detikfinance

Produk China Banting Harga

Ramdhania El Hida - detikfinance
Sabtu, 23/01/2010 18:28 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Obral besar produk impor dari China. Demikian yang terlihat di Pusat Grosir ITC Cempaka Mas. Beberapa produk seperti sepatu, tas, dan sprei diobral hingga 40%.

Ina, salah seorang pedagang sepatu di ITC Cempaka Mas ini menyatakan harga sepatu pria impor China yang biasanya seharga Rp 200 ribu diobral hingga Rp 120 ribu. Begitu juga dengan sepatu wanita yang biasanya seharga Rp 85 ribu turun hingga Rp 50 ribu.

Ina menyatakan obral besar yang berlangsung hingga Februari 2010 ini karena alasan cuci gudang. Barang-barang dengan model lama dihabiskan karena akan masuk model baru. Akibatnya, harga sepatu impor ini tidak jauh berbeda dengan sepatu lokal. Bahkan untuk sepatu pria lokal melebihi harga impor China yaitu sebesar Rp 300 ribu.

"Memang dari segi kualitas, produk China kurang. Lihat saja bahannya, tapi banyak pembeli yang harganya murah," ujar Ina kepada detikFinance , Sabtu (23/1/2010).

Begitu pula dengan sprei dan bed cover merek King asal China yang diobral hingga Rp 50 ribu dan Rp 150 ribu. Harga sebelum obral mencapai Rp 65 ribu dan Rp 225 ribu. Alhasil, banyak pembeli terlihat berdesak-desakan untuk memilih motif sesuai selera mereka.

"Ya penjualan naik sampai 30%. Ada yang beli sampai 3 helai," ujar Heri di sela-sela melayani pembeli yang datang silih berganti.

Tas impor China juga dibanting harganya dengan kisaran Rp 100 ribu untuk tas kulit dan Rp 30 ribu untuk tas kain. Menurut salah seorang pedagang tas, Sri, harga tas tersebut diturunkan sebagai harga 'pancingan' untuk memasarkan model-model baru.

"Ya ini buat pancingannya saja," ujar Sri.



(nia/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?