamis (21/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup merosot 213,27 poin (2,01%) ke level 10.389,88. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 21,56 poin (1,89%) ke level 1.116,48 dan Nasdaq melemah 25,55 poin (1,12%) ke level 2.265,70.

Bursa Tokyo pun langsung mengekor. Indeks Nikkei-225 pada perdagangan Jumat langsung dibuka merosot 148,16 poin (1,36%) ke level 10.720,25.
 
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
 
eTrading Securities:

 
Aksi profit taking yang ditunggu-tunggu akhirnya terjadi, IHSG ditutup melemah pada level 2.638, setelah sempat menyentuh level .2621, pada awal sesi 2 perdagangan. Tekanan jual paling besar dialami oleh sektor banking, yang mengikuti sentimen pengetatan kredit oleh pemerintah China. IHSG masih berpeluang melanjutkan koreksi pada hari Jumat (22/01) dengan target Support pada area 2.600. Saham-saham yang dapat dijadikan alternatif pembelian bagi investor adalah BISI, BLTA, dan BBTN.
 
Panin Sekuritas:
 
IHSG mengalami tekanan jual dalam perdagangan kemarin mengikuti pergerakan bursa regional yang melemah. Kebijakan bank sentral China menaikan GWM dikhawatirkan akan berdampak turunnya likuiditas pada pasar finansial regional untuk jangka pendek. Investor asing tercatat melakukan net sell sekitar Rp458M. Saham perbankan dan pertambangan tercatat menjadi pendorong turunnya indeks terbesar. Sementara hari ini kami perkirakan tekanan pada indeks akan mulai mereda meski belum ada sinyal akan terjadinya reversal. Kisaran support-resistance indeks pada 2.623-2.651.
 
Optima Sekuritas:
 
Melemahnya bursa regional memberi momentum bagi IHSG turun 28 poin ke level 2.638. Koreksi tersebut wajar karena bursa sudah overbought  setelah rally sejak akhir Desember 2009. Sektor banking turun paling tajam akibat adanya sentimen negatif dari aksi pembobolan bank. Indeks masih downtrend dan masih mengandalkan sentimen regional serta nilai tukar rupiah. IHSG hari ini bakal bergerak di level 2.600-2.660.



(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.