BI Batasi Penyaluran Kredit BPR
Jumat, 22/01/2010 21:40 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan membatasi wilayah penyaluran kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi cost (biaya) serta lebih memfokuskan intermediasi kegiatan BPR.
Demikian dikatakan oleh Direktur Direktorat Bank Perkreditan Rakyat dan UMKM Ratna E. Amiyati dalam jumpa pers menyambut pertemuan tahunan industri perbankan (Banker's Dinner) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/01/2010).
"Kegiatan penyaluran kredit BPR akan dibatasi. Jadi setiap BPR di sebuah provinsi hanya dapat menyalurkan kreditnya di provinsi tersebut, tidak bisa lagi antar provinsi," tutur Ratna.
Karena, lanjut Ratna, saat ini BPR saling menyalurkan kredit antar provinsi sehingga menyebabkan pengawasan yang sulit serta membuat biaya lebih tinggi.
"Misalnya BPR di Jakarta dia kasih kredit juga ke nasabah di Bandung, itu menyebabkan cost -nya tinggi. Kalau cost -nya tinggi maka otomatis bunganya juga akan tinggi selain itu pengawasan yang dilakukan akan lebih sulit," ungkapnya.
Ratna menambahkan, hal ini tertuang ke dalam kebijakan bank sentral di tahun 2010 dimana BPR akan dibuat menjadi komunitas bank sendiri. "Selain itu, pada tahun ini juga akan dibuat Apex atau induk dari BPR," jelas Ratna.
Apex atau lembaga dana khusus bagi BPR menurut Ratna akan memberikan banyak sisi positif bagi BPR.
"Dibentuknya Apex nantinya supaya bisa BPR lebih melayani nasabahnya. Misalnya biasanya transfer antar bank tidak boleh, maka nanti kalau ada Apex jadi diperbolehkan. Melalui Apex juga nantinya ada insentif dan disinsentif bagi bank yang bagus serta modalnya kuat," papar Ratna.
Lebih lanjut Ratna menambahkan, sisi pengawasan melalui Apex tersebut akan lebih fokus juga. "Karena salah satu fungsi Apex itu juga untuk pengawas," tandasnya.
(dru/dnl)
Demikian dikatakan oleh Direktur Direktorat Bank Perkreditan Rakyat dan UMKM Ratna E. Amiyati dalam jumpa pers menyambut pertemuan tahunan industri perbankan (Banker's Dinner) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/01/2010).
"Kegiatan penyaluran kredit BPR akan dibatasi. Jadi setiap BPR di sebuah provinsi hanya dapat menyalurkan kreditnya di provinsi tersebut, tidak bisa lagi antar provinsi," tutur Ratna.
Karena, lanjut Ratna, saat ini BPR saling menyalurkan kredit antar provinsi sehingga menyebabkan pengawasan yang sulit serta membuat biaya lebih tinggi.
"Misalnya BPR di Jakarta dia kasih kredit juga ke nasabah di Bandung, itu menyebabkan cost -nya tinggi. Kalau cost -nya tinggi maka otomatis bunganya juga akan tinggi selain itu pengawasan yang dilakukan akan lebih sulit," ungkapnya.
Ratna menambahkan, hal ini tertuang ke dalam kebijakan bank sentral di tahun 2010 dimana BPR akan dibuat menjadi komunitas bank sendiri. "Selain itu, pada tahun ini juga akan dibuat Apex atau induk dari BPR," jelas Ratna.
Apex atau lembaga dana khusus bagi BPR menurut Ratna akan memberikan banyak sisi positif bagi BPR.
"Dibentuknya Apex nantinya supaya bisa BPR lebih melayani nasabahnya. Misalnya biasanya transfer antar bank tidak boleh, maka nanti kalau ada Apex jadi diperbolehkan. Melalui Apex juga nantinya ada insentif dan disinsentif bagi bank yang bagus serta modalnya kuat," papar Ratna.
Lebih lanjut Ratna menambahkan, sisi pengawasan melalui Apex tersebut akan lebih fokus juga. "Karena salah satu fungsi Apex itu juga untuk pengawas," tandasnya.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
