detikfinance

Stok Berlebih, Harga Barang Elektronik China Turun

Ramdhania El Hida - detikfinance
Sabtu, 23/01/2010 17:52 WIB
Halaman 1 dari 2
//images.detik.com/content/2010/01/23/4/elektronik-Chinadalam.jpg Foto: dok.detikFinance
Jakarta -Harga Barang elektronik impor dari China turun hingga 20%. Maraknya barang elektronik asal China akhir-akhir ini membuat harga turun karena tersedianya banyak stok di agen.

Demikian diungkapkan Jacky, salah seorang penjual barang elektronik kepada detikFinance di Pusat Grosir ITC Cempaka Mas, Jakarta, Sabtu (23/1/2010).

"Kalau banyak barang biasanya harga turun," ujar penjual barang-barang elektronik ini.

Hal serupa juga diungkapkan Yani, penjual barang elektronik video game. Menurut Yani, harga barang itu dipengaruhi oleh stok bukan naik-turunnya nilai tukar dolar AS.

"Walaupun dolar sedang turun tapi kalau barangnya tidak ada ya harganya tetap mahal. Sekarang, karena banyak stok saja jadi harga-harga turun," ujar Yani.

Yani memberikan contoh, untuk barang dagangannya, terjadi penurunan harga sekitar Rp 200-300 ribu. Seperti video game playstation 3, dulu harganya Rp 3,6 juta, memasuki bulan Januari ini mulai menurun menjadi Rp 3,4 juta. Begitu juga dengan playstation 2 yang tadinya seharga Rp 1,4 juta turun menjadi Rp 1,1 juta.

Hal berbeda diungkapkan Bowo, penjual barang elektronik lainnya. Menurutnya, penurunan harga diperkirakan akan terjadi pada Maret 2010, karena mulai menumpuknya produk-produk dari China.Next

Halaman 12
(nia/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut