Menggeber Bisnis Motor Trail Seken
Selasa, 26/01/2010 07:44 WIB
Foto: Suhendra/detikFinance
Jakarta - Motor trail atau biasa dikenal dengan motor adventure kerap kali menjadi kendaraan roda dua yang unik. Selain jago di medan ekstrim, motor jenis ini layak menjadi ajang gaya-gayaan.
Peminat motor trail dari tahun ke tahun di Tanah Air terus meningkat, trail bukan hanya digunakan oleh para pehobi namun sudah menjadi kebutuhan kendaaran di wilayah-wilayah usaha perkebunan terutama di luar Jawa.
Roby salah satu pemilik gerai motor trail seken kawasan Jl Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat memulai usaha jual beli motor trail seken sejak tahun 2004. Berawal hanya dari 1 unit motor trail seken, kini usahanya berkembang bahkan pelangganya sudah tersebar di pelosok seluruh Indonesia.
Kejelian menangkap peluang bisnis ini membuat Roby bisa dibilang cukup sukses menjalankan jual beli motor trail seken. Bahkan saat ini ia juga sudah merambah bisnis penjualan trail gres alias baru. Walhasil omset hingga ratusan juta hingga miliaran rupiah per tahun bisa ia kantongi melalui jual beli motor dan sparepart-nya.
"Prospeknya makin cakep, dengan adanya produk baru Kawasaki makin bagus pasar motor trail," kata Roby saat ditemui di bengkelnya Senin, di bilangan Kebon Jeruk, Senin (25/1/2010).
Ia menjelaskan kencangnya bisnis motor trail seken beberapa tahun terakhir karena harga motor trail baru umumnya diatas dari harga motor standar membuat para pengguna atau kalangan hobby memilih motor bekas karena lebih terjangkau.
Meskipun saat ini permintaan terhadap motor trail baru sama tingginya. Terlebih lagi sektor perkebunan yang sempat booming dua tahun lalu membuat kebutuhan motor trail cukup tinggi, tak kecuali untuk tahun ini.
"Memang awal 2010 belum kelihatan permintaan yang tinggi masih normal, mungkin tunggu model baru," katanya.
Mengenai pasar motor trail saat ini permintaannya relatif stabil, pada tahun 2009 lalu saja ia mampu menyabet penjualan hingga 40 unit lebih motor seken dengan perbulannya ia mampu melepas 6-10 unit sedangkan motor-motor trail baru pun masih cukup tinggi
Ia mengaku pangsa pasar motor trail cukup kenceng di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Bahkan pelanggan-pelanggannya dari Timika, Sorong Papua rutin membeli darinya.
Roby mencontohkan beberapa produk trail seken yang ia jual antaralain Kawasaki KLX 150 dibandrol kisaran Rp 18,5 juta, KLX 250 Rp 42,5-45 juta. Sedangkan untuk Yamaha DT 200 Rp 18,5 juta,Yamaha WR 200 Rp 18 juta-an.
Untuk merek Suzuki jenis TS 125 cukup banyak dicari-cari orang harganya pun cukup miring yaitu Rp 12,5 juta, untuk Suzuki RM 125 SE Rp 18,5 juta, RMZ 250 SE Rp 57,5 juta padahal harga barunya mencapai Rp 98 juta.
Selain menjual motor-motor asal negeri Matahari Terbit Jepang, ia juga menjual trail-trail gres ukuran cilik yaitu mini moto yang umumnya diimpor dari Taiwan seperti Nakata 110 Rp 5,5 juta, Monstrac 125 asal Korea Rp 11 juta dan lain-lain.
"Yang menarik dari bisnis motor trail seken harganya relatif gelap," katanya.
Ia mengatakan dengan kondisi harga pasaran yang relatif tidak memiliki patokan atau "gelap" biasanya ia akan mendapat margin relatif menggiurkan. Keuntungan Rp 1-3 juta per unit motor bisa ia raup dalam setiap transaksi.
"Kalau bicara margin paling tidak dapat lah 20%, apalagi kalau kita jual bukan dari komunitas," katanya.
Menurut Roby selama ini ia banyak mendapat motor-motor trail seken berasal dari daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan luar Jawa, termasuk ia peroleh dari beberapa kalangan komunitas pecinta trail. Saat ini bisnis motor trail sekennya ditopang juga oleh penjualan sparepart kendaraan trail yang bisa dibilang cukup langka.
"Kadang-kadang kita nggak tahu mukanya si penjual atau pembeli, biasanya via telepon saja. Paling-paling yang mau jual MMS gambar, modalnya kepercayaan," katanya.
Roby optimistis kedepannya bisnis motor trail seken masih terus moncer. Ia mencontohkan di Jakarta saja pemain bisnis trail seken sangat jarang sekali, apalagi di daerah-daerah termasuk luar Jawa.
"Saya butuh 2 tahun untuk menyelami bisnis ini, sampai punya jaringan yang cukup banyak," terangnya.
Roby Steam
Jl. Arteri Kelapa Dua Raya No 25, depan Sasak II, JL Panjang Jakarta Barat
Email : robysteam_dirteam@yahoo.com
(hen/qom)
Peminat motor trail dari tahun ke tahun di Tanah Air terus meningkat, trail bukan hanya digunakan oleh para pehobi namun sudah menjadi kebutuhan kendaaran di wilayah-wilayah usaha perkebunan terutama di luar Jawa.
Roby salah satu pemilik gerai motor trail seken kawasan Jl Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat memulai usaha jual beli motor trail seken sejak tahun 2004. Berawal hanya dari 1 unit motor trail seken, kini usahanya berkembang bahkan pelangganya sudah tersebar di pelosok seluruh Indonesia.
Kejelian menangkap peluang bisnis ini membuat Roby bisa dibilang cukup sukses menjalankan jual beli motor trail seken. Bahkan saat ini ia juga sudah merambah bisnis penjualan trail gres alias baru. Walhasil omset hingga ratusan juta hingga miliaran rupiah per tahun bisa ia kantongi melalui jual beli motor dan sparepart-nya.
"Prospeknya makin cakep, dengan adanya produk baru Kawasaki makin bagus pasar motor trail," kata Roby saat ditemui di bengkelnya Senin, di bilangan Kebon Jeruk, Senin (25/1/2010).
Ia menjelaskan kencangnya bisnis motor trail seken beberapa tahun terakhir karena harga motor trail baru umumnya diatas dari harga motor standar membuat para pengguna atau kalangan hobby memilih motor bekas karena lebih terjangkau.
Meskipun saat ini permintaan terhadap motor trail baru sama tingginya. Terlebih lagi sektor perkebunan yang sempat booming dua tahun lalu membuat kebutuhan motor trail cukup tinggi, tak kecuali untuk tahun ini.
"Memang awal 2010 belum kelihatan permintaan yang tinggi masih normal, mungkin tunggu model baru," katanya.
Mengenai pasar motor trail saat ini permintaannya relatif stabil, pada tahun 2009 lalu saja ia mampu menyabet penjualan hingga 40 unit lebih motor seken dengan perbulannya ia mampu melepas 6-10 unit sedangkan motor-motor trail baru pun masih cukup tinggi
Ia mengaku pangsa pasar motor trail cukup kenceng di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Bahkan pelanggan-pelanggannya dari Timika, Sorong Papua rutin membeli darinya.
Roby mencontohkan beberapa produk trail seken yang ia jual antaralain Kawasaki KLX 150 dibandrol kisaran Rp 18,5 juta, KLX 250 Rp 42,5-45 juta. Sedangkan untuk Yamaha DT 200 Rp 18,5 juta,Yamaha WR 200 Rp 18 juta-an.
Untuk merek Suzuki jenis TS 125 cukup banyak dicari-cari orang harganya pun cukup miring yaitu Rp 12,5 juta, untuk Suzuki RM 125 SE Rp 18,5 juta, RMZ 250 SE Rp 57,5 juta padahal harga barunya mencapai Rp 98 juta.
Selain menjual motor-motor asal negeri Matahari Terbit Jepang, ia juga menjual trail-trail gres ukuran cilik yaitu mini moto yang umumnya diimpor dari Taiwan seperti Nakata 110 Rp 5,5 juta, Monstrac 125 asal Korea Rp 11 juta dan lain-lain.
"Yang menarik dari bisnis motor trail seken harganya relatif gelap," katanya.
Ia mengatakan dengan kondisi harga pasaran yang relatif tidak memiliki patokan atau "gelap" biasanya ia akan mendapat margin relatif menggiurkan. Keuntungan Rp 1-3 juta per unit motor bisa ia raup dalam setiap transaksi.
"Kalau bicara margin paling tidak dapat lah 20%, apalagi kalau kita jual bukan dari komunitas," katanya.
Menurut Roby selama ini ia banyak mendapat motor-motor trail seken berasal dari daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan luar Jawa, termasuk ia peroleh dari beberapa kalangan komunitas pecinta trail. Saat ini bisnis motor trail sekennya ditopang juga oleh penjualan sparepart kendaraan trail yang bisa dibilang cukup langka.
"Kadang-kadang kita nggak tahu mukanya si penjual atau pembeli, biasanya via telepon saja. Paling-paling yang mau jual MMS gambar, modalnya kepercayaan," katanya.
Roby optimistis kedepannya bisnis motor trail seken masih terus moncer. Ia mencontohkan di Jakarta saja pemain bisnis trail seken sangat jarang sekali, apalagi di daerah-daerah termasuk luar Jawa.
"Saya butuh 2 tahun untuk menyelami bisnis ini, sampai punya jaringan yang cukup banyak," terangnya.
Roby Steam
Jl. Arteri Kelapa Dua Raya No 25, depan Sasak II, JL Panjang Jakarta Barat
Email : robysteam_dirteam@yahoo.com
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
