Krisis Global, Penanaman Modal Asing Turun Rp 36 Triliun di 2009
Selasa, 26/01/2010 20:50 WIB
Jakarta - Dampak krisis ekonomi global sepanjang 2009 mempengaruhi arus modal asing masuk dalam bentuk investasi langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia. Penanaman modal asing (PMA) 2009 turun Rp 36,45 triliun dibanding 2008.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan ketika ditemui di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1/2010).
"PMA di tahun 2009 mencapai Rp 133,83 triliun atau US$ 14,87 miliar, turun 27,2% dibandingkan 2008 yang sebesar Rp 97,38 triliun atau US$ 10,82 miliar," ujarnya.
Sementara untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) sepanjang tahun 2009 mengalami peningkatan cukup tajam yaitu 85,7%, dari Rp 20,36 triliun (US$2,26 miliar) di 2008 menjadi Rp 37,8 triliun (US$ 42 miliar) di 2009.
Secara total, jumlah investasi langsung masuk ke Indonesia pada 2009 adalah Rp 135,18 triliun atau US$ 15,02 miliar, turun 12,3% dibandingkan total investasi di 2008 yang sebesar Rp 154,19 triliun atau US$ 17,13 miliar.
"Wilayah yang mendatangkan investasi terbesar saat ini adalah DKI, dulu Jawa Barat," imbuh Gita.
Gita mengatakan jumlah penyerapan tenaga kerja dari investasi yang masuk ke Indonesia di 2009 juga turun menjadi 300.682 orang dari 313.366 di 2008.
(nia/dnl)
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan ketika ditemui di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1/2010).
"PMA di tahun 2009 mencapai Rp 133,83 triliun atau US$ 14,87 miliar, turun 27,2% dibandingkan 2008 yang sebesar Rp 97,38 triliun atau US$ 10,82 miliar," ujarnya.
Sementara untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) sepanjang tahun 2009 mengalami peningkatan cukup tajam yaitu 85,7%, dari Rp 20,36 triliun (US$2,26 miliar) di 2008 menjadi Rp 37,8 triliun (US$ 42 miliar) di 2009.
Secara total, jumlah investasi langsung masuk ke Indonesia pada 2009 adalah Rp 135,18 triliun atau US$ 15,02 miliar, turun 12,3% dibandingkan total investasi di 2008 yang sebesar Rp 154,19 triliun atau US$ 17,13 miliar.
"Wilayah yang mendatangkan investasi terbesar saat ini adalah DKI, dulu Jawa Barat," imbuh Gita.
Gita mengatakan jumlah penyerapan tenaga kerja dari investasi yang masuk ke Indonesia di 2009 juga turun menjadi 300.682 orang dari 313.366 di 2008.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
58 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
